
...Saat kita mendapatkan sesuatu, ada pula yang harus kita lepaskan, semua yang ada dihidupmu berasal dari apa yang hilang darimu...
...Doom at your service...
...************************************...
Nasha sudah terbujur kaku di hadapan nya, dan sekarang adalah waktu bagi Diandra untuk berakting sebaik mungkin
"Toloooong, toloooong... ada orang pingsan di toilet" teriak Diandra memanggil orang-orang
Beberapa siswa dan seorang tutor bimbel mendekat untuk membantu Diandra
"Tadi pas saya keluar dari toilet dia udah pingsan" Diandra membuat wajahnya terlihat khawatir
"Ini adik kelas saya bu" terang Diandra lagi
Tutor itu mengenal Nasha, dia juga tau Diandra dan Nasha satu sekolah
"Tolong bantu angkat ke mobil saya saja bu, biar saya yang antar ke rumah sakit"
Tutor itu mengangguk dan meminta beberapa orang untuk mengangkat Nasha ke mobil Diandra
"Kamu yakin bisa sendiri Diandra?" tanya tutor itu sesaat setelah Nasha di baringkan di dalam mobil Diandra
"Gak apa-apa bu, Nasha kayanya cuma kecapean jadi pingsan, saya juga tau rumahnya jadi nanti setelah dari dokter saya langsung antarkan Nasha pulang" Diandra bicara begitu meyakinkan
"Oke kalau gitu, makasih ya Diandra kabari saya kalau ada apa-apa" akhirnya tutor itu mempercayakan Nasha pada Diandra tanpa ia sadari sebagai seorang guru ia sudah lalai menjaga muridnya
Diandra kemudian masuk kedalam mobilnya dan tanpa berlama-lama membawa Nasha pergi dari tempat itu, senyuman licik tersirat diwajah cantik Diandra ketika dari kaca spion mobilnya ia bisa melihat Nasha yang terbaring tidak berdaya, Diandra terlihat puas rencana nya berhasil, ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi dan membawa Nasha entah kemana ~
Hari sudah gelap, Ziyan sudah cukup jauh berlari menghindari anak buah Alex yang masih saja mengejarnya, Ziyan meninggalkan mobilnya entah dimana untuk mengecoh para berandalan itu lalu lari sejauh yang ia bisa, Ziyan melihat jam ditangan nya waktu sudah menunjukan hampir pukul 06.30 malam dan Ziyan rasa ia sudah aman sekarang.
Ziyan harus mengecek keadaan Nasha, ia buru-buru mengeluarkan handphone dan menelefon pak Tama asisten pribadi ayahnya yang tadi siang ia tugaskan untuk menjaga Nasha di bimbel
Ziyan: "Hallo pak, gimana keadaan disana?" tanpa basa basi Ziyan langsung bertanya
Tama: "Hallo mas Ziyan, disini aman mas"
Mendengar semuanya aman Ziyan bisa menghela nafas lega
Ziyan: "Kalo gitu kirimin saya mobil ke jalan ....."
Tama: "Mobil yang kemarin kemana mas?"
Ziyan: "Saya tinggalin ga tau dimana, pokonya sekarang suruh anak buah bapak bawa mobil buat saya kesini, setengah jam lagi saya kesitu, bapak jangan pergi kemana mana sampe saya dateng"
Tama; "I-iya mas"
Tidak sampai 15 menit mobil yang Ziyan minta sudah datang menjemputnya, Ziyan membawa sendiri mobil itu dan menyuruh bawahan pak Tama untuk pulang, Ziyan mengendarai mobilnya seperti orang gila, ia tidak bisa tenang sampai ia melihat Nasha baik-baik saja dengan mata kepalanya langsung.
Ziyan sudah sampai ke bimbel Nasha hanya dalam waktu 20 menit dan ia langsung menghampiri pak Tama yang terlihat masih menunggui Nasha disana
"Bapak pulang aja, makasih udah bantu saya hari ini"
"Baik mas, oh iya mobilnya mas Ziyan apa perlu dicari?"
"Terserah bapak aja"
"Baik mas, kalau gitu saya permisi"
Ziyan mengangguk kemudian pak Tama masuk ke dalam mobilnya dan berlalu pergi
Perkiraan Ziyan sekitar 10 menit lagi Nasha selesai belajar di bimbelnya, kemudian ia mengeluarkan handphone nya untuk mengirimi Nasha pesan
'Aku tunggu kamu di parkiran bimbel ya ❤️'
Ziyan tersenyum sambil memasukan lagi handphone kedalam saku celana nya tanpa ia sadari pesan itu terpending sampai ke handphone Nasha yang mati.
__ADS_1
Setelah 10 menit Ziyan melihat jam tangan nya lagi dan benar saja suasana mulai ramai karena jam bimbel sudah selesai, satu per satu siswa bimbel itu keluar dari gedung bimbel dan Nasha masih belum terlihat, Ziyan masih menunggu dengan sabar
10 menit berlalu lagi tapi Nasha masih belum keluar dari dalam gedung bimbel itu, Ziyan kemudian mengecek handphone dan akhirnya ia sadar kalau pesan yang dikirimkan ke Nasha terpending, pria itu memutuskan untuk menelefon Nasha tapi handphone gadis itu tidak aktif
Ziyan masuk ke dalam gedung bimbel dan mencari Nasha ke kelasnya, kelas Nasha sudah kosong bahkan tutor nya sudah tidak ada, perasaan buruk mulai Ziyan rasakan tapi ia mencoba menyangkalnya
Melihat kelas Nasha kosong akhirnya Ziyan menanyakan keberadaan Nasha pada front desk yang ada di ruang depan gedung itu
"Mbak maaf, saya mau nyari siswa yang namanya Adinda Nasha Rahayu"
Front desk itu sesaat melihat wajah Ziyan kemudian ia membuka jurnal kehadiran yang sudah di kumpulkan beberapa tutor
"Kelas mana?"
"Kelas saturnus"
Wanita muda itu membuka jurnal kelas bimbingan Nasha dan mencari nama gadis itu
"Adinda Nasha hari ini tidak join kelas, keterangan nya sakit"
Ziyan tersentak mendengarnya, bagaimana bisa Nasha tidak masuk sementara tadi siang ia mengantarkan gadis itu sampai kedepan gerbang bimbelnya
"Hari ini Nasha masuk mbak, saya sendiri yang nganter dia sampai kedepan pintu gerbang hari ini"
Sekarang malah mbak-mbak front desk itu yang terlihat bingung, ia akhirnya mengingat kalau hari ini ada siswa bimbel yang pingsan di toilet
"Oh... mungkin yang adek maksud Nasha yang tadi siang pingsan di toilet"
"Pingsan?" Ziyan kaget mendengarnya
"Iya tadi siang ada siswa yang pingsan di toilet, dan tadi ada temen sekolahnya yang nganterin dia pulang"
"Temen sekolah?" Ziyan bertanya bingung, siapa yang membawa Nasha pulang?
"Iya, siapa ya namanya, aduh saya lupa, siswi baru sih cantik"
Ditengah kemacetan menuju rumah Nasha, Ziyan berkali-kali mencoba menghubungi Nasha lagi tapi hasilnya sama handphone Nasha sama sekali tidak aktif, fikiran nya mulai kalut membayangkan keadaan Nasha seperti apa, apa Nasha benar-benar sangat sakit sampai ia tidak bisa menjawab telefon nya sama sekali?
Ziyan sangat menyesal karena ia meninggalkan Nasha sendirian hari ini di bimbel, gadis itu pasti sangat menghawatirkan nya sampai-sampai ia pingsan
"Aaaarrrrghhhh" Ziyan memukul-mukul setir mobil karena sangat kesal dengan dirinya sendiri dan kondisi jalanan yang macet
Akhirnya Ziyan menelefon ke rumah Nasha dan tidak menunggu lama bu Lasmi mengangkat telefon itu
Ziyan: "Ha-halo bu, Nasha gimana keadaan nya sekarang?"
Bu Lasmi: "Ini den Ziyan?" bu Lasmi bertanya karena Ziyan tidak mengucapkan salam terlebih dulu
Ziyan: "Iya bu, Nasha gimana bu?"
Bu Lasmi: "Lah, non Nasha kan belum pulang bimbel den, Emangnya gak aden jemput?"
Mobil yang baru saja bisa melewati kemacetan itu di rem sekuat-kuatnya, tubuh Ziyan sedikit terpental kedepan.
Bu Lasmi bilang Nasha belum pulang? Bagaimana mungkin? Dimana gadisnya? pasti sudah terjadi sesuatu yang buruk, tubuh Ziyan mulai bergetar, ia tidak pernah setakut ini ~
Nasha membuka matanya yang terasa sangat berat, tengkuknya juga terasa sangat sakit dan kepalanya pusing, Nasha mulai bisa merasakan kalau sekarang tubuhnya tidak bisa bergerak, tangan nya di ikat kebelakang dan ia tersungkur di lantai yang sangat berdebu, ruangan itu sangat gelap hanya lampu remang yang menjadi penerang disana.
Bau tidak nyaman tercium entah dari mana, tempat itu terasa sangat sesak, Nasha berusaha mengangkat tubuhnya walaupun sulit, jantungnya mulai berdetak kencang ia sadar sekarang ini posisinya sedang tidak aman
Mengapa ia bisa ada disini? Nasha tidak ingat apapun, ia hanya ingat Ziyan mengantarkan nya ke bimbel dan anak buah Alex mengejar mereka, setelah masuk ke toilet Nasha tidak ingat apa-apa lagi
Air mata mulai mengalir dari pelupuk matanya, Nasha ingin berteriak tapi mulutnya ditutup lakban hitam yang sangat pekat.
Seorang pria bertubuh besar masuk ke ruangan itu dan melihat Nasha sudah sadarkan diri, orang itu tersenyum licik dan mendekat kehadapan Nasha
"Hey cantik, lo udah bangun?" pria itu menyentuh dagu Nasha dan mengangkat wajahnya
__ADS_1
Nafas pria itu tercium bau alkohol, Nasha menutup matanya rapat ia sangat takut bahkan tidak berani menatap orang itu, air mata semakin banyak mengalir dari mata Nasha
"Heh, lepasin tu cewek" seru seorang pria lagi dari pintu masuk
"Mabok aja lu gob*ok" kata orang itu lagi sambil menoyor kepala pria yang menganggu Nasha
"Dia cantik juga" pria teler itu malah tersenyum lebar dan hal itu membuat Nasha semakin takut
"Lo mau di abisin sama bos? gak di kasih obat lagi baru tau rasa lo" sekali lagi si pria kedua memperingati pria pertama yang sudah teler
"Aaaarrrrghhhh" teriak pria brengs*k itu kesal tidak bisa menyentuh Nasha.
Tidak lama setelah mereka berdua masuk beberapa orang dengan jumlah yang tidak sedikit masuk ke ruangan dimana Nasha disekap, semuanya laki-laki kecuali satu gadis yang Nasha kenal, Diandra
"Dia udah sadar bos" seru pria kedua pada pria berwajah oriental dan kulitnya paling putih diantara pria-pria lain, tubuhnya tidak setinggi Ziyan tapi dari wajahnya Nasha tau pria itu berusia lebih tua darinya ataupun Diandra, Nasha berfirasat mungkin orang itu adalah Alex.
Nasha bisa lihat di kepala Alex yang pelontos ada bekas luka jahitan yang lumayan lebar dari bawah telinga sampai pelipisnya
"Jadi lo kelemahan nya Ziyan?" seringai pria itu tepat dihadapan wajah Nasha
Anak buah Alex membuka lakban dimulut Nasha dengan kasar yang membuat kulit wajah Nasha terasa sangat perih
"Kak Diandra tolong aku kaaak" Nasha tau Diandra tidak mungkin menolongnya tapi ia masih berusaha memohon
Dan Diandra hanya memalingkan wajahnya tidak peduli
"Harusnya Diandra bawa lo lebih cepet ke gue, jadi gue bisa balas dendam ke cowok brengs*k lo itu lebih cepet"
Kata-kata Alex menbuat Nasha menangis semakin kuat dan takut
"Gue BENCI banget sama cowok lo, lo liat ini (sambil menujuk luka jahitan nya) cowok lo ampir bunuh gue"
Nasha menggelengkan kepalanya tidak percaya, Ziyan tidak mungkin melakukan itu
"Hahahaha, Lo gak percaya kalo Ziyan bisa bunuh orang? gue ampir mati gara-gara dia" Alex meyakinkan Nasha lagi
"Gimana kalo kita main-main sedikit, cowok lo sekarang pasti lagi bingung banget kan nyariin lo"
"Ja-jangan sssakitin Ziyan" Nasha memohon sambil sesegukan
"Dia harus bayar luka yang dia buat ini" Alex malah menyeringai licik menatap Nasha ~
Ziyan sudah sampai dirumah Nasha, bu Lasmi sangat khawatir setelah mendengar cerita Ziyan kalau ada yang membawa Nasha pergi dari bimbel
"Kita harus lapor polisi" seru bu Lasmi sambil menangis
"Bu tenang dulu oke, kita pasti lapor polisi,sekarang ibu tenang dulu"
"Gimana bisa tenang den? non Nasha ilang Astagfirullah..." bu Lasmi sangat kalut, Ziyan berusaha menenangkan walaupun ia sendiri sebenarnya sangat takut
Handphone di saku Ziyan bergetar, sebelum mengangkat telefon nya Ziyan membawa bu Lasmi yang sedang menangis duduk di kursi tunggu yang ada di teras rumah Nasha
Ziyan melihat nomor yang menelefon nya adalah nomor telefon baru milik Ken, nomor yang tadi siang memberitahunya kalau mobil Ziyan di ikuti anak buah Alex
Ziyan: "Halo Ken"
Alex: "Ken? gue bukan Ken"
Ziyan kenal betul suara siapa yang ada di balik telefon itu
Ziyan: "Alex" nama itu dipanggil dengan nada marah
Alex: "Pinteeeer"
Ziyan: "DIMANA CEWEK GUE ANJ*NG?"
❣️
__ADS_1