Dosa Cinta

Dosa Cinta
PELUKAN


__ADS_3

...Aku tidak ingin melakukan apapun, aku hanya ingin menghilang seolah-olah tidak pernah ada...


...-Ziyan R.A.-...


...**************************************...


Acara pembukaan selanjutnya berjalan awkward, walaupun guru dan panitia berhasil menarik perhatian siswa-siswi lagi tapi setelahnya mereka masih fokus pada kejadian Ziyan yang pergi dari aula, Nasha sekarang sedang duduk sendirian di kantin, Mia dan Caca sedang memesan makanan sementara Ken dan Arvi pergi mencari Ziyan di sekitaran sekolah.


Nasha menatap layar handphone nya dengan bingung, wajahnya tidak bisa menyembunyikan rasa khawatirnya pada Ziyan, Nasha juga merasa sangat bersalah karena memaksa Ziyan ikut ke aula, terlebih lagi sejak awal Nasha yang ingin Ziyan ikut pameran di perayaan ulang tahun sekolah, jika saja Nasha tahu kalau Ziyan menghindari keluarga nya yang merupakan pemilik sekolah Nasha pasti tidak akan menyuruh Ziyan ikut, karena ini akan membuka luka lama Ziyan.


Nasha ingin sekali menghubungi Ziyan, tapi perasaan nya tidak karuan, wajah Ziyan sangat marah saat meninggalkan aula, bahkan Ziyan tidak melihatnya sama sekali, Ziyan pasti marah pada Nasha juga kan? Nasha benar-benar takut Ziyan marah padanya.


"Dia gak ada dimana-mana" kata Ken dan Arvi yang baru saja datang dan duduk dihadapan Nasha


"Kayanya dia kabur lagi" lanjut Ken


"Bahkan mobilnya ga ada di parkiran" sekarang Arvi yang bicara


"Coba lo telpon dia lagi" suruh Ken pada Arvi


"Gue udah nelpon dia dua puluh kali tapi ga di angkat" gerutu Arvi kesal


Sekarang Mia dan Caca yang datang sambil membawa camilan juga minuman untuk Nasha


"Coba lo deh sha yang telpon dia" suruh Ken, tapi Nasha malah menunduk dengan wajah sedih, Nasha tidak berani menghubungi Ziyan


Caca, Mia, Ken dan Arvi malah saling menatap satu sama lain karena Nasha yang terlihat sangat sedih sekarang


"Lo minum dulu deh sha" Caca menyodorkan es teh yang di belinya tadi


"Gak usah khawatir sha, Ziyan ga akan ngelakuin hal-hal b*go kok" Arvi mencoba menenangkan Nasha, Ken mengangguk-angguk mengiyakan perkataan Arvi


"Tapi sha, lo tau Ziyan anak yg punya sekolah? dia gak pernah nyerita apa-apa sama kita" tanya Ken, sementara Nasha menggelengkan kepalanya masih dengan raut yang sedih


"Ada masalah apa sih anak itu sebenernya" kata Ken lagi, dan sekarang mereka semua diam dengan kebingungan mereka masing-masing.


Pukul 11 malam Nasha masih duduk di depan meja belajarnya, sama seperti di kantin tadi Nasha hanya menatap layar hape nya, padahal sudah berkali-kali Nasha berusaha fokus dengan buku matematika yang ada di atas meja belajar tapi sangat sulit, akhirnya setelah meyakinkan diri beratus-ratus kali Nasha memutuskan untuk mengirim Ziyan pesan, walaupun mungkin sekarang sudah sangat larut tapi Nasha tidak bisa berhenti mengkhawatirkan pria itu.


"Kamu baik-baik aja?" akhirnya kata-kata itu yang pertama kali Nasha kirim setelah berulang kali menghapus pesan-pesan yang Akan di kirim nya pada Ziyan, lima menit berlalu tapi Ziyan nampak belum membaca pesan dari Nasha, sementara Nasha masih dengan cemas menunggu balasan dari Ziyan, biasanya tidak perlu menunggu lama Ziyan akan dengan sangat cepat membalas pesan dari Nasha, gadis itu sekarang menelungkupkan wajah ke sela tangannya yang terlipat di atas meja belajar, Nasha jadi semakin yakin Ziyan marah padanya.


Beberapa menit kemudian suara bel singkat terdengar dari handphone Nasha dan gadis itu buru-buru melihat hapenya yang berbunyi


"Kangen ya?"


Nasha menarik nafas lega karena Ziyan membalas pesan nya


"Aku yang duluan nanya, kamu dimana sekarang?"


"Bilang dulu kalo lo kangen sama gue, baru gue jawab 😁"


"Ziiiii... aku serius"


"Gue juga serius shaaa"


Nasha sekarang malah tersenyum lebar dan pipinya mulai memerah, bisa-bisanya Ziyan bercanda disaat seperti ini


"Kamu dimana sih? kamu baik-baik aja kan?"


"Bilang dulu lo kangen sama gue!!!"


"Yaampuuuun... iya2 kangen"


"Kangen siapa?"


"Kangen kamu!"

__ADS_1


"😂🤗😘"


"Sekarang jawab kamu dimana!"


"Coba lo buka jendela kamar lo"


Mata Nasha membelalak membaca pesan terakhir dari Ziyan, buka jendela? jangan bilang Ziyan ada di depan rumahnya, Nasha segera bangkit dari duduknya dan mengikuti perintah Ziyan, dan benar saja mobil Ziyan terparkir di depan gerbang rumah Nasha dan cowok itu terlihat keluar dari dalam mobilnya


"Gue masuk ya" pesan baru masuk ke hape Nasha dan membaca pesan itu membuat Nasha jantungan, Ziyan udah gila apa ya? jam berapa ini, Nasha buru-buru berlari keluar dari kamarnya, hampir semua ruangan rumah sekarang sudah gelap, bu Lasmi juga sepertinya sudah tidur sementara ayah Nasha sudah pergi lagi ke luar kota lagi sejak pagi tadi. Saat berjalan di ruang tamu Nasha sedikit mengendap-endap karena takut membangunkan bu Lasmi.


Sekarang Nasha sudah keluar dari rumahnya dan melihat Ziyan yang baru saja masuk melewati pintu gerbang yg terkunci dengan mudahnya dan berjalan menghampiri Nasha


"Kamu disini dari kapan?" suara Nasha sedikit berbisik padahal kamar bu Lasmi jauh dari teras rumah, hanya saja Nasha merasa sekarang jika ia bicara dengan suara normal suaranya terdengar sangat kencang


"Lo mau bantu gue gak?" bukan nya menjawab pertanyaan Nasha Ziyan malah balik bertanya hal lain, Nasha mengangguk pelan Nasha tau Ziyan sedang dalam masalah


"Kamu ga apa-apa?" belum selesai Nasha bicara Ziyan malah memeluk Nasha tiba-tiba dan membuat Nasha sangat kaget


Setelah beberapa detik tertegun Nasha mendapatkan kesadaran nya kembali dan berusaha melepaskan pelukan Ziyan, bisa huru-hara kalau sampai ada yang lihat apa yang dilakukan Ziyan


"Sebentar aja sha, please" kata Ziyan sambil masih memeluk Nasha semakin erat, dan hanya dengan sepatah kata itu pertahanan Nasha goyah sekarang ia membiarkan Ziyan melakukan apa yang di inginkan nya, entah sadar atau tidak tapi tangan Nasha balik memeluk Ziyan sekarang


"Kamu dingin banget zi" kata Nasha merasakan tangan dan punggung Ziyan yang terasa sangat dingin, Ziyan tidak menjawab malah semakin membenamkan wajah nya diantara kepala dan bahu Nasha, wangi tubuh gadis itu benar-benar menenangkan


"ASTAGFIRULLAH" tiba-tiba teriakan bu Lasmi mengagetkan Ziyan dan Nasha yang masih dengan posisi berpelukan


Bu Lasmi belari menghampiri mereka dan dengan refleks langsung memukuli pria tidak sopan itu


"Aduh bu sakit, aw, aw" teriak Ziyan


"Berani-berani nya ya peluk-peluk non Nasha" bu Lasmi masih memukuli Ziyan sesukanya, Nasha sekarang terlihat sangat bingung melihat pertunjukan itu


"Ampun bu, ampun"


"Bu udah bu!" Nasha berusaha mengahadang tangan bu Lasmi yang memukuli Ziyan


"Ayo masuk non!" bu Lasmi menarik tangan Nasha masuk ke dalam rumah


"Bu.... tolong aku bu" kata Ziyan sambil buru-buru mencekal tangan bu Lasmi yang hendak masuk


"Kasih aku makan ya bu... aku kelaperan seharian belum makan" seperti pengemis Ziyan malah minta makan sambil memasang wajah puppy face nya


"Dasar! masih berani minta makan ya!" kata bu Lasmi


Nasha sedikit tersenyum melihat tingkah Ziyan


"Non Nasha juga ngapain buka pintu buat dia" sekarang giliran Nasha yang kena semprot


"Maaf bu" Nasha menundukan wajahnya sambil berkata pelan


"Plisss buuuu" sekali lagi Ziyan merajuk sambil menangkupkan kedua tangan tanda memohon


"GAK ADA" Kata bu Lasmi tegas


"Bu... plissss biarin Ziyan disini dulu ya" sekarang malah Nasha yang memohon dan bu Lasmi benar-benar tidak percaya mendengar kata-kata itu dari mulut Nasha


"Ini udah tengah malem non" bu Lasmi masih menolak


"Ziyan lagi ada masalah bu, aku gak mungkin biarin dia pergi sekarang, aku khawatir dia.... ngelakuin hal aneh" sekarang Nasha sedikit berbisik ketelinga bu Lasmi padahal jelas-jelas Ziyan mendengar nya, hal aneh? apa maksud Nasha coba, Ziyan sedikit mengerutkan kening mendengar kata-kata Nasha.


Ziyan masih memasang wajah memohon sambil di pandangi bu Lasmi dengan tatapan curiga


"Boleh ya bu" Nasha menggenggam tangan bu Lasmi sambil memohon lagi, sekarang bu Lasmi balik memandang Nasha, selama hampir 17 tahun mengasuh gadis ini baru kali ini bu Lasmi melihat Nasha begitu memohon padanya.


"Ya udah, terserah non aja" kata bu Lasmi menyerah pada Nasha

__ADS_1


Ziyan tersenyum puas dan Nasha sebenarnya tidak enak pada bu Lasmi, tapi Nasha juga tidak bisa membiarkan Ziyan sendiri lagi. Akhirnya mereka semua masuk kedalam rumah, seperti permintaan Ziyan bu Lasmi memberikan nya makan dan semua makanan yang dihidangkan ia makan dengan sangat lahap, anak itu benar-benar kelaparan.


Nasha hanya duduk dihadapan Ziyan sambil terus menatap Ziyan yang sedang lahap makan


"Jangan diliatin terus, nanti lo naksir" kata Ziyan sambil terkekeh


Nasha mengerjapkan matanya beberapa kali menyadari kalau ia tidak bisa berhenti menatap cowok berandal tampan itu


"Ge-er" kata Nasha salah tingkah


"Tapi udah naksir kan ya?" sekali lagi Ziyan mengusili Nasha dengan kata-katanya sambil cengengesan


"Kamu masih bisa becanda?"


"Ya abis lo liatin gue kaya gitu banget sih, gue kan jadi grogi, sekangen itu ya sama gue?"


"Kamu gak marah sama aku?" Nasha malah balik bertanya tidak menghiraukan candaan Ziyan


"Marah kenapa?"


"Soalnya aku yang minta kamu ke aula dan ikut pameran"


Ziyan malah tersenyum mendengarnya, Nasha terlihat sangat bersalah dan itu malah terlihat manis dimata Ziyan


"Coba ajarin gue gimana caranya marah sama lo" sekarang mata Ziyan tertuju menatap Nasha


Pipi Nasha memerah mendengar kata-kata itu


"Kamu kemana aja hari ini?" tanya Nasha lagi


Ziyan tidak langsung menjawab malah melanjutkan makanan nya


"Kerumah Ken"


"Loh, kok bisa?"


"Gue udah sering kesana, jadi pembantunya pasti bukain pintu buat gue"


"Emang orang tuanya kak Ken gak nanyain?"


"Orang tua Ken jarang ada di indo, jadi rumahnya biasanya ga ada orang kecuali pembantu"


"Kamu gak pulang ke rumah aja?"


"Gue gak punya rumah sha"


Deg, dada Nasha terasa sakit mendengar itu, ia juga jadi merasa bersalah karena sudah bertanya


"Gue gak bisa ke apartment, dateng kesana rasanya ngerendahin harga diri gue, dan di kontrakan, mama juga gak ada, dia lagi keluar kota, gue ngerasa kaya yatim piatu kalo kesana" Ziyan tidak menunjukan ekspresi sedihnya, ia hanya berusaha melanjutkan makanan nya lagi


Melihat dan mendengar kata-kata Ziyan sekarang benar-benar melukai hati Nasha, gadis itu seperti bisa merasakan rasa sakit yang dirasakan Ziyan, tangan Nasha tanpa disadari sudah ada di pipi Ziyan menyentuhnya dengan sangat lembut, Ziyan mengangkat wajahnya dan menatap Nasha yang terlihat sedih untuknya, hangat seketika menjalar keseluruh tubuh Ziyan, hanya lewat tangannya tapi Nasha bisa memberikan kehangatan yang di inginkannya dengan sangat mudah, sekarang tangan Ziyan menyentuh tangan Nasha yang ada di pipinya, dan menggenggam tangan itu dengan erat seperti Ziyan tidak bisa kehilangan gadis itu.


❣️


Hallo readers yang baik...


mohon maaf karena lama banget update nya 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


setelah kemarin2 beberapa kali mengajukan kontrak dan gagal semangat nulis jadi nurun 🙏🏻 😭 (baper)


selain itu banyak pekerjaan akhir taun yang harus di selesaikan di kantor, oleh sebab2 itu author memutuskan untuk hiatus sejenak 😁 tapi sekarang author sudah kembali, doakan semoga pemalas ini rajin update yaaaa


mohon pengertian nya dan beri terus semangat author amatiran yang pemalas ini ya 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


SELAMAT TAHUN BARU 2021

__ADS_1


SEMOGA TAHUN INI MENJADI BERKAH UNTUK KITA SEMUA


LOVE dari author untuk readers 💞


__ADS_2