Dosa Cinta

Dosa Cinta
PERTOLONGAN 2


__ADS_3

...Setelah malam ini berlalu, semuanya akan baik-baik saja...


...Ziyan R.A....


...************************************...


Alex hampir sekarat, wajahnya sudah tidak bisa di kenali karena lebam-lebam, Ziyan seperti benar-benar ingin membunuh Alex karena menyakiti Nasha, anak buah Alex yang lain masih terkapar


"Stop Ziii, berhenti!! plissss" panggil Nasha berusaha menghentikan Ziyan


Alex yang masih bisa mendengar suara lirih Nasha malah tertawa


"Bunuh gue brengs*k!!! bunuh gue!!! biar cewek lo itu tau orang kaya apa lo sebenernya hahahaha" Alex masih bisa-bisanya menyulut amarah Ziyan


Nasha menangis sambil terus memohon agar Ziyan berhenti, Nasha tidak kuasa melihat Ziyan yang seperti itu, ia seperti tidak mengenali pria itu, dia bukan Ziyan nya yang selalu tersenyum sangat hangat


"Plisss Ziyan STOP!" sekali lagi Nasha meminta


Salah seorang anak buah Alex rupanya telah sadar, orang itu mengambil pistol yang di sembunyikan di dalam bajunya dan hampir saja menebak Ziyan, untung saja pelurunya meleset karena Ken cepat melihat orang itu dan meringkusnya, suara tembakan membuat Nasha semakin takut, Ziyan yang menyadari itu meninggalkan tubuh Alex yang sudah tidak berdaya dan memungut pistol yang terjatuh ke lantai


Ziyan sekarang mencekik leher Alex diantara lengan nya, persis seperti yang anak buah Alex lakukan pada Nasha sebelumnya, pistol di tangan Ziyan juga di todongkan tepat di kepala pria brengs*k itu


Nasha menutup mulutnya dengan tangan takut dengan apa yang akan Ziyan lakukan, anak-anak buah Alex yang mulai tersadar tidak berani mendekat karena nyawa bos mereka ada di tangan Ziyan, beberapa orang anak buah Alex yang lain juga baru saja masuk ke ruangan itu dan kaget melihat kondisi teman-teman juga bos nya yang hampir sekarat, mereka semua mematung.


Ken baru saja menerima pesan dari Arvi yang berjaga di luar, arvi mengatakan sepertinya ada polisi yang mengepung tempat itu, tidak lama anak buah Alex yang berjaga di luar juga masuk keruangan dengan wajah sangat cemas


"Gawat bos ada polisi" serunya pada Alex


Semua anak buah Alex satu per satu keluar dari ruangan itu mereka semua harus buru-buru melarikan diri, tidak lupa salah satu dari mereka membopong tubuh Alex yang sudah lemas, mendengar ada polisi yang datang Ziyan mulai tersadar, mereka ada dalam bahaya jika ikut tertangkap, apalagi Nasha


Nasha tidak boleh berursan dengan polisi, masa depan nya bisa hancur, walaupun jika akhirnya Nasha akan dinyatakan sebagai korban ini tidak akan baik karena gadis itu sudab berurusan dengan hukum. Ziyan tidak akan membiarkan hal itu, Ziyan dan Ken juga membawa Nasha buru-buru keluar dari ruangan itu, walaupun kaki Nasha sangat lemas tapi ia berusaha mengimbangi Ziyan dan Ken yang setengah berlari


Belum sampai di lantai berikutnya, benar saja mereka sudah mendengar suara anak-anak buah Alex yang mulai diringkus. Ziyan, Ken dan Nasha tidak punya pilihan selain naik lagi ke lantai selanjutnya dan bersembunyi, ini lantai 12 mustahil bagi mereka jika harus kabur lewat jendela


Ziyan, Ken dan Nasha bersembunyi di salah satu ruangan di lantai 13, tempat itu di penuhi lemari besi bekas dan berkarat sepertinya tempat itu dulunya dipakai untuk menyimpan file atau berkas-berkas, Ziyan mengunci pintu dari dalam, diruangan itu tidak ada pencahayaan hanya ada sedikit cahaya dari terang bulan yang masuk lewat jendela-jendela yang rusak


"Ken, lo harus bawa Nasha keluar! gue bakalan ngecoh polisi-polisi di luar" Ziyan memelankan suaranya agar hanya terdengar oleh mereka saja


"Gila lo!" Ken tidak setuju dengan rencana Ziyan

__ADS_1


"Kenapa kita harus sembunyi lagi Zi? bukan nya bagus ada polisi yang nolong kita?" tanya Nasha dengan suara yang sudah lemas


"Lo nyuruh Arvi manggil polisi?" tanya Ziyan pada Ken


Ken menggeleng "Arvi juga ga tau kenapa ada polisi ngepung tempat ini, dia udah bawa mobil lo ketempat yang aman" terang Ken menjelaskan isi chat Arvi sebelumnya


"Sial" gumam Ziyan


Nasha bingung mengapa mereka tidak keluar saja dan meminta pertolongan dari polisi


"Lo sama Nasha sembunyi disini" Ziyan menyuruh keduanya masuk kedalam lemari besi tua yang tidak terkunci


"Terua lo gimana?" tanya Ken


"Salah satu dari kita harus ada yang jadi umpan biar tempat ini ga di geledah"


"Gak, lo udah gila sumpah" Ken tahu resikonya jika sampai Ziyan tertangkap


"Maksud kamu apa sih Zi?" Nasha semakin tidak mengerti, umpan apa maksud Ziyan?


"Polisi-polisi itu ga bakalan tau kalo kita korban nya Alex, kita bakalan dituduh sebagai komplotan mereka Sha" terang Ziyan


Wajah Nasha terlihat bingung


"Maksud kamu biar kamu aja yang di tangkep gitu? gak, aku ga mau" Nasha menepis tangan Ziyan dari pipinya


"Plisss Sha waktu kita gak banyak, buat kali ini aja dengerin aku" pinta Ziyan "Lo juga Ken, lo harus janji ke gue! lo bakalan bawa Nasha pulang dengan aman!" tatapan Ziyan beralih ke Ken


Nasha menggelengkan kepalanya, tidak mau menuruti Ziyan, beberapa polisi sudah sampai di lantai itu dan mulai berpencar


"Aku udah janji sama bu Lasmi buat bawa kamu pulang, aku punya tanggung jawab sama bu Lasmi, sama papah kamu juga, jangan biarin mereka benci sama aku Sha, aku ga akan sanggup kehilangan kamu"


"Tapi aku mau pulang sama kamu"


Nasha menangis sesegukan tidak ingin berpisah dengan Ziyan, polisi mulai menggedor pintu yang Ziyan kunci


"Aku janji aku bakalan baik-baik aja, kalian harus sembunyi disini" Ziyan mendorong Nasha masuk ke dalam lemari itu


"Ini handphone gue, setelah lo berhasil keluar telfon pak Tama, dia bakal tau cara bantu gue" suruh Ziyan sambil memberikan hp nya ke tangan Ken

__ADS_1


Dengan berat hati Ken membawa Nasha bersembunyi di dalam lemari itu dan Ziyan bersembunyi di belakang pintu


"Jangan buat suara" Ken berbisik di telinga Nasha


Gadis itu menutup mulutnya sambil menahan tangis, ini adalah waktu paling menyakitkan dari sepanjang penyiksaan nya oleh Alex, Nasha tidak bisa membayangkan jika polisi menangkap Ziyan dan menuduhnya sebagai komplotan Alex.


Polisi berhasil mendobrak pintu ruangan itu, dan dengan cepat Ziyan membuat suara lalu berlari keluar, polisi yang melihatnya langsung mengejar Ziyan, mereka meninggalkan ruangan tempat Nasha dan Ken bersembunyi, dan ini adalah kesempatan Ken untuk membawa Nasha pergi dari tempat itu, Alex dan banyak anak buahnya sudah tertangkap, polisi yang mengepung tempat itu jumlahnya tidak sedikit, bukan hal mudah bagi Ken membawa Nasha keluar tanpa ketahuan, Ken membawa Nasha bersembunyi di tempat yang sudah di geledah agar tidak ada lagi polisi yang berpatroli kesana, setelah beberapa jam jumlah polisi yang ada mulai berkurang, dan waktu berjalan terus, Ken harus membawa Nasha keluar dari tempat itu sebelum pagi atau urusan nya akan lebih berantakan


Akhirnya Ken dan Nasha bisa keluar dari tempat itu dengan selamat, Arvi menghampiri mereka di tempat yang sudah sepi, mereka kabur lewat jalan tikus dan setelah sampai di tempat Arvi menyembunyikan mobil Ziyan mereka pergi secepat yang mereka bisa ~


Bu Lasmi nyaris tidak tidur semalaman, ia hanya mondar-mandir di depan teras rumah menunggu Ziyan dan Nasha kembali, ini sudah jam delapan pagi tapi Nasha belum juga datang, bu Lasmi sudah tidak bisa bersabar ia akan menelefon polisi sekarang juga, ia mencari-cari nomor polisi di handphone nya sambil terus menangis


Mobil Ziyan sampai di depan gerbang rumah Nasha, bu Lasmi yang melihatnya dari teras langsung berlari menghampiri Nasha yang baru saja keluar dari mobil itu


Nasha juga setengah berlari menghampiri bu Lasmi


"ASTAGFIRULLAHALADZIN NONNN..." bu Lasmi sangat emosinal, ia langsung memeluk Nasha erat


Nasha juga memeluk bu Lasmi sambil menangis


"Ibuuu..." kata Nasha lirih, kakinya terasa sangat lemas, gadis itu tidak bisa bertahan lagi dan akhirnya ambruk di pelukan bu Lasmi


Bu Lasmi yang tidak bisa menahan berat badan Nasha hampir terjatuh juga, Arvi dan Ken buru-buru membantu bu Lasmi menahan tubuh Nasha yang jatuh pingsan ~


Alex dan anak-anak buah nya sekarang sudah ada di kantor polisi, begitupun dengan Ziyan dan Diandra, banyak sekali barang bukti berupa narkoba dengan berbagai macam jenis di sembunyikan di gedung itu, dan firasat Ziyan benar-benar terjadi, Alex dan anak buahnya menuduh Ziyan sebagai salah satu pengedar sama seperti mereka


Sialnya Ziyan tidak punya bukti apapun, ia hanya harus bersabar menunggu hasil tes urin yang sudah dilakukan nya sesaat setelah sampai ke tempat itu


"Saya harus bilang berapa kali pak? saya bukan komplotan mereka"


"Kalau gitu ngapain kamu ada disana? lagi ngopi? apa beli narkoba?" polisi itu begitu menjengkelkan dan Ziyan tidak bisa menjelaskan jika ia datang kesana untuk menyelamatkan gadisnya, jika polisi mendengar tentang Nasha, Ken ataupun Arvi mereka akan di panggil ke tempat itu minimal sebagai saksi tapi Ziyan tidak ingin Nasha berurusan lagi dengan Alex dan membahayakan hidupnya


"SAYA DIJEBAK PAK" untuk kesekian kalinya Ziyan mengatakan hal itu tapi polisi yang sedang menginterogasinya hanya tersenyum sinis tidak percaya


"Alasan klasik" katanya


Penyidikan yang dilakukan polisi terhadap Ziyan, Alex dan anak-anak buahnya tidak selesai dalam waktu satu atau dua jam saja, sekarang sudah hampir 7 jam berlalu dari saat terakhir mereka tertangkap dan penyidikan itu masih belum selesai juga, kesaksian anak buah Alex yang mengatakan bahwa Ziyan adalah komplotan sangat memberatkan posisinya, Ziyan sekarang bisa merasakan apa yang Nasha rasakan dulu ketika semua orang menuduhnya mendorong Diandra dari tangga padahal tidak ada bukti sama sekali, dan perasaan itu membuat Ziyan begitu merindukan Nasha sekarang, bagaimana keadaan gadisnya saat ini? Ziyan benar-benar merasa putus asa karena menghawatirkan Nasha.


"Selamat siang, saya Pratama Atmadja, saya pengacara dari Ziyan Ravindra Akbar"

__ADS_1


Batu besar yang menghimpit dada Ziyan rasanya sedikit berkurang saat ia melihat pak Tama akhirnya datang ke kantor polisi, itu artinya Ken sudah berhasil menyelamatkan Nasha dan menceritakan apa yang terjadi pada pak Tama.


❣️


__ADS_2