Dosa Cinta

Dosa Cinta
SEA WORLD


__ADS_3

...Maaf untuk luka yang akan terukir selamanya...


...Ziyan R.A....


...****************...


Akhirnya setelah Nasha tenang Ziyan membiarkannya untuk masuk kedalam rumah. Malam itu terasa begitu rumit bagi Ziyan, tidak ada yang bisa ia katakan untuk menenangkan Nasha, tidak ada janji yang bisa ia sampaikan untuk membuat Nasha merasa lebih baik.~


Keesokan harinya seperti biasa Nasha diantar kesekolah oleh ayahnya, sekitar pukul setengah tujuh Nasha keluar dari mobil ayahnya dan Ziyan hanya bisa memperhatikan gadis itu dari dalam mobil. Nasha berjalan menuju koridor sekolah sendiri dan tidak lama kemudian Ziyan sudah ada berjalan disampingnya, melihat Ziyan tiba-tiba ada disana membuat Nasha sedikit kaget.


"Selamat pagi cantik" katanya sambil tersenyum


Nasha membalas senyuman itu masih dengan tatapan bingung


"Kok kamu disini?" Nasha bertanya, setahunya Diana masih dirawat dirumah sakit


"Aku udah gak tahan, kangen banget sama kamu soalnya"


"Terus mamah kamu gimana?"


"Hari ini papah kamu yang jagain mamah aku dirumah sakit"


Seketika suasana menjadi terasa aneh mendengar jawaban Ziyan itu, Nasha hanya mengangguk kecil bingung harus merespon seperti apa.


Ziyan tahu Nasha pasti kecewa mendengar kata-katanya.


"Gimana kalo sekarang kita ke dufan?" ajak Ziyan sambil tersenyum lebar, Ziyan harap Nasha senang jika ia mengabulkan keinginan gadis itu


"Sekarang?"


"Kamu waktu itu bilang pengen ke dufan"


"Ya mau sih"


"Ya udah ayo kita berangkat sekarang"


"Maksud kamu pulang sekolah?"


"Lama amat pulang sekolah, ya sekarang aja Sha"


"Maksudnya kita bolos lagi?"


"Emang kita pernah bolos?"


"Jangan pura-pura lupa"


"Kalo harus nunggu pulang sekolah kelamaan, sekarang aja yaaaa" Ziyan mulai merajuk


Nasha tidak menjawab hanya menatap pria itu saja


"Mau yaaaaa, janji ini terakhir kalinya aku ngajakin kamu bolos" Ziyan mengandalkan wajah puppy face nya sekarang


Nasha menghela nafas berat lalu ia mengangguk kecil. Ziyan tersenyum senang dan langsung menarik tangan Nasha dan membawa gadis itu pergi dari sekolah.~


Mereka berdua sudah sampai di dunia fantasi sebelum pukul sepuluh, karena bukan hari weekend mereka jadi tidak perlu mengantre untuk membeli tiket, suasana di area dufan juga masih cukup sepi, banyak wahana yang bisa mereka coba disana, Ziyan membiarkan Nasha memilih wahana apapun yang ia inginkan, mulai dari nail kora-kora, halilintar, roller coaster dan lainnya.


Ziyan terus mengikuti keinginan Nasha, gadis itu terlihat sangat senang, sejenak rasanya mereka lupa dengan masalah besar yang sedang mereka alami.


Tangan mereka terus bertaut seakan-akan tidak ingin terlepas sedikitpun, selesai turun satu wahana Nasha sangat bersemangat untuk menaiki wahana yang lain. Beberapa wahana yang Nasha pilih adalah wahana ekstrim, Ziyan fikir gadis ini benar-benar tidak punya rasa takut. Bahkan di area rumah hantu Nasha hanya terkaget sedikit lalu gadis itu malah tertawa-tawa lagi.


Saat menaiki komedi putar Ziyan beberapa kali mengambil foto candid Nasha yang terlihat sangat cantik, sesekali Nasha memejamkan matanya menikmati angin yang berhembus diwajahnya dan hal itu adalah bagian favorit Ziyan, jika saja bukan ditempat umum Ziyan pasti sudah menarik gadis itu kepelukannya dan menciumnya.


Tidak hanya bermain-main, Ziyan dan Nasha juga mencoba membeli beberapa makanan yang dijual disana, beberapa jenis makanan belum pernah Ziyan coba sebelumnya terutama makanan-makanan korea seperti kimchi atau toppoki, saat mencicipi makanan yang tidak cocok dilidahnya wajah Ziyan menjadi sangat lucu dan membuat Nasha gemas pada kekasihnya itu.


Ziyan juga sesekali memperbaik rambut Nasha yang sedikit berantakan menutupi pipinya atau mengelap sisa makanan yang ada diujung bibir gadis manis itu.


Nasha merasa sangat senang dan sedih diwaktu yang bersamaan, ia benar-benar merindukan waktu-waktu seperti ini dengan Ziyan, sejak Nasha tahu hubungan ayahnya dengan ibu Ziyan ia merasa seakan-akan ada tembok yang besar yang menghalanginya dengan Ziyan, namun hari ini tembok itu rasanya bisa ia tembus, rasanya seperti bersama Ziyan yang dulu, Ziyan yang begitu mencintainya.


Tatapan Ziyan pada gadisnya sangat dalam, senyuman Nasha yang amat sangat ia rindukan hari ini bisa dilihatnya lagi, Ziyan sangat merindukan Nasha bahkan saat ini, saat ia bisa menggenggam tangan Nasha dengan bebasnya tapi ia masih sangat merindukan gadisnya.


Pukul dua siang mereka memutuskan untuk makan disalah satu restoran, Ziyan makan sangat lahap karena ia cukup lelah mengikuti Nasha yang sejak tadi semangatnya tidak habis-habis, seperti anak berumur tiga tahun.


"Kamu seneng?" tanya Ziyan


Nasha mengangguk-angguk sangat menggemaskan, Ziyan tersenyum senang ia mengelus puncak kepala Nasha dengan lembut


"Gak cape?"


"Nggak" kata Nasha sambil menggeleng


"Kamu cape ya?" Nasha balik bertanya


"Lebih cape dari pada nemenin kamu belanja"


Nasha tertawa mendengarnya, "Maaf ya" wajah Nasha terlihat menyesal


"Apapun buat kamu sayang" Ziyan mengambil tangan Nasha dan menciumnya, gadis itu tersenyum


"Sekarang kamu mau kemana lagi?" tanya Ziyan lagi, hari ini ia inginengabulkan apapun keinginan Nasha yang bisa ia penuhi


"Aku pengen ke sea world" celetuk Nasha


Ziyan melihat jam ditangannya "Lah, bentar lagi tutup"

__ADS_1


Nasha melihat jam ditangannya juga "oh, iya" Nasha terdengar kecewa


Ziyan buru-buru memakan sisa makanannya


"Gak usah buru-buru gitu Zi, nanti keselek loh"


"Aku udah selesai makan kok, ayo cepet kita ke sea world"


"Gak apa-apa Zi, kita ga usah ke sea world, lagian bentar lagi juga tutup kan tempatnya"


"Gak apa-apa sayang, kamu pengen ke sea world kan, ayo cepet"


Ziyan kemudian menarik tangan Nasha dan buru-buru meninggalkan restoran, untunglah sea world tidak terlalu jauh dari dufan hanya sekitar setengah jam dan mereka sudah sampai disana.


Ziyan dan Nasha hanya terdiam di depan pintu masuk sea world karena ternyata hari ini arena tersebut tutup karena sedang ada perbaikan dibeberapa arena. Ziyan terlihat sangat kecewa.


"Gak apa-apa Zi, kita bisa ke sea world lain kali"


Ziyan menghela nafas berat kemudian menatap wajah Nasha yang tersenyum padanya.


"Kamu tunggu sebentar disini ya" kata Ziyan, kemudian ia melepaskan genggaman tangan mereka dan menjauh dari Nasha, Ziyan mengeluarkan handphone nya dan menelfon seseorang yang entah siapa.


Nasha hanya menurut dan menatap punggung Ziyan yang berdiri beberpa meter darinya.


Tak lama kemudian Ziyan selesai menelfon dan kembali ke tempat Nasha berdiri.


"Disini panas kita nunggu di mobil ya" ajak Ziyan sambil menggenggam tangan Nasha lagi


"Kita ga pulang?" tanya Nasha


"Tunggu sebentar gak apa-apa ya" pinta Ziyan


Nasha mengangguk kemudian mereka masuk kedalam mobil, Ziyan menyalakan mesin mobilnya agar ac didalam sana membuat udara sedikit sejuk, cuaca jakarta memang sangat-sangat tidak bersahabat.


Nasha tidak tahu apa yang Ziyan tunggu tapi ia menurut saja, sambil menunggu Ziyan memutarkan Nasha sebuah lagu agar gadis itu tidak bosan.


"Kamu suka lagu apa?" tanya Ziyan


"Mmmm apa ya? Ada banyak, aku pilih sendiri ya"


Ziyan kemudian membiarkan Nasha memilih lagu yang ingin di dengarnya


Nasha kemudian memilih lagu yang berjudul 'sepi-by signy'


Terdengar suara lantunan piano diawal intro lagu ini


"Aku baru denger lagunya" kata Ziyan saat musik mulai menyala


"Emang bukan lagu band terkenal sih, tapi aku suka denger musiknya"


🎶 Sepiku ditengah malam


Dan bintangpun enggan tersenyum


Baru saja kau ungkapkan segala resah hatimu


Ku terdiam


Nasha menyandarkan kepalanya kebahu Ziyan kemudian memejamkan matanya sejenak, ia ingin beristirahat dari semua lelah yang selama ini membuat hati dan fikirannya kacau balau, andaikan saja saat itu waktu bisa berhenti Ziyan ingin waktu berhenti saja, agar ia tetap bisa menyentuh dan menggenggam gadisnya seperti sekarang, hati Ziyan bergejolak.


🎶Adakah disudut hatimu


Membekas, kisah yang dulu


Andai aku masih menjadi, pilihan hatimu


Ku terharu, dan terbawa


🎶Cintaaaaa jangan kau pergi


Tinggalkan aku sendiri


Terluka olehmu


Cintaaaa jangan kau pergi


Sisakan hanya air mata


Sunyi dan sepi


Ho ooo sunyi dan sepi


Tepat setelah lagu itu selesai handphone Ziyan berbunyi dan membuyarkan suasana yang sedang mereka nikmati, Ziyan mengangkat telfon nya.


"Hallo"


Suara diujung telfon entah berkata apa


"Oke, makasih pak"


Ziyan kemudian menutup telfon itu lagi.


"Sha ayo kita masuk"

__ADS_1


"Masuk kemana Zi?"


"Ayo ikut"


Ziyan mengajak Nasha turun dari mobilnya dan kembali ke arah pintu masuk sea world.


Setelah berada tepat di depan pintu masuk sea world seorang penjaga menghampiri mereka.


"Tuan Ziyan Ravindra" katanya penjaga itu memastikan nama Ziyan, pria itu mengangguk


"Silahkan lewat sini tuan" ajak si penjaga


Ziyan yang masih menggenggam tangan Nasha membawa gadis itu masuk ke arena sea world.


"Zi, kok kita bisa masuk kesini, disini lagi tutup" Nasha masih tidak percaya mereka bisa masuk kesana


"Yang penting sekarang kita bisa masuk kan" Ziyan tersenyum senang melihat wajah gadisnya yang lucu karena kaget


"Gimana caranya Zi? Kamu nelfon siapa?"


"Nelfon pak Tama, aku bilang aku harus masuk ke sea world sekarang"


Nasha menutup mulutnya tidak percaya hanya dengan menelfon pak Tama area bermain di tempat hiburan nasional bisa dibuka dengan begitu mudahnya, Nasha kemudian menyentuh wajah Ziyan dengan kedua tangannya


"Kamu beneran kaya?" tanya Nasha polos


Ziyan malah tertawa terbahak mendengar pertanyaan Nasha, gadis itu ikut tertawa "Kamu seneng kan?" tanya Ziyan


Nasha mengangguk-angguk sambil tersenyum. Kemudian mereka masuk kedalam sea world dan melihat keindahan bawah laut disana.


Ziyan dan Nasha berjalan-jalan mengitari semua tempat yang membuat Nasha penasaran, hanya ada mereka berdua disana, suasana pemandamgan didalam air yang biru, suara air dan ikan-ikan berenang sangat tenang, tempat yang sempurna untuk menenangkan diri, andaikan saja hari ini banyak pengunjung mungkin saja rasanyanya tidak akan setenang ini fikir Nasha, ia sangat senang dan bersyukur memiliki Ziyan.


"Indah banget ya Zi dibawah laut, keliatannya tenang, damai"


Ziyan hanya tersenyum dan memandangi wajah Nasha yang terkagum-kagum dengan apa yang di lihatnya


"Kadang-kadang aku penasaran gimana rasanya hidup disana" lanjut Nasha


"Emang kamu ga seneng hidup didarat aja?" tanya Ziyan


"Laut itu luas banget, mungkin kalau bisa tinggal dilaut kita bisa lebih mudah sembunyi atau lari dimana aja" mata Nasha masih memandangi kaca aquarium besar didepannya.


Ziyan menarik wajah gadis dihadapannya itu dan mencium bibirnya, Nasha memejamkan matanya membiarkan Ziyan melakukan apa yang ia inginkan, mereka saling merindukan satu sama lain, itu adalah ciuman kerinduan yang mereka tahan dan sembunyikan selama ini, tangan Ziyan melingkari pinggang Nasha dan menarik gadis itu semakin dalam kedalam pelukannya, kening mereka saling menempel dan sekali lagi Ziyan mencium Nasha dengan sangat dalam.


"Ayo kita pergi dari sini Sha!" kata-kata Ziyan penuh penekanan


Nasha melepaskan kedua tangannya yang melingkar dibahu Ziyan


"Aku pengecut, aku gak bisa bilang jujur soal hubungan ini"


Nasha mulai memberi jarak diantara mereka, Nasha memang ingin bersama Ziyan tapi bukan dengan cara kabur dengannya


"Maafin aku Sha, pilihan aku cuma dua, nyakitin mama aku, atau nyakitin kamu"


Nasha hanya terdiam mendengar kata-kata itu, fakta bahwa Ziyan sampai kapanpun tidak akan bisa menyakiti ibunya sangat menghancurkan hati Nasha.


"Dan kamu gak akan bisa nyakitin mama kamu kan?"


Ziyan terdiam mendengar pertanyaan Nasha itu


"Kamu ngajak aku pergi, karna kamu tahu aku gak akan bisa kabur sama kamu kan?"


Ziyan tetap terdiam sambil menatap wajah kekecewaan Nasha yang menghancurkan hatinya


"Aku gak bisa menuhin apa yang kamu mau" kata Ziyan sambil menatap mata gadis itu


Nasha paham apa maksudnya, dan ini artinya Ziyan memilih melepaskannya


"Mamah aku udah terlalu banyak terluka, dia gak akan sanggup kalau harus terluka sekali lagi, apa yang sekarang di berikan papah kamu buat mamah aku adalah impiannya selama ini"


Nasha hanya terdiam sambil menahan hatinya yang hancur, ternyata berkorban untuk orang lain tidaklah semudah itu, walaupun ini untuk kebahagiaan papahnya Nasha tetap merasa begitu terluka.


Matanya mulai berkaca-kaca dan sekuat tenaga Nasha menahan tangisnya sampai terasa sesak.


"Artinya kamu milih buat nyakitin aku?" tanya Nasha paraw


Ziyan tidak menjawab, ia hanya menundukan kepalanya berusaha menahan tangis.


Air mata mulai menetes dari mata Nasha dan ia tidak bisa menahannya lebih lama lagi, Nasha kemudian melepaskan cincin yang melingkar dijari manis tangan kanannya hadiah pemberian Ziyan saat ulang tahun nya waktu itu, cincin itu Nasha berikan ke tangan Ziyan dan gadis itu beranjak pergi dari hadapannya.


Berakhir sudah, seperti inilah akhirnya untuk Ziyan dan Nasha.~


🎶Cintaaaaa jangan kau pergi


Tinggalkan aku sendiri


Terluka olehmu


Cintaaaa jangan kau pergi


Sisakan hanya air mata


Sunyi dan sepi

__ADS_1


Ho ooo sunyi dan sepi


❣️


__ADS_2