
...Hanya karena kamu tidak menangis bukan berarti kamu sedang bahagia...
...Dan hanya karena kamu tertawa bukan berarti kamu tidak sedih...
...-Adinda N.R.-...
...*************************************...
Saat ini terbukti jika rasa sayang Ziyan kepada Nasha jauh lebih besar dari pada amarah dan kekecewaan nya, buktinya Ziyan sudah duduk disalah satu bangku di aula SMU Bina Karya tepat di sebelah Nasha, seperti yang gadis itu inginkan.
Di sisi lain Nasha ada Mia dan di sebelah Mia ada Caca, mereka masih asik mengobrol karena acara pembukaan belum di mulai, begitupun dengan Ken dan Arvi yang ada di sebelah Ziyan, sementara Ziyan ia adalah satu-satunya yang terlihat sangat tegang disana, tangan nya mengepal dan di letakan diujung pahanya, persis seperti siswa yang akan ujian lisan, tatapan nya hanya tertuju ke panggung dan mimbar yang di sediakan untuk tamu istimewa yaitu keluarga yayasan, di kursi paling depan sudah banyak orang-orang berdasi dengan pakaian yang sangat rapi, guru-guru, staf dan juga kepala sekolah, semua kursi di ruangan aula hampir penuh oleh siswa dan semua yang hadir untuk acara ulang tahun sekolah itu.
Tahun ini sepertinya akan lebih meriah karena tamu undangan dari pihak yayasan terlihat lebih banyak dari tahun-tahun lalu. Ziyan dan Nasha memilih kursi di tengah-tengah, kata Nasha agar pidato nya bisa terdengar padahal tadi Nasha ingin duduk lebih depan tapi Ziyan mati-matian menolak.
Satu per satu keluarga yayasan masuk ke aula dan naik ke atas panggung, disana sudah di siapkan sofa khusu untuk keluarga inti yayasan, wajah Ziyan semakin tegang melihat mereka, keluarga yayasan terdiri dari seorang kakek yang sepertinya sudah berusia 70 tahun, seorang anak perempuan yang masih kecil sepertinya baru berusia 5 atau 6 tahun dan pasangan suami istri yang terlihat sangat harmonis dan sang suami terlihat menggendong anak perempuan nya tersebut.
Semua panitia acara juga masuk ke aula dan bu Ratna yang di tugaskan sebagai MC berjalan menuju mimbar untuk membuka acara dan seketika ruangan menjadi hening ketika bu Ratna mengucapkan salam.
Nasha menatap ke arah Ziyan yang terlihat semakin tegang setelah anggota keluarga yayasan masuk, matanya terus menatap tajam kepada orang-orang yang duduk di atas panggung itu, tiba-tiba Nasha menggenggam tangan Ziyan yang mengepal dan terasa sangat dingin, seketika pria itu menoleh dan mendapatkan senyuman yang begitu menenangkan, senyumnya Nasha seakan-akan berkata "it's oke" dan Ziyan hanya bisa menatap mata gadisnya seperti meminta pertolongan, sementara Nasha melihat ada begitu banyak ketakutan dan kesedihan di mata pria yang menatapnya sekarang
'Ziyan kenapa?' bisik Nasha dalam hati
Nasha dan Ziyan tidak terlalu memperhatikan pidato bu Ratna diatas panggung yang menyambut tamu-tamu kehormatan dan menjelaskan rundown acara, mereka masih saling menatap dan seperti mengobrol dalam hati sampai saatnya bu Ratna mempersilahkan ketua yayasan untuk menyampaikan sambutan-sambutan.
__ADS_1
"Sambutan yang pertama akan disampaikan oleh ketua yayasan Bina Karya Indonesia, bapak Irwin Rajata Akbar Ph.D. kepada beliau waktu dan tempat di persilahkan" seru bu Ratna sambil setelahnya berlalu ke samping panggung, dan kemudian kakek berusia 70 tahun yang masih terlihat sangat sehat itu berjalan tegap dan berwibawa ke atas mimbar, serentak semua orang yang hadir memberikan tepuk tangan yang meriah untuknya.
Irwin Rajata Akbar adalah generasi kedua dari pendiri SMU Bina Karya, ayahnya adalah pendiri yayasan tersebut dan Irwin melanjutkan kepemimpinan setelah ayahnya meninggal, awalnya keluarga yayasan Bina Karya tidak berkecimpung di dunia pendidikan tapi mereka adalah pengusaha real estate dan batu bara yang sangat sukses, setelah perusahaan mereka berada di puncak ke suksesan ayah Irwin membangun sekolah atau yayasan sebagai bentuk dukungan untuk membangun pendidikan yang berkualitas di Indonesia, siapa sangka yayasan Bina Karya yang terdiri dari sekolah dasar sampai sekolah menengah pertama itu akan sukses juga seperti bisnis-bisnis mereka yang lain dan sekarang setelah lebih dari dua dekade sekolah itu sudah menjadi salah satu sekolah swasta elit dan cukup mahal di Jakarta.
Bisnis keluarga Irwin Rajata Akbar sangatlah banyak, saat ini Irwin di bantu anak tunggalnya Ravi untuk menjalankan bisnis-bisnis tersebut, mereka sekarang sudah menjadi salah satu perusahaan adidaya yang membawahi belasan anak perusahaan di bidang real estate yang membangun belasan apartment, kompleks perumahan elit, hotel, pusat perbelanjaan dan beberapa perusahaan batu bara di dalam dan di luar Jawa, bahkan bisnis pariwisata mereka seperti hotel sudah ada di Malaysia, Singapore bahkan di Canada yang merupakan negara asal dari ayah Irwin.
Saat ini Irwin masih menyampaikan pidatonya tentang rasa bersyukur nya untuk kemajuan dan perkembangan sekolah yang sangat baik, pidato itu berlangsung cukup lama karena ia juga mengucapkan banyak terimakasih pada tamu undangan dan semua kolega serta karyawan nya yang sudah membantu membangun yayasan Bina Karya sampai sesukses ini.
Nasha hanya mendengarkan pidato nya seperti yang lain sementara Ziyan menatap kakek dihadapan nya itu tanpa tersenyum
"Hari ini juga merupakan hari yang sangat istimewa bagi saya karena tepat pada hari ini ayah saya membangun sekolah ini sebagai hadiah kelahiran untuk cucu pertamanya yang merupakan anak saya, Ravi"
"Selain itu, tepat di hari ini saya juga akan meresmikan perluasan cabang hotel group A kami yang akan kami bangun di Australia, dan hotel itu akan saya hadiahkan kepada cucu pertama saya yang minggu depan akan berulang tahun ke 18"
"Sebelumnya, saya juga ingin memperkenalkan hadirin dan siswa-siswi juga bapak-ibu guru semua kepada cucu saya yang hari ini hadir bersama-sama kita disini, sebetulnya cucu saya sudah bersekolah disini dan sekarang sudah kelas 3, tapi karena sesuatu hal ia tidak pernah mau untuk di perkenalkan sebagai anggota keluarga yayasan untuk menjaga pertemanan nya dengan siswa-siswi lain"
Tangan Ziyan yang terkepal sekarang berkeringat dan semakin dingin, sementara siswa-siswi lain saling menoleh seperti mencari-cari siapa orang yang di maksud oleh ketua yayasan tersebut
"Tapi karena hari ini sangat spesial, untuk pertama kalinya ia mau hadir di acara ini, saya minta kepadanya untuk naik ke atas panggung dan bergabung bersama kami"
"Ziyan Ravindra Akbar, cucu saya"
Semua orang terlihat syok mendengar nama itu disebut, Caca, Ken dan Arvi sampai ternganga tidak percaya, Mia tertegun dan Nasha langsung menolehkan kepala pada pria di sampingnya
__ADS_1
Ziyan masih menatap semua orang di atas panggung itu dengan marah dan kecewa, tangan nya semakin kuat mengepal sampai kuku jari-jari nya hampir melukai telapak tangan nya sendiri
"Ziyan ayo naik ke atas panggung" sekali lagi Irwin memanggil cucunya untuk bergabung bersama mereka
Semua mata seperti mencari dimana keberadaan Ziyan
Entah kenapa dada Nasha sekarang terasa sesak, jadi ini sebabnya sejak tadi Ziyan terlihat tidak tenang, ia tidak mau bertemu keluarganya, ketika semua orang menatap Ziyan dengan penasaran, mata Nasha justru mulai berkaca-kaca
Sesaat sebelum Nasha menggenggam tangan Ziyan pria itu tiba-tiba bediri cepat dari duduknya, kepala Nasha mendongak dan menatap Ziyan yang terlihat sangat marah menatap tajam seluruh keluarga nya
Bukan nya berjalan ke atas panggung pria itu malah berjalan ke luar dari aula dengan wajah sinis dan marahnya
Semua orang di aula terutama siswa-siswi menatap Ziyan yang pergi meninggalkan aula dan mulai berbisik-bisik
Dada Nasha terasa semakin sakit, tangan nya bergetar, sementara Caca, Mia, Ken dan Arvi juga beberapa siswa-siswi yang duduk di dekatnya sekarang melihat ke arahnya seperti mencari jawaban dari Nasha
Diandra yang melihat Ziyan meninggalkan aula berdiri dan mengejarnya dengan kaki yang masih di perban, sementara Nasha hanya bisa semakin menenggelamkan wajahnya yang mulai memerah karena menahan tangis
"Drama apaan sih ini" bisik Arvi ketelinga Ken, mata mereka berdua masih melihat Diandra yang berlari keluar mengejar Ziyan
Mia menggenggam tangan Nasha untuk memberikan gadis itu kekuatan, Mia dan Caca tahu pasti rasanya canggung dan tidak nyaman untuk Nasha karena saat ini yang orang lain tahu Nasha adalah orang terdekat atau teman wanita terdekat Ziyan, pasti semua orang akan semakin penasaran dengan mereka berdua, apalagi melihat Diandra mengerjar Ziyan pasti membuat perasaan Nasha semakin kalut.
Sepeninggal Ziyan suasana siswa-siswi di aula jadi tidak kondusif, wajah kakek dan ayah Ziyan terlihat sangat kecewa dengan tingkah laku Ziyan dan sekarang bu Ratna serta pak Dirman sedang berusaha mengambil fokus siswa-siswi kembali karena acara pembukaan belum selesai.
__ADS_1
❣️