Dosa Cinta

Dosa Cinta
DILUAR BATAS


__ADS_3

...Aku bahkan lupa caranya tersenyum saat kehilangan mu...


...Adinda N.R....


...*************************************...


Nasha dan Ziyan menghabiskan waktu mereka berdua di apartment sambil menceritakan apa yang mereka alami masing-masing selama hampir tiga minggu lebih berpisah, Ziyan jadi tahu kalau Nasha sampai mencarinya ke kontrakan dan berkali-kali menerima penolan penjaga-penjaga di apartment nya karena gadis itu tidak memiliki kartu akses masuk, Nasha juga jadi tahu kalau ibu Ziyan sedang di luar kota dan tidak tahu apapun tentang kejadian yang menimpa putranya, hanya ayahnya yang tahu dan membantu Ziyan membereskan semua kekacauan. Ayah Ziyan juga tidak memberikan anak itu akses untuk keluar apartment ataupun memberi Ziyan handphone, alasan nya karena takut Ziyan akan berbuat kekacauan lagi, ia meminta Ziyan untuk bersabar demi kebaikan nya, dan setelah status Ziyan di tetapkan sebagai saksi Ziyan tidak bisa bertahan lagi hanya bersembunyi di apartment itu, ia harus melihat Nasha, ia harus melihat kekuatan nya.


"Besok sidang kasus Alex bakalan di gelar, besok juga aku harus jadi saksi disana"


"Aku mau ikut kamu ya" wajah Nasha memelas


"Nggak, aku ga mau Alex sampe liat kamu lagi, pokonya kamu tunggu aku aja"


Nasha menunduk kecewa, ia benar-benar menghawatirka Ziyan


"Kamu percaya sama aku kan? aku bakalan baik-baik aja" Ziyan mengangkat wajah Nasha agar menatapnya dan meyakinkan gadis itu, Nasha terpaksa setuju


"Kamu pasti laper dari pulang sekolah belum makan apapun"


"Sedikit" jawab Nasha sambil tersenyum lucu


"Aku pesenin makanan ya, kamu mau apa?"


"Aku yang masak aja gimana?" Nasha sangat bersemangat, ia ingin membuatkan makanan favorite Ziyan, udang goreng tepung seperti yang bu Lasmi buat, Ziyan selalu lahap setiap memakan nya


"Nanti kamu cape kalo masak, kita pesen aja"


"Ngga kok" Nasha bangkit dari duduknya dan menuju ke dapur bersih apartment itu


Ziyan mengekori Nasha dari belakang, dapur apartment Ziyan sangat bagus namun sayangnya Nasha tidak menemukan bahan makanan apapun disana, hanya segunung tumpukan kotak pizza dan kaleng soda


"Selama ini kamu cuma makan ini?" tanya Nasha sambil menunjuk ke tumpukan box pizza itu


Ziyan tidak menjawab hanya cengengesan


"Ini ga sehat tau!" Nasha kedengaran sedikit kesal


"Aku mana ada nafsu makan kalo setiap hari cuma mikirin kamu"


Mendengar itu Nasha menyipitkan matanya sambil menatap Ziyan tidak percaya, apa katanya tidak nafsu makan? kotak pizza itu saja sudah lebih dari selusin


"Pokonya sekarang kamu harus makan makanan sehat"


Ziyan tersenyum menatap Nasha yang mulai sibuk mencari resep di handphone nya


"Siap istrikuuu"

__ADS_1


Nasha yang mendengar itu tersenyum geli tapi hatinya senang.


Akhirnya mereka berdua pergi ke supermarket untuk membeli bahan-bahan makanan, Nasha juga membeli banyak buah dan sayur untuk di simpan di kulkas Ziyan, mereka berdua berbelanja bersama persis sekali seperti sepasang suami istri yang sedang belanja bulanan, sesekali mereka berdebat tentang apa yang mau mereka beli, dan hal-hal kecil itu benar-benar membuat mereka sangat bahagia.


Setelah dari supermarket Nasha dan Ziyan kembali ke apartment untuk masak, walaupun sebenarnya Ziyan tidak bisa melakukan apapun dan hanya mengacau tapi moment memasak bersama itu sangat memyenangkan bagi mereka


"Masakan kamu mirip banget sama masakan nya bu Lasmi, enak banget"


"Hemmmh gombal"


"beneran tauuu"


Nasha tersenyum mendengar pujian itu, setelah selesai makan Nasha membereskan semua piring dan peralatan dapur yang kotor bekas memasak tadi, Ziyan memaksa untuk membantu mencuci piring tapi Nasha menolak tawaran itu, kalau Ziyan yang mencuci piring yang ada piring-piring mahal itu tidak akan selamat. Dan akhirnya Ziyan hanya bisa mengalah dan membiarkan Nasha yang mencuci piring


Ziyan bersender ke mini bar yang tepat berada di dekat wastafel, sementara Nasha berdiri membelakangi Ziyan dan dengan teliti mencuci piring itu satu per satu, Ziyan terus menatap gadis yang membelakangi nya itu tanpa jeda, melihat punggung Nasha saja bisa membuatnya begitu bahagia, tiga minggu kemarin benar-benar menyiksanya setiap hari ia lewati sambil terus menerus menghawatirkan Nasha.


"Punggung kamu cantik banget Sha"


Nasha tersenyum simpul mendengarnya


"Aku baru tau kalau punggung juga bisa cantik" seru Nasha sambil terkekeh


"Tapi kamu keliatan tambah kurus loh, kamu bahagia ga sih sama aku?"


"Kurus? masa sih?"


"Mungkin karena aku sering ga bisa tidur kali ya?"


"Gak bisa tidur? sejak kapan?"


"Mmmmh...kayanya sejak keluar dari rumah sakit"


Hati Ziyan rasanya diremas mendengar itu, Nasha tidak bisa tidur karena insiden itu atau karena dirinya?


"Apa gara-gara aku?"


Pertanyaan itu membuat Nasha tertegun sejenak, ia menyelesaikan piring terakhir dan mencuci tangan nya


"Karena aku kangen banget sama kamu, aku sampe lupa caranya senyum waktu kamu ga ada" wajah Nasha bercampur antara sedih dan malu mengatakan nya, ia tertuduk sambil masih membersihkan tangan nya dari sabun.


Kedua tangan Ziyan sekarang melingkar di pinggang Nasha, entah sejak kapan Ziyan mendekat, pria itu memeluk Nasha dari belakang, ia membenamkan wajahnya diantara kepala dan pundak Nasha, menikmati wangi gadis itu yang berbau seperti camomile yang lembut, Nasha sedikit kaget menerima pelukan tiba-tiba itu, jantungnya berdebar cepat


"Aku hampir gila karena ga bisa nyentuh kamu selama itu" seru Ziyan, pria itu kemudian mencium leher Nasha memberikan sensasi aneh pada tubuhnya


Tangan Ziyan membawa tubuh Nasha berbalik menghadapnya, mereka saling menatap beberapa detik sampai Ziyan memiringkan wajahnya dan mencium Nasha lagi, ci*man lembut yang semakin lama semakin berani, tidak cukup hanya beberapa detik karena Ziyan malah semakin bernafsu hingga membuat Nasha kehabisan Nafas


"Ziyan, ki-kita" Nasha tidak sanggup berkata-kata karena Ziyan terus menerus menciumnya

__ADS_1


Tangan Ziyan semakin posesif, menekan punggung Nasha untuk menempel ke tubuhnya "Aku kangen kamu Sha" seru Ziyan seperti kehilangan akal, kedua tangan Nasha yang basah sekarang menempel di T-shirt nya, ketika menyadari gadis itu mulai terengah Ziyan dengan nakalnya mencium leher Nasha yang terbuka membuat sang empunya merasa sedikit geli, Nasha merasa takut tapi ia menikmati nya juga, tangan Nasha sudah memeluk punggung Ziyan sementara pria itu masih belum puas menciumi harum tubuh Nasha yang membuatnya mabuk


Tanpa aba-aba Ziyan mengangkat tubuh Nasha dan membaringkan nya di atas sofa ruang tamu yang empuk, pemandangan matahari tengelam sore itu sangat luar biasa indah terlihat dari jendela besar yang menambah mewah kesan apartment itu, tapi sepertinya Ziyan tidak akan peduli karena saat ini yang paling menariknya perhatian nya adalah tubuh Nasha, jantung Nasha semakin berdebar, kepalanya terasa barputar, ia membiarkan tubuh Ziyan menghimpitnya dan mereka kembali berci*man.


Tangan nakalnya mulai bergeriliya mengangkat baju seragam Nasha dari dalam rok, membuat telapak tangan nya bisa menyentuh kulit lembut gadis itu dibagian pinggangnya, sentuhan Ziyan semakin naik hingga pinggang Nasha terlihat, setengah kancing baju seragam Nasha sudah terbuka dan Ziyan tidak bisa berhenti mencium leher Nasha dan semakin turun ke dadanya, sementara pundak Nasha sudah tidak tertutup apapun tali pakaian dalamnya juga terlepas turun.


Sesuatu di diri Ziyan terasa begitu tegang, ia mengangkat tubuhnya dan berdiri di antara lutut, sementara Nasha masih berada dibawahnya, wajah Nasha terlihat seperti tomat, terlihat beberapa bite mark di dadanya karena ulah Ziyan, Ziyan semakin tidak tahan saat menatap wajah malu-malu Nasha, ia membuka t-shirt nya dan membuat Nasha semakin malu.


Nasha tercekat saat melihat Ziyan topless, semua orang benar, untuk ukuran anak SMA tubuh Ziyan sangat atletis, ketampanan nya jadi bertambah seratus persen jika dilihat dalam keadaan seperti itu, Nasha menutup matanya rapat-rapat merasa malu dengan fikiran kotornya, Ziyan begitu merindukan Nasha walaupun ia hanya sesaat meninggalkan tubuh Nasha yang sudah nyaris terlihat setiap bagian nya itu, ia mengulangi lagi ciuman panasnya, meremas pinggang Nasha dan semakin naik ke dadanya hingga Ziyan menyentuh bagian yang tidak pernah disentuh bahkan dilihat siapapun, gadis itu terengah merasakan deburan kemikmatan yang aneh, Nasha bisa merasakan otot-otot Ziyan yang kekar, tubuh mereka berkeringat, terasa panas, walaupun ruangan itu ber-AC


Perlakuan Ziyan sangat gentle, walaupun sangat bernafsu Ziyan sama sekali tidak menyakiti Nasha bahkan sentuhan Ziyan membangkitkan gairah yang luar biasa di diri Nasha, gairah yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya, Nasha merasa sangat di inginkan, merasa begitu dicintai


"Zii-yan" panggil Nasha sekali lagi sambil masih terengah


Mendengar suara lirih Nasha akhirnya membuat Ziyan berhenti, tangan nya dengan cepat ia tarik dari gumpalan lembut dada Nasha, ia kemudian meninggalkan tubuh Nasha yang dihimpitnya begitu kuat tadi, astaga Ziyan sudah bertindak terlalu jauh, Nasha nampak pasrah dengan kancing baju seragam yang terbuka dan hanya menyisakan pakaian dalam nya sebagai pertahanan terkhir, rok Nasha terangkat hampir menunjukan keseluruhan kaki mulus gadis itu, mata Nasha masih terpejam saat Ziyan mengangkat tubuhnya menjauh.


Ziyan berdiri dan menggunakan t-shirt nya lagi, Nasha juga bangun dan terduduk di sofa itu sambil meremas bagian depan seragam untuk menutupi dadanya, Ziyan masih berdiri membelakangi Nasha menyesali perbuatan nya, Nasha tertunduk, rasanya ingin menangis karena Ziyan nampak menyesal.


Ziyan kemudian berlutut dihadapan Nasha, ia menggenggam dan mencium tangan Nasha memohon pengampunan


"Maafin aku, maafin aku, maafin aku Sha, please"


Nasha balik mengenggam tangan Ziyan "kamu nyesel ya?"


Ziyan menatap Nasha bingung, ia tidak mengerti kenapa Nasha tidak marah padanya


"Kamu gak marah?"


Nasha terdiam, pertanyaan itu benar, harusnya Nasha marah bukan? harusnya Nasha menampar pria tidak bermoral yang hampir saja merenggut kesucian nya, tapi kenapa Nasha tidak bisa marah? apa perasaan cintanya pada Ziyan sudah sebuta itu hingga ia rela melakukan sebuah dosa dengan Ziyan, Nasha benar-benar gila.


Nasha kemudian menggelengkan kepalanya menjawab jika ia tidak marah pada Ziyan "Aku mau sama kamu Zi"


"Sssssssttttttt" Ziyan menyimpan telunjuknya di bibir Nasha, melarang Nasha melanjutkan pembicaraan nya


"Jangan ngomong gitu Sha! atau aku bakal lepas kendali lagi"


Ziyan menatap kedua mata Nasha dalam-dalam


"Kamu pasti mikir aku gadis mur*han" Nasha tertunduk malu


"Kamu ngomong apa sih? tadi itu, tadi itu luar biasa banget buat aku, tapi aku sayang sama kamu, kamu terlalu berharga Sha, aku ga akan rusakin kamu"


Ziyan lalu memeluk Nasha lagi "Aku gak akan pernah ninggalin kamu Sha, kamu segalanya buat aku"


Nasha meneteskan air mata dan membenamkan wajahnya di pelukan Ziyan.


❣️

__ADS_1


__ADS_2