
...Keinginanmu adalah titah bagiku tuan putri...
...-Ziyan R.A.-...
...*************************************...
Waktu sudah menunjukan hampir jam 10 malam sementara Nasha dan Ziyan masih asik mengobrol di balkon apartment yang sangat nyaman itu, jaket yang di pakai Ziyan sekarang sudah menutupi bahu dan tubuh Nasha karena angin disana cukup kencang.
"Lo gak laper?" Ziyan bertanya karena mereka sudah melewatkan jam makan malam
"Kamu laper?" Nasha malah balik bertanya
"Lumayan sih" jawab Ziyan "Di bawah ada restoran, kita makan dulu aja yuk"
Nasha menggeleng karena takut pulang kemalaman, astaga ini memang sudah kemalaman Nasha baru ingat kepada bu Lasmi sekarang, Nasha menarik tangan Ziyan yang memakai jam tangan dan dilihatnya waktu sudah menunjukan pukul 9.55 WIB.
"Yaampun, udah jam 10, bu Lasmi pasti nyariin aku" Nasha langsung cemas melihat jam
"Pinjem hp" Nasha buru-buru meminta Ziyan mengeluarkan hp nya
Nasha segera memencet nomor telepon bu Lasmi dan menelepon wanita paruh baya kesayangan nya itu, tidak lama bu Lasmi langsung mengangkat telepon Nasha
"Hallo bu"
"Nooooon, astagfirullah non dimana?"
"Bu... tenang dulu, aku baik-baik aja, aku sama Ziyan kok"
"Sama den Ziyan? aduuuh non... lebih bahaya kalau sama den Ziyan"
Ziyan mendengar apa yang dikatakan bu Lasmi karena Nasha me-loudspeaker telepon nya, Ziyan langsung mengerutkan kening, sementara Nasha malah tertawa
"Iya sih bu bener juga" kata Nasha sambil mentertawakan Ziyan yang cemberut "tapi tenang aja bu, aku gak apa-apa kok, ini udah mau pulang juga"
"Emang dari mana aja sih non?? lain kali laporan dulu sama ibu kalo mau pulang telat!"
"Aku habis ke galeri seni sama Ziyan, maaf ya bu aku lupa ngga ngabarin ibu dulu, maaf ya"
"Ya udah gak apa-apa non, hati-hati pulang nya ya"
"Iya bu, tenang aja ya"
Dan Nasha mengakhiri telepon nya, handphone itu di kembalikan lagi Nasha ke tangan Ziyan
"Huffh... untung bu Lasmi belum lapor polisi" kata Nasha sambil tersenyum tenang
"Ya udah kita makan dulu aja sekarang, lo laper kan?"
Nasha masih menggelengkan kepala "bakal nyampe kemaleman banget kalo kita makan dulu" kata Nasha sambil membuka ransel nya, ia ingat di dalam tas nya ada coklat pemberian Diandra tadi siang "Aku punya coklat, lumayan buat ganjel perut"
Ziyan melihat kotak berbentuk hati yang di keluarkan Nasha dari tas nya
"Lo suka coklat alay kayak gini?" Ziyan merasa coklat itu tidak sesuai dengan selera Nasha
"Ya suka-suka aja sih lumayan gratis"
"Gratis?"
"Iya tadi di perpus ada yang ngasih"
Kening Ziyan langsung berkerut tidak suka siapa cowok yang berani-berani memberikan hadiah coklat pada Nasha, apa orang itu tidak takut berurusan dengan nya? fikir Ziyan, Nasha membuka kotak coklatnya dan di dalam sana ada sebuah notes yang berbentuk hati juga, Ziyan langsung mengambil notes itu dan membacanya
'Belajar yang rajin ya ❤️'
__ADS_1
Tulisan dalam notes itu seketika membakar rasa cemburu Ziyan, ia langsung mengambil coklat yang hendak di makan Nasha dan langsung melemparkan seluruh nya bersama dengan notes itu ke bawah apartment
Nasha hanya bisa melongo melihat Ziyan
"Awas ya kalo lain kali berani nerima hadiah dari cowok lain" kata Ziyan emosi, Nasha tidak bisa menutup mulutnya karena kaget dengan kelakuan Ziyan
"Siapa yang bilang itu dari cowok?" kata Nasha tak kalah emosi
Raut wajah Ziyan seketika berubah mendengarnya
"Itu dari kak Diandra" Nasha terdengar sangat kesal sekarang
"Diandra? ngapain dia ngasih lo coklat?"
"Gak tau ah, tanya aja sendiri sana" Nasha langsung berdiri dari duduknya membawa ransel dan meninggalkan Ziyan di tempat itu, Ziyan buru-buru mengejar Nasha yang marah.
Nasha masih cemberut di dalam lift yang membawa mereka turun ke lobi apartment, Ziyan masih terus memohon agar Nasha tidak marah
"Jangan marah dong shaaa, gue kan ga suka kalo lo di deketin cowok lain"
Nasha tidak menjawab perkataan Ziyan
"Nanti gue ganti deh coklat nya, gue beliin sama tokonya kalo lo mau" Ziyan mulai memaksa karena tidak mau Nasha marah padanya
Sebenarnya ini bukan hanya masalah coklat bagi Nasha, melihat Ziyan melakukan itu membuat Nasha berfikir apa yang di katakan Diandra soal Ziyan tadi siang di perpustakaan memang benar, cowok itu tidak suka melihat orang yang di sukai nya di ganggu, tidak aneh jika dulu Ziyan sampai memukuli orang yang mengganggu Diandra karena saat itu Ziyan menyukai Diandra fikir Nasha, dan mengetahui hal itu membuat Nasha tidak senang.
Nasha dan Ziyan sampai di depan gerbang rumah Nasha pukul setengah 12 malam, Nasha yang baru saja turun dari motor langsung dihadang Ziyan untuk masuk ke rumahnya
"Jangan marah lagi doooong" Ziyan merajuk sambil menggenggam tangan Nasha erat
"Gue bakal di sini terus kalo lo masih marah" ancam cowok itu, Nasha berusaha melepaskan genggaman tangan Ziyan yang terlalu kuat
"Iya, udah, udah ga marah" kata Nasha walaupun masih sedikit bad mood
"Nooon, non gak apa-apa?" tanya bu Lasmi sambil mengecek wajah dan tubuh Nasha
"Ibu.... aku baik-baik aja" Nasha menghentikan tangan bu Lasmi yang menyentuh wajah, pundak dan lengan nya
"Ini? ini kenapa lututnya" bu Lasmi melihat lutut Nasha yang memar dan memakai plester
"Ini tadi jatuh pas turun dari motor, tapi gak apa-apa kok" Nasha berbohong, dan bu Lasmi menyipitkan matanya tidak percaya, wanita paruh baya itu kemudian memukul lengan Ziyan dengan keras
"Awwww... sakit bu" Ziyan meringis sambil memegang lengan nya
"Ada aja yang luka kalo non Nasha abis pergi sama den Ziyan" seru bu Lasmi kesal
"Ini cuma luka kecil buuu" kata Nasha menenangkan bu Lasmi "Kita masuk aja yu" Nasha membujuk bu Lasmi untuk masuk ke rumahnya
"Awas ya nanti ga di ijinin lagi kalo mau bawa non Nasha pergi" bu Lasmi dan Nasha berjalan memasuki rumah, Ziyan hanya tersenyum mendengar ancaman bu Lasmi itu.
Nasha dan bu Lasmi sekarang sudah berada di dalam rumah
"Non tadi bapak nelepon, katanya besok siang mau pulang"
"Oh iya bu?"
"Tadi katanya nelepon ke hp non tapi gak aktif, terus nelepon ke ibu nanyain non?"
"Terus ibu bilang aku belum pulang?"
"Ya ngga lah non, gini-gini juga kan ibu ngerti" bu Lasmi memperlihatkan gigi nya yang putih dan menaikan alisnya
"Jadi tadi seharian non Nasha nge date ya?"
__ADS_1
Nasha tertawa mendengar pertanyaan bu Lasmi, dari mana bu Lasmi tau bahasa nge 'date' seperti itu
"Aku ya seharian di sekolah bu, tadi pulang sekolah Ziyan ngajakin pergi"
Bu Lasmi memasang senyum jahil mendengar kata-kata Nasha dan melihat gadis itu dengan tatapan curiga
"Apa siiih buuu? aku ga ada apa-apa sama dia" Nasha menyadari tatapan curiga bu Lasmi
"Ceritain dong non kemana aja?"
"Aku cape ah mau tidur" dan sejurus kemudian Nasha malah berjalan cepat menuju kamarnya, bu Lasmi hanya tersenyum melihat anak kesayangan nya itu malu-malu, andaikan saja ibu Nasha masih hidup mungkin ia akan melakukan hal yang sama seperti bu Lasmi lakukan ketika melihat putrinya jatuh cinta untuk pertama kali.
Saat ini di sekolah sudah banyak terpampang pamflet acara ulang tahun sekolah yang akan dilaksanakan dua minggu lagi, setiap tahun SMU Bina Karya memang mengadakan acara seperti pensi, bazar dan pameran setiap merayakan ulang tahun sekolah, acara ini akan jadi hajatan besar yang biasanya di selenggarakan selama dua hari, anggota osis bahkan sudah sibuk sejak dua bulan yang lalu untuk acara ini.
"Sorry, lo Nasha?" tiba-tiba seorang cowok berseragam rapi, berkulit putih dengan senyum yang sangat ramah menyapa Nasha yang sedang berjalan menuju kelas
"Kenalin gue Niko, ketua osis" cowok itu menjulurkan tangan nya kehadapan Nasha, dan Nasha hanya menjabat tangan itu "Nasha" katanya singkat
"Gue kemarin ngehubungin kak Arman tapi katanya dia lagi sibuk dan minta gue hubungin lo, dua minggu lagi kan ada acara peringatan ultah sekolah, kita mau ngadain pameran, dan kita mau kerjasama nih sama ekskul lukis"
Nasha mengangguk-angguk mendengar penjelasan Niko
"Gue harap ekskul lukis bisa gabung sih buat pameran, udah dua taun soalnya tiap acara sekolah ekskul lukis ga pernah gabung"
Wajar saja sih kalau ekskul lukis tidak pernah gabung, anggotanya saja hanya sedikit sedangkan untuk menyiapkan pameran butuh orang yang cukup banyak "mungkin nanti saya bicarakan dulu dengan anggota yang lain kak" kata Nasha sangat sopan tapi Niko malah tertawa mendengarnya "Lo santai aja, kita seangkatan kali" katanya sambil tertawa "ooh... oke" Nasha hanya tersenyum kaku, sebenarnya Nasha tidak biasa bicara pakai bahasa gaul seperti 'lo' atau 'gue' karena selama di Bandung dia tidak memakainya, ketika bicara dengan Caca dan Mia juga Nasha kurang nyaman memakai kata itu tapi Nasha ingin terdengar lebih akrab
"Kalo gitu ini formulir pameran, nanti lo bisa bicarain dulu sama anggota ekskul lukis yang lain" Niko memberikan selembar kertas kehadapan Nasha dan tiba-tiba lansung diambil dengan kasar oleh seseorang
"Apaan nih?" tanya Ziyan sangat ketus, sejak tadi Ziyan memperhatikan Niko dan Nasha yang sedang mengobrol, karena Niko terlihat tertawa senang di depan Nasha membuat Ziyan kebakaran jenggot
"Itu formulir buat pameran pas ulang taun sekolah nanti kak" kata Niko menjelaskan kepada Ziyan sambil tersenyum ramah
"Kita ga bakalan ikut" Ziyan memberikan formulir itu lagi dan menyodorkan nya dengan keras ke dada Niko, ketua Osis yang manis itu hanya tersenyum melihat tingkah Ziyan, sementara Nasha mengerutkan dahi kesal
"Udah dua taun loh kak ekskul lukis ga pernah gabung"
"Terus?"
"Gue harap taun ini ekskul lukis bisa gabung"
"Gak, makasih"
"Dibaca dulu aja" Niko dengan sengaja memberikan formulir itu lagi ke tangan Nasha seperti tahu bagaimana cara membuat Ziyan kesal, Nasha menerimanya dan Ziyan sangat kesal melihat cowok lain menyentuh gadisnya
"Di fikirin dulu ya sha, gue duluan"
Niko meniggalkan Nasha dan Ziyan disana, Ziyan langsung mengambil formulir itu lagi dan hampir merobek nya, Nasha buru-buru menahan tangan Ziyan
"Jangan di robek" Nasha mengambil formulir itu lagi dari tangan Ziyan dengan wajah kesal
"Apa salahnya sih kita ikut pameran?"
"Ya gak mungkin juga sha kita ikut, ga ada juga yang bisa di pamerin, lukisan nya aja gak ada kan? lo fikir waktunya bakal cukup?"
Nasha mendengarkan penjelasan Ziyan yang logis juga sebenarnya
"Kan ada lukisan kamu" kata Nasha polos
"Gue gak mau" Ziyan langsung menolak tegas
"Kalau aku mau kamu ikut pameran, kamu mau kabulin?"
Ziyan menatap mata Nasha yang berbinar-binar, sulit sekali menolak keinginan Nasha bagi Ziyan.
__ADS_1
❣️