Dosa Cinta

Dosa Cinta
ULANG TAHUN SEKOLAH


__ADS_3

...Mereka yang menyakiti seseorang melupakan nya dengan mudah...


...Namun mereka yang terluka akan mengingat selamanya...


...-Han Se Gye/Beauty inside-...


...**************************************...


Akhirnya hari yang di tunggu-tunggu tiba juga, hari ulang tahun sekolah dimana akan diadakan pensi dan pameran yang berlangsung selama dua hari, semua persiapan pameran club lukis sudah rampung, di pameran itu tidak hanya ada club lukis tapi ada juga club sains, club pertanian, club desain, ekskul-ekskul lain dan bazar makanan. Pensi di isi oleh beberapa band dari siswa-siswi SMU Bina Karya dan ada juga penyanyi ibu kota yang di undang untuk memeriahkan acara, di lapangan sekolah sekarang sudah ada panggung yang megah dan di sekitaran nya ada tenda-tenda bazar dan pameran


Semua anggota club lukis sekarang sedang membereskan meja, kursi dan memajang lukisan-lukisan yang sudah mereka persiapkan, totalnya ada sekitar 15 lukisan, kak Arman bilang Ziyan bekerja sangat keras untuk pameran kali ini, selama Nasha di skors Ziyan menyiapkan persiapan untuk pameran termasuk ikut rapat denga tim Osis dan merampungkan 3 lukisan. Kak Arman juga bilang Ziyan melakukan nya karena Nasha sangat bersemangat dengan kegiatan ini dan mengetahui pengorbanan Ziyan demi mewujudkan keinginan nya membuat perasaan Nasha semakin besar pada cowok itu.


Anggota yang lain masing-masing merampungkan satu lukisan termasuk Nasha, dan sisanya adalah lukisan kak Arman, di pameran itu kak Arman juga membuka jasa membuat karikatur untuk siswa-siswi SMU Bina Karya yang ingin di gambarkan karikatur olehnya


Semua orang masih sibuk mempersiapkan, biasanya acara di mulai setelah pukul 10 dan akan diawali dengan sambutan-sambutan dari pemilik yayasan, kepala sekolah, dan tamu undangan dari pihak sekolah, acara pembukaan akan di laksanakan di aula sekolah yang ada di lantai empat, aula SMU Bina Karya cukup besar bisa menampung hampir 500 orang didalamnya.


Biasanya lukisan yang di pamerkan akan dijual dan hasil penjualan bisa digunakan untuk biaya oprasional club, inilah yang membuat Arman selalu bersemangat jika ikut pameran di SMU Bina Karya, ia selalu banyak mendapatkan keuntungan dari pameran, lumayan bisa untuk bayar uang kos nya bulan depan.


Lalu siapa yang membeli lukisan-lukisan itu? yang membelinya adalah siswa-siswi SMU Bina Karya yang memang sebagian besar dari keluarga menengah ke atas, tamu undangan dari pihak sekolah dan kadang guru-guru.


Sekarang anggota Osis sedang sibuk menerima tamu undangan sekolah, keluarga pemilik yayasan dan lain nya, sementara club lukis sudah merampungkan semua pekerjaan nya, 15 lukisan sudah terpajang rapi dengan beberapa hiasan yang mereka buat dengan konsep rustic, Mia dan Caca datang ke galeri mereka sebagai pengunjung pertama, keduanya cukup kagum melihat hasil karya kak Arman dan anggota club lukisan lain nya


(Visualisasi lukisan Arman)




"Waaw...kak Arman emang maestro" seru Mia kagum dengan lukisan Arman


"Lukisan lo yang mana sha?" tanya Caca penasaran, Nasha menunjukan lukisan hasil karyanya


(Visualisasi lukisan Nasha)



Lukisan Nasha memang yang paling sederhana diantara lukisan teman-teman nya yang lain, maklum Nasha adalah yang paling amatir di antara anggota lain, Caca dan Mia tertawa melihat lukisan Nasha


"Udah banyak kemajuan lo sha" kata Mia tidak bermaksud mengejek dan Caca mengangguk, Nasha ikut tertawa melihat lukisan nya, sebenarnya Nasha malu lukisan nya harus di pamerkan tapi Nasha ingin menunjukan pada Ziyan kalau dia sangat bersemangat untuk kegiatan ini dan Ziyan akan mau ikut pameran juga, ia ingin menunjukan bakat Ziyan pada dunia


Sebenarnya ada alasan mengapa Nasha memilih menggambar rumah saja seperti anak SD, selain melukis rumah adalah yang paling mudah Nasha juga ingat pembicaraan nya dengan Ziyan saat berada di atap apartment, saat itu Ziyan menceritak masa kecilnya yang harus selalu berpindah-pindah karena di kejar orang-orang suruhan ayahnya, Ziyan bilang ia dan ibunya tidak pernah punya tempat atau rumah untuk menetap, jika mengingat perkataan Ziyan itu Nasha selalu saja merasa sedih, Nasha membayangkan bagaimana Ziyan versi kecil yang harus selalu melarikan diri dan bertahan hidup dengan ibunya, pasti sangat melelahkan harus selalu bersembunyi, oleh sebab itu Nasha melukis sebuah rumah, Nasha ingin menjadi rumah pertama untuk Ziyan tempat dimana Ziyan bisa merasa nyaman ataupun bersembunyi dari orang-orang yang mengejarnya. Sebenarnya Nasha membayangkan untuk melukis rumah yang lebih indah tapi apalah daya kemampuan melukis Nasha masih ada di level dasar


Caca dan Mia berkeliling melihat-lihat lagi


(Visualisasi lukisan Amira dan anggota club lukis lain)




__ADS_1


"Kalo lukisan kak Ziyan yang mana?" tanya Caca sedikit berbisik, Nasha lalu menunjukan nya


(Ziyan melukis sunset yang dilihatnya bersama Nasha ketika di pantai)




(Ziyan melukis pemandangan kota dari atas gedung apartment yang dilihatnya bersama Nasha)



(Ziyan melukis Nasha saat bersamanya di jembatan cinta)


Caca meneliti gambar terakhir yang dilihatnya, dibawah lukisan itu terukir nama 'Adinda' dan hal itu membuat kening Caca berkerut


"Adinda?" mata Caca langsung tertuju pada Nasha yang sedang ngobrol dengan Mia di sebelahnya


"Itu lo sha?" tanya Caca sambil menunjuk lukisan Ziyan, Nasha dan Mia yang tadinya tidak memperhatikan akhirnya melihat lukisan itu juga, dan benar saja di pojok kanan bawah lukisan itu tertulis nama Adinda, Nasha nyaris tidak menyadarinya


Sebuah senyum simpul sekarang tergambar di wajahnya, ini adalah kedua kalinya Ziyan menggambar Nasha dan hal itu membuat Nasha sangat senang, matanya terus tertuju pada lukisan itu


"Lo suka?" tanya Ziyan tiba-tiba datang ke samping Nasha


"Itu aku?" Nasha malah balik bertanya sambil menyembunyikan perasaan nya yang terlalu bahagia, tapi gagal karena senyumnya tidak bisa ditahan, Caca yang sekarang berpindah kesebelah Mia tersenyum ke ge-er an seperti yang di sukai Ziyan adalah dirinya, Mia ikut senang melihat mereka


"Emang nya ada Adinda yang lain di hati gue?" kata Ziyan tegas untuk meyakinkan Nasha


"Lo suka kan?" tanya Ziyan lagi dengan lembut sambil mengelus pipi Nasha yang memerah, Nasha mengangguk kecil mengiyakan "bagus banget" katanya sambil tersenyum menatap Ziyan


"Lukisan ini ga boleh dijual, ini punya gue" kata Ziyan kepada Nasha


"Terus ngapain di pamerin?" Nasha tertawa mendengar perkataan Ziyan


"Ya buat dipajang aja, pokonya semua lukisan gue ga ada yang boleh di jual" Ziyan berkata sekali lagi dengan serius, Ziyan tidak ingin menjual kenangan nya bersama Nasha, ia mau memajang nya di pameran hanya untuk membantu club lukis bukan untuk menjual lukisan


"Iya, iya" kata Nasha menyetujui keinginan Ziyan


"Lo istirahat gih, gak pegel apa berdiri terus, dari kemaren lo yang paling sibuk nyiapin semuanya" suruh Ziyan serius, sejak kemarin Nasha memang sangat exited menyiapkan semuanya, terlebih ia merasa tidak banyak membantu persiapan pameran karena di skors, jadi di jam-jam terakhir Nasha harus banyak membantu, tekadnya


"Aku ga cape kok" seru Nasha dengan yakin


"Bandel banget sih" Ziyan mengacak rambut Nasha gemas pada gadis keras kepala itu "Kalo gitu gue beliin minuman dulu, lo tunggu disini ya" Ziyan kemudian berlalu meninggalkan Nasha dan teman-teman nya yang ada disana


"Beliin buat kita juga woy" Arman berteriak sebelum Ziyan pergi terlalu jauh, dan cowok itu seperti pura-pura tidak mendengar dan enggan menoleh sama sekali


"Kak Ziyan romantis banget siiiiih, meleleh gue" Caca merangkul bahu Nasha dan menyandarkan kepalanya seperti mau pingsan, Mia hanya tersenyum, dan Nasha menatap punggung Ziyan yang semakin jauh dengan perasaan yang bahagia, ia sudah tidak peduli bagaimana orang-orang akan menilai nya, ia tidak peduli lagi jika orang-orang bilang ia merusak hubungan Ziyan dan Diandra, bahkan Nasha sudah tidak ingat pada gadis itu dan perkataan-perkataan nya tentang Ziyan, yang Nasha tau saat ini ia merasa begitu dicintai dan mungkin Nasha sekarang sadar kalau perasaan nya kepada Ziyan juga sudah terlalu jauh lebih dari sekedar teman, tapi itu tidak masalah karena Ziyan juga merasakan hal yang sama dengan nya, andaipun yang jatuh cinta hanya Nasha dan Ziyan hanya bermain-main dengan nya Nasha akan tetap bersyukur karena jatuh cinta pada pria itu.


Nasha kemudian melanjutkan pekerjaan nya, sekarang Nasha sedang menempelkan nama-nama pembuat lukisan disamping lukisan-lukisan itu, pengunjung galeri sudah cukup banyak dan kak Arman sedang di bantu Amira melayani teman-teman nya yang ingin di buatkan karikatur, anggota club nya yang lain ada yang sedang berkeliling melihat bazar dan pameran, sementara Ziyan belum kembali dari membeli minuman


Kemudian seorang pria berpakaian sangat rapi masuk ke galeri, ia mengenakan jas yang sangat bagus dan barang-barang yang dikenakan nya terlihat mahal, pria itu berkeliling melihat satu per satu lukisan yang di pajang, pria itu terlihat tidak asing, Nasha seperti pernah melihatnya di suatu tempat tapi Nasha tidak ingat, usia pria itu mungkin hanya 5 tahun lebih tua dari ayahnya tapi wajahnya sangat familiar, wajah ke bule-bulean yang tampan dan tegas, Nasha seperti sering melihat wajah itu.

__ADS_1


Pria itu kini berdiri dihadapan lukisan karya Ziyan, ia menatap lukisan itu dengan mata yang sedih dan bangga juga kagum, sulit untuk di jelaskan.


"Berapa harga lukisan ini?" tanya pria itu kepada Nasha


Nasha sedikit kaget karena pria paruh baya yang sedang di perhatikan nya itu tiba-tiba bertanya


"Itu tidak dijual pak" kata Nasha sopan, ia ingat perkataan Ziyan kalau semua lukisan nya tidak ada yang dijual


"Berapa harga lukisan ini?" orang itu sekarang malah bertanya ke Arman seperti tidak mempedulikan perkataan Nasha


Arman menatap Nasha dan gadis itu menggelengkan kepalanya seperti memberi tanda Ziyan tidak akan mengijinkan lukisan nya dijual


"Maaf pak, lukisan ini tidak dijual" kata Arman tidak kalah sopan, bagi Arman orang itu adalah santapan empuk, andai saja orang itu tertarik dengan lukisan nya maka ia akan mendapatkan uang yang lumayan besar


"Kenapa?" tanya pria itu tegas


"Pembuatnya tidak mau menjual lukisan nya, dia hanya mau memajang nya saja" terang Arman


"Saya bisa bayar dengan harga berapapun" serunya lagi sedikit memaksa, sekarang Nasha mengerutkan dahi, ia sedikit kesal kenapa bapak ini sangat memaksa


"Maaf pak tidak bisa" kata Arman tidak enak "atau bapak tunggu saja disini, anak yang membuatnya sedang keluar sebentar, nanti bapak bisa nego dengan dia langsung" lanjutnya


Pria itu kini hanya menatap Arman tanpa tersenyum, kemudian ia pergi dari galeri dan tidak memaksa lagi membeli lukisan Ziyan, wajah Arman terlihat kecewa melihat mangsanya pergi


Ziyan kembali ke galeri bersama Ken dan Arvi yang membawa kardus minuman sesaat setelah bapak yang menawar lukisan nya pergi dari galeri, walaupun ia tadi acuh dengan teriakan Arman yang minta di belikan minuman tapi Ziyan tetap mengabulkan nya


"Spesial buat tuan putri" kata Ziyan sambil menyodorkan banana milk kesukaan Nasha, kemudian gadis itu tersenyum menerima nya


Waktu sudah menunjukan pukul 10 lewat dan upacara pembukaan belum juga dimulai, suara speaker dari arah panggung sekarang terdengar, disana ada pak Dirman yang menginstruksikan semua siswa untuk masuk ke aula karena upacara pembukaan akan segera dimulai


Semua anggota club lukis keluar meninggalkan galeri pameran menuju aula termasuk Nasha yang kemudian di tahan Ziyan


"Kita disini aja" cowok itu menarik tangan Nasha


"Loh? kenapa?"


"Gue males ikut yang begitu-begitu, cuma bikin ngantuk"


Nasha melepaskan genggaman Ziyan di lengan nya dan balik menggenggam jari-jari Ziyan mengajak cowok itu ke aula


"Ayoooo, jangan bandel" kata Nasha sambil menarik Ziyan


"Kalo gitu gue disini aja deh, lo kalo mau kesana gak apa-apa"


Ken dan Arvi saling menatap melihat tingkah Ziyan, biasanya cowok itu akan mengekor kemanapun Nasha pergi


"Ayo dong, ini pertama kalinya kamu ikut kegiatan ini kan, aku juga sama, aku pengen ikut semua rangkaian acaranya" kata Nasha membujuk


"Tapi shaaa" Ziyan balik menggenggam tangan Nasha erat sementara gadis itu sekarang memberikan wajah memohon yang tidak mungkin bisa di tolak Ziyan.


❣️

__ADS_1


__ADS_2