Dua Sisi

Dua Sisi
BAB 10. Reuni


__ADS_3

opie dan Dinda pun datang ke tempat mengajar azy sahabat mereka.


walau mereka orang bisa di bilang kaya tapi hidup mereka sangat sederhana sekali.


mereka tidak mau ketergantungan dengan kemewahan keluarga nya.


sampai di sekolah tempat azy mengajar, Dinda langsung turun sedangkan opie sedang muntah-muntah karena Dinda membawa mobilnya bikin opie mabuk.


"kan sudah gue bilang kalau naik mobil sama gue itu!! Lo harus siapin Kantong kresek."ujar Dinda.


"Lo aja yang kalau bawa mobil,bikin orang mabuk."kesal opie.


dari jauh azy sudah melihat sahabatnya dan dia hanya tersenyum saja.


"kalian apa masih mau berdebat di sini? tanya azy


"azy mau teh manis panas dong!! pinta opie.


"ayo masuk dan akan aku buatkan teh manis."ajak azy.


"sst azy sejak jadi guru sangat sopan banget ya? bisik Dinda.


"iya kek gue makin Manis aja."timpal opie.


"makin manis yang ada juga asin."sahut Dinda.


"ikan kali asin."ujar opie


"ayo silahkan di minum," seru azy


"ada apa kalian sampai ngga sabar menemui ku di sekolah?tanya azy sambil memperhatikan wajah opie dan Dinda bergantian.


lalu Dinda menceritakan apa yang terjadi dengan opie lalu Azy jadi mengingat sesuatu.


"jadi dia hubungi gue dua hari lalu bilang sudah dapat calon suami baru lagi itu laki Lo? akhirnya keluar juga sifat bar-bar nya Azy.


"husstt Bu guru jaga sikap ya."bisik opie


Dinda Langsung Tertawa terbahak-bahak bahkan Sampai memegang perutnya.


"upss maaf terbawa emosi jadi nya lupa deh."ucap azy sambil menutup mulutnya.


"dan lusa kita reuni apa kalian ada rencana busuk untuk si Nia? tanya azy.


"bisa Lo pancing dia untuk bawa cowok nya itu dan cukup Lo bilang kalau gue ngga akan datang."pinta opie.


"oh tidak bisa jika seperti itu dia ngga akan mau mengeluarkan simpanan nya."seru azy


"terus apa dong? tanya opie


"untuk sementara kita terus cari tahu dulu saja dan baru kita atur siasat jahat."senyum jahat Dinda.


"cara nya ? opie seperti putus asa.


"Lo lagi hamil jadi sudah santai saja? orang seperti itu kalau Lo panik dan nangis-nangis yang ada di anggap kalah."ujar azy.


"kok di bilang kalah? kan wajar sedih kehilangan orang yang kita sayang udah gitu di ambil teman sendiri lagi."rengek opie.

__ADS_1


"eleeh pake drama lagi."ledek Dinda


"hahahahaha ketika gue tahu dia bohong rasa sayang dan cinta gue sudah mulai pudar."sahut opie.


"gue ngga bisa menerima perselingkuhan karena gue bukan wanita yang kuat."ujar opie.


"siapa pun itu ngga akan bisa menerima perselingkuhan apa lagi sama teman sendiri."timpal azy.


"gue ngga habis pikir apa yang ada di otak si Nia sih? kek nya Suka banget sama suami orang."ucap Dinda.


"entahlah mungkin ada pepatah rumput tetangga lebih hijau."timpal opie sambil terkekeh.


"masa depan baby Lo gimana? dia masih butuh figur seorang ayah."tutur azy.


"pasti bisa jika untuk anak!! apa pun itu."jawab Opie.


"iya kita hanya bisa dukung Lo saja."seru Dinda.


setelah bertemu dengan sahabatnya dan Opie memilih untuk pulang.


sampai di rumah dia tidak melihat ada suami nya, opie mengusap perut nya yang masih rata.


seharusnya dia bahagia mendengar kabar ada seorang hadir di dalam perutnya.


opie Langsung masuk kekamar dan tertidur pulas dia seolah belajar menerima masalahnya.


bangun pagi opie melihat suami nya masih tertidur dengan cepat dia bangun dan mandi.


"mba aku berangkat dulu ya!! dan tolong siapkan sarapan untuk bapak."pinta opie yang langsung keluar dari rumah dan melajukan mobilnya tanpa menunggu jawaban dari assisten rumah tangga nya.


banyak pesan bahkan telpon dari Hendy tapi dia abaikan saja.


"rasa sakit ku mengalahkan rasa sayang aku ke kamu mas."lirih opie.


dan jam menunjukkan pukul tujuh malam, opie pun bangun dari meja kerja nya untuk segera pulang.


sampai di rumah pun sama saja sepi yang dia rasakan karena Hendy belum pulang.


"nona mau makan? tanya assisten rumah tangga nya.


"ngga mba!? makasih."ucap opie langsung naik dan masuk kekamar nya.


seperti nya opie harus terbiasa tanpa Hendy lagi dan dia sudah mulai membiasakan itu.


lama dia termenung akhirnya mata nya pun terpejam juga.


calon bayi yang ada di dalam perut nya seolah bekerja sama dengan nya.


opie sudah tidak mual lagi seperti kemarin-kemarin.


bangun lebih pagi sekarang jadi kebiasaan dia dan langsung ke kantor tanpa menyapa suami nya lagi.


pagi ini Hendy coba bangun pagi tapi terlambat istrinya sudah masuk kedalam mobil dan langsung berangkat begitu saja.


"ada apa dengan opie? aku seperti tidak mengenal nya lagi bahkan aku merasa kehilangan dirinya."gumam Hendy.


sampai di kantor opie langsung memesan sarapan dan kali ini makan nya sangat lahap.

__ADS_1


"jangan lupa nanti sore ada reunian."isi pesan Dinda.


"oke."jawab Opie singkat.


opie melangkah kan kaki nya dan menatap pemandian dari jendela ruang kerja nya.


"ternyata hanya segini saja nasib rumah tangga ku."gumam nya dalam hati.


sore nya opie hadir di acara reunian sekolah nya dulu, dia datang sendiri dan Dinda serta azy sudah menunggu nya.


"baik-baik aja kan? wajah Lo agak pucat."Dinda menatap wajah sahabatnya.


"lapar."bisik opie


"dasar Lo!! ya udah yuk makan," ajak azy.


mereka bertiga melewati Nia yang sedang pamer dengan teman-teman yang lain.


banyak yang menyapa opie karena dia primadona di sekolah.


wajah cantiknya tidak pernah berubah dan dia sangat rendah hati.


"itu kan opie? tunjuk teman nya


"iya gila makin cantik saja ya? ngga ada berubah nya."timpal salah satu temannya.


"biasa aja kali!! cantik dari mana? kesal Nia


"dia ngga dandan aja cantik!? apa lagi make up ya."seru teman nya lagi.


nia pun berdiri dan mendekati meja opie, Dinda dan azy.


"kalian sombong banget pake ngga nyapa," seru Nia.


"lagi lapar jadi suka amnesia sama orang."sahut opie.


"kalian belum tahu ya? kalau aku akan menikah lagi."ucap Nia sambil melirik ke opie.


"nikah lah dan bahagia asal jangan lagi Lo nikahin laki orang."ledek Dinda.


"iya gue sih cape kalau harus di labrak istri sah dan cuma bikin malu aja."timpal azy.


"kali ini dia akan menceraikan istrinya dan akan nikahin gue secara sah karena istri nya itu ngga bisa kasih anak."terang Nia.


opie mengepakkan tangan nya dan dia masih bisa menahan emosinya.


"baguslah dan semoga lelaki itu benar-benar membahagiakan Lo ya."timpal opie.


"maksud Lo apa? kesal Nia.


"nah bini nya aja doa cerai cuma karena liat body Lo doang!! terus kalau sama Lo udah bosan dia bisa ganti bini lagi kan," tutur opie dengan senyum ngeledek nya.


azy dan Dinda sudah menahan ketawa nya saja karena apa yang di katakan opie ada benarnya juga menurut mereka.


Nia semakin kesal karena opie sudah membuat dia marah.


sedangkan Hendy sudah menunggu opie di rumah tapi istrinya belum kembali juga.

__ADS_1


__ADS_2