
Setelah pertemuan terakhir itu baik Opie atau Hendy sudah tidak ada saling memberikan pesan.
Opie menunggu itikad baik Hendy untuk berkomunikasi dengan putra nya tapi sampai Axel mau masuk sekolah TK pun Hendy seperti menghilangkan diri.
Axel sudah tidak menanyakan lagi di mana ayahnya, seperti nya anak ini pun lelah menunggu janji ayah nya.
sampai di sekolah baru nya pun dia tidak mengeluh apa pun.
Axel anak yang sangat ceria bahkan teman-teman nya pun sangat menyukai Axel.
Axel selalu bilang jika dirinya mempunyai ayah tapi sudah tidak bisa tinggal satu rumah dengan bunda nya lagi karena ayahnya harus bekerja keras jauh di luar negeri.
semua perkataan opie selalu Axel ingat dan bahkan dia tidak pernah iri dengan anak-anak lain.
"Axel."teriak opie yang menjemput anaknya pulang sekolah.
opie sangat beruntung bertemu ibu-ibu yang tidak terlalu mencari tahu kehidupan orang lain.
"bunda..bunda jemput aku."teriak Axel senang
"iya kan bunda sudah janji dengan mu, nak."sahut opie yang memeluk anaknya.
"apa kita akan pergi makan siang juga? tanya Axel
"tentu kita akan makan siang dengan kakek dan nenek intan."ujar opie sambil memasang kan sabuk pengaman untuk Axel.
"aku rindu dengan kakek."ucap Axel
"yeah kita akan bertemu dengan nya jadi,ayo kita berangkat."seru opie.
Opie Selalu ceria di depan anaknya, dia tidak pernah akan terlihat lelah apa lagi sedih.
Opie merasa Tuhan baik masih bisa mengirimkan orang yang akan menemani opie nanti.
"apa kau senang hari ini di sekolah mu."tanya opie
"aku sangat senang Bun, dan aku mempunyai guru yang cantik."terang Axel.
"apa bunda sudah tidak cantik lagi ya."opie pura-pura merajuk
"bunda itu orang paling cantik dan akan selalu jadi nomor satu untuk Axel."seru Axel
"hahahahaa pasti anak bunda ada mau nya nih."ledek opie.
"ngga ada bunda aku sangat sayang bunda."ucap Axel.
"bunda juga sangat sayang Axel "sahut opie.
...meraka pun tiba direstoran tempat papa dan mama nya opie menunggu....
Axel mengikuti langkah bunda nya dan Axel selalu ingin melindungi bunda nya.
sesuai janji nya ke uncle vino dan kakek Kris, dia anak laki-laki yang harus menjaga Bundanya.
"hai boy ."sapa pak Kris
"haloo kakek apa kau baik-baik saja."sapa Axel
__ADS_1
"tentu aku akan selalu baik-baik saja."seru pak Kris
"hai necan?! apa kabarmu? sapa Axel ke mama intan sambil mencium pipi mama intan.
"aku baik selalu sayang."sahut mama intan
baginya Axel sudah seperti anaknya karena Axel sangat dewasa dan tidak manja.
"kalian mau makan apa? biar Axel pesankan."tanya Axel sambil membaca buku menu.
"apa bocah ini sudah bisa baca? bisik mama intan ke opie.
"iya nyonya dia sudah bisa baca dengan lancar."sahut opie.
"kenapa dia cepat sekali besar sih."ucap mama intan.
"aku ingin cepat besar karena bunda harus aku jaga."timpal Axel
"yeah aku tahu itu!! kau akan jadi bodyguard bunda mu."sahut mama intan.
yang selalu akan berdebat dengan Axel atau dengan opie.
"kakek, apa di tempat kakek butuh orang untuk bekerja? tanya Axel
"untuk siapa dan apa dia bisa menggunakan komputer? ujar pak Kris.
"bisa dia bisa menggunakan komputer, dan aku yang akan bekerja biar bunda tunggu dirumah saja."jawab Axel.
membuat pak Kris tersedak ludah air liur nya sendiri,dengan ucapan Axel.
"nak, dengar kan bunda ya? ada kala nya nanti bunda akan berhenti dan kamu Yang akan menggantikan bunda.jadi fokus lah sekolah yang rajin sampai kau bisa lulus dengan nilai terbaik."
tidak lama makanan yang mereka pesan pun sampai dan mereka mulai makan dengan tenang.
bukan opie tidak mau mengunjungi mama nya karena opie menghindari ucapan Marry yang selalu meminta Axel mencari kan papa baru untuk Axel.
"mah aku akan ada kunjungan kerja lagi dengan papa, apa aku bisa menitipkan Axel tapi sebaiknya dirumah ku saja mah."tanya opie.
"bisa dong dan papa mu tadi sudah bilang kok ke mama,"sahut mama intan.
"jika Axel libur pasti sudah akan aku bawa mah dan aku hanya tiga harian saja kok mah."terang opie.
"kau tenang saja, axel akan aku jauhkan dari nenek sihir yang sangat menggangu kita."ucap mama intan
"siapa nenek sihir necan? tanya Axel
"oh itu loh dongeng nenek sihir."sahut mama intan.
"kenapa kau suka sekali memanggil ku necan? tanya mama intan
"iya karena Kau, nenek yang cantik."seru Axel.
"tapi lebih cantik bunda ku."ucap Axel.
"baru saja aku sangat senang dan jadi kesal lagi deh."mama intan pura-pura merajuk.
"jangan marah necan!! nanti cantik nya luntur."canda Axel.
__ADS_1
"kau pikir cantik ku ini pakai bedak yang kena air akan luntur."cebik mama intan.
"sudah mah!! ayo habis kan dulu makanan nya."seru pak Kris.
mereka melanjutkan makan tanpa obrolan lagi karena fokus dengan pikiran masing-masing.
"wah sedang makan di sini juga ya."tiba-tiba marry muncul di hadapan mama intan.
"iya kebetulan saja."sahut mama intan
"di mana anak mu? bukan nya pulang sekolah jam segini."tanya mama intan sambil mencari Tari Anak dari vino dan marry.
"oh itu sedang di jemput suster nya mah."jawab marry.
ini yang tidak di suka oleh pak Kris atau pun mama intan, gaya nya marry sangat-sangat sosialita dan tidak mau mengurus anak nya.
Opie sedang menelpon seseorang yaitu sekretaris nya dan dia juga menghindari pembicaraan dengan kakak iparnya itu.
marry sedikit kesal ketika melihat opie yang nampak sibuk.
"hai Axel apa kau tidak menyapa aunty."sapa marry
"maaf aunty aku sedang makan."sahut Axel
"oh ya maaf dan apa kau sudah mendapatkan papa baru? tanya marry
"aku ngga butuh papa karena aku yang akan menjaga bunda ku."ucap Axel tegas.
"kau tidak asyik."ucap marry.
"aunty yang kurang asyik dan tidak mendidik."sahut Axel kesal
Axel akan tidak sopan jika seseorang memaksakan kehendaknya.
pak Kris hanya mendengar saja dan tidak mau membela atau memberikan pendapatnya.
karena ucapan Axel jelas-jelas dan harusnya marry tidak usah terus mengulangi pertanyaan yang sama.
"apa makan nya sudah ? bunda ada kerjaan lagi, dan ayo bunda antar pulang ya" ucap opie.
"oke bunda, ayo kita pulang."ajak Axel.
"kak marry, maaf aku duluan ya."ucap opie.
opie pun memeluk mama dan papa nya lalu mengucapkan terimakasih.
begitu pun dengan Axel dia mencium nenek dan kakek nya lalu mengucapkan terimakasih.
marry hanya melihat dengan tatapan jengah, karena bagi nya itu ngga perlu di lakukan.
marry tidak pernah mengajari anaknya sopan santun justru anaknya sangat sopan karena ajaran dari papa nya vino.
mama intan pun langsung memberikan kode ke suami nya untuk pergi dari restoran.
pak Kris pun membayar makanan dan pergi begitu saja tanpa menyapa marry.
"mama mau kemana?tanya marry
__ADS_1
"aku banyak kerjaan dan waktu ku lebih penting."sahut mama intan kesal melihat menantu nya yang semakin hari semakin gila harta.