
Hari ini tepat hari pernikahan vino dan juga marry, sejak semalam opie sudah menginap di rumah orang tuanya bahkan dia sampai mengganggu kakak nya.
pagi ini pun dia sudah berada di kamar kakaknya lagi, opie senang sekali mengerjai kakaknya.
kali ini dia nampak sedikit banyak diam hanya memperlihatkan kakaknya saja.
"setelah ini kau akan pergi kan? dan tidak menetap di sini."ujar opie sambil memperhatikan kakaknya yang sedang di pakaikan jas.
"aku akan tinggal sampai kau melahirkan nanti."jawab vino.
"apa kau hanya merasa kasihan dengan bayi ku dan aku saja."tanya opie.
"kau ini kenapa? aku tidak akan meninggalkan kau dan anak mu bahkan aku dan marry ingin sekali kau ikut dengan ku."ungkap vino.
ucapan vino membuat mata opie berkaca-kaca karena dia merasa kakaknya tidak akan melindungi dia lagi.
"sebaik nya aku keluar dulu kak!! maaf sudah mengganggu mu."ujar opie dengan langkah kaki nya yang sudah agak susah bergerak bebas.
opie memilih turun dan berjalan ke belakang, jika suasana hati nya tidak baik-baik saja.
dia akan duduk di dekat kolam ikan sambil menatap ikan-ikan yang berlarian.
"aku cari ternyata kau di sini?? seru sepupu nya
"iya aku lagi gak enak banget badan ku."sahut opie.
"apa kau mau istirahat? ayo aku antar kamu ke atas? tawar sepupunya.
"tidak usah biarkan saja aku istirahat di sini."pinta opie
opie pun merebahkan tubuhnya di sofa dan memejam matanya.
sedangkan papa nya sedang mencari opie tapi tidak terlihat yang terlihat hanya vino yang sudah siap.
"kita berangkat sekarang ya!! seru Bu intan
"baik, ayo mah? ajak pak Kris.
mereka masuk kedalam mobil masing-masing, akan menuju Rumah mempelai wanita.
bagi opie kehadiran nya ada atau tidak pun acara tetap berjalan.
opie pun sudah memberikan mereka hadiah jadi dia memilih mengistirahatkan badan nya yang nampak lelah.
"yang lain sudah berangkat tapi kau belum siap!! ayo aku bantu kau mengganti pakaian mu."ajak Tiwi sepupu opie.
"kau berangkat lah dan aku akan menyusul."opie masih malas untuk bergerak.
"baiklah kalau begitu aku duluan ya!? seru Tiwi.
Tiwi pun pergi meninggalkan opie yang masih memejamkan matanya.
__ADS_1
"Bu?? apa ibu mau istirahat saja."tanya art yang masih setia menunggu opie.
opie membuka mata nya yang terpejam dan menatap art nya.
"kita kerumah mba saja yuk? aku ingin istirahat tenang kan pikiran ku."ajak opie
"rumah saya jauh banget Bu? apa ibu bisa dan kuat? tanya art opie.
"aku ingin tenang mba."gumam opie dan tatapan nya kosong.
"sebaiknya kita pulang saja yuk Bu? ajak art nya
tidak lama sekretaris nya pun menghampiri opie juga.
"mba opie apa kurang sehat? sapa sekretaris nya.
"iya mba dan aku ingin pulang saja."jawab opie.
"kalau begitu hayo saya antar kan ."tawar sekretaris nya itu.
opie pun di bantu berdiri dan berjalan menuju garasi mobil.
opie masuk kedalam mobil nya di ikuti art dan sekretaris nya pun mengantarkan opie pulang.
sepanjang perjalanan opie hanya tertidur saja,entah kenapa dia sangat lemas sekali.
"apa mba opie mau makan sesuatu? tawar sekretaris nya
"Jangan mba opie kan sedang hamil besar dan resikonya jika pergi jauh."terang sekretaris nya.
"ya udah antar pulang saja."ujar opie dengan lesu.
"saya ada tempat Tidak jauh dari Jakarta tapi sangat sejuk dan sepi!! kalau mba mau biar aku antar kesana."ujar sekretaris nya
"pulang saja!! aku lebih baik di rumah."ucap opie.
seketika art dan sekretaris nya merasa tidak enak tapi mereka tidak mau ambil resiko.
apa lagi menyangkut anak kesayangan pak Kris , opie sangat di sayang oleh papa nya.
papa nya sangat khawatir jika opie ada masalah bahkan dia akan menjaga anaknya itu.
sesuai di rumah nya, opie langsung masuk kedalam kamar dan dia memilih melanjutkan tidur nya.
sedangkan sekretaris nya akan menemani opie sambil mengerjakan pekerjaannya..
sementara mama intan mulai panik karena salah satu anak nya tidak muncul juga.
"apa anak ku di culik ya? lirih mama intan
"mah duduk yang tenang dan lihat para tamu memperhatikan mu."ujar pak Kris.
__ADS_1
"aku ngga bisa tenang kalau anak ku yang satu lagi tidak ketemu."tutur Bu intan
vino menghampiri orang tuanya dan menanyakan adiknya yang belum terlihat juga.
"apa tadi ucapakan ku sudah menyinggung perasaan nya ya."vino baru menyadari jika ucapan dia tadi sudah menyinggung perasaan adik nya itu.
acara segera di mulai dan vino sudah siap di meja nya sambil menunggu mempelai wanita turun.
acara akad nikah berjalan dengan lancar bahkan saat ini vino dan marry sudah sah menjadi pasangan suami istri.
Bu intan masih saja gelisah bahkan dia sudah di beritahu jika opie sedang tidur karena badan nya tidak enak..
tetap saja dia merasa jika anaknya tidak baik-baik saja.
"aku hapal dengan kelakuan anak-anak ku pah!! aku yakin dia tidak baik -baik saja."kesal Bu intan karena suami nya terus saja menahan dirinya.
"kita akan kesana sama-sama mah!! tapi tunggu setelah menyapa tamu."pinta pak kris.
akhirnya Bu intan pun menuruti apa kata pak Kris.
bahkan dia sudah memaksa kan senyum nya.
Di rumah opie tidur sangat pulas sekali dan sebelum tidur dia meminta di buatkan jus kacang hijau.
sekretaris nya masih menunggu sampai opie terbangun, tapi sayang nya opie belum bangun juga.
sampai dia pun ikut tertidur di sofa ruang tengah rumah opie.
Bu intan meminta suami nya untuk mengecek keadaan anak nya dulu baru dia bisa tenang.
dia terus saja mengoceh sepanjang perjalanan ke rumah opie.
membuat pak Kris pusing di buatnya, tidak opie dan mama nya itu sama saja.
"papa mendengar kan aku bicara tidak sih? tanya Bu intan
"aku dengar mah bahkan aku sampai hapal yang kau ocehkan dari tadi."cebik pak Kris
pak Kris hanya memijit pelipis nya saking pusing dengan istrinya.
sampai di rumah anaknya nampak sepi dan Bu intan masuk kedalam kamar anak nya.
terlihat opie sedang tertidur memeluk guling kesayangan nya..
Bu intan tidak tega membangunkannya dan memilih keluar dari kamar opie.
berpapasan Dengan art dan menanyakan keadaan opie.
"maaf nyonya dari pagi memang Bu opie sedang kurang sehat bahkan sudah beberapa hari dia merasa kan kontraksi terus."ucap art di rumah opie
"kau jaga anak ku ya? jika ada apa-apa langsung hubungi aku.",tegas Bu intan..
__ADS_1
lalu dia meninggalkan rumah opie karena mau bersiap acara resepsi vino dan marry.