Dua Sisi

Dua Sisi
BAB 41. Perpisahan


__ADS_3

Vino sengaja di lobby hotel tempat istrinya menginap, dia mengirimkan pesan ke marry tapi marry bilang sedang sibuk mengurus anaknya.


lalu vino mengirimkan beberapa gambar ke ponsel marry dan membuat marry panik.


Vino masih tetap menunggu marry keluar dari hotel, dan yang di tunggu pun datang juga.


marry tidak melihat vino yang sedang duduk di lobby dengan Dennis.


"eheem apa mengurus anak di rumah yang di maksudkan urus selingkuhan mu itu."tunjuk vino dengan santai nya.


"Vin bisa aku jelaskan."sahut marry gelagapan.


"jelasin apa? mau kasih tahu sudah berapa tahun nya kalian selingkuh? aku sudah tahu semua."ujar vino santai


Rasa cinta vino langsung hilang begitu saja dan dia pun menatap wajah marry pun biasa saja.


"vino aku ingin jelaskan kenapa aku bisa di sini dan aku ngga seperti yang kau pikirkan."ujar marry


"sudahlah aku sudah muak dan sangat muak."jawab vino.


"oh ya satu lagi!! barang-barang mu sudah di antar ketempat yang seharusnya berada."terang vino.


"apa maksud mu dengan barang-barang ku?tanya marry


"sebaiknya kau tanya mama mu saja."vino pun meninggalkan marry yang masih memanggil nama nya.


sakit bercampur amarah vino rasakan,ingin rasa nya ini tidak terjadi tapi pada kenyataannya ini nyata ada nya.


"apa kau lebih baik? tanya Dennis


"entahlah dan aku butuh waktu untuk menyembuhkan luka hati ku."sahut vino.


"kau laki-laki dan aku harap kau bisa move on."ujar dennis.


"mungkin dulu adikku pun seperti ini ketika suami nya berkhianat dan sangat sakit seperti yang aku rasakan sekarang."ungkap vino.


"tapi Opie wanita kuat dan hebat, aku harap kau bisa seperti adikmu."seru Dennis.


Dennis kembali ke villa tapi vino lebih memilih menenangkan diri dulu.

__ADS_1


"mana kak vino? tanya Opie sambil mencari sosok kakaknya.


"dia menenangkan diri dulu katanya."jawab Dennis.


"uh ya sudahlah."Opie pun memilih duduk dan termenung sejenak.


"aku rasa dia akan kembali seperti semula jadi kau tidak perlu khawatir."Dennis pun ikut duduk di samping Opie.


"iya semoga dia bisa melupakan kejadian ini."sahut opie.


"vino sudah dewasa jadi kau tidak usah pikirkan kakak mu."timpal mama intan.


"tadi dia telpon mama dan minta segera di urus perceraian nya serta untuk hak asuh anak dia minta untuk di ambil alih oleh kakak mu saja."ungkap mama intan.


"serius mah? mau pisah."opie Semakin penasaran


"jika istri sudah terlihat dengan pria lain apa lagi mereka satu kamar!! pria mana yang akan mau memaafkan? ujar mama intan.


"hanya 1001 yang akan memaafkan.",


"jangan kan pria mah!! kita saja juga akan sama kan."sahut opie.


"ngapain juga mah inget sama masa lalu."kesal Opie.


"cie jadi mau yang masa sekarang nih.",canda mama intan.


"nyonya bisa ngga itu mulut diam."kesal Opie.


"yah mulut ini kan mulut aku dan mau diam atau ngga ya tergantung mulut ku."canda mama intan.


"terus Mau kapan lamaran nya? jangan Lama pacaran nanti bablas."ledek mama intan.


"bablas kenapa,Tante? timpal Dennis.


"iya bisa bablas langsung hamil, bisa juga bablas di tinggal nikah dengan orang lain."celetuk mama intan.


"kalau nikah sama yang lain berarti ngga jodoh nyonya."seru opie.


"oh ngga bisa gitu lah!! harus nikah."ancam mama intan.

__ADS_1


"kan yang mau nikah aku mah? kesal opie


"tuh kan mau nikah? ayo Denn ngapain nunggu lagi? seru mama intan.


"ini nih selalu menjebak orang nih."protes Opie


"oh berarti gak mau dia Denn!! ya udah ini ada teman nya anak Tante sudah siap mau nikah hanya saja belum dapat yang cocok. siapa tahu aja cocok sama kamu Denn!! ujar mama intan.


spontan wajah Opie langsung di tekuk dan langsung melempar bantal ke arah Dennis yang senyum saja.


"apa? senang ya? ya sudah sana ikut nyonya intan dan jangan lupa undangan nya."opie pun berdiri sambil menggenggam kaki nya ke lantai.


mama intan langsung tertawa terbahak-bahak, bahkan Axel pun ikut tertawa.


"bilang kalau cinta jangan sok pura-pura ngga cinta."teriak mama intan.


"bodo amat!! teriak opie dengan emosinya.


Dennis mengejar Opie yang berlari ke pinggir pantai.


dengan cepat Dennis memeluk opie dari belakang dan membisikkan di telinga Opie.


"tidak ada tempat di hati ku selain dirimu dan aku akan menunggu sampai kau siap menjadi ibu dari Axel dan anak-anak kita nanti."bisik Dennis.


"hadooh ngga usah nunggu deh kelamaan."kesal Opie


Dennis mengernyitkan dahi nya dan seolah berpikir apa yang opie katakan.


"Dennis!! Opie ."teriak mama Ayu


"sini dulu ada gosip."seru mama ayu


Opie dan Dennis pun langsung menghampiri mama ayu.


"ada apa Tante? tanya Opie.


"itu loh vino mau cerai dan vino sedang bersama Lia sekarang."seru mama ayu.


Opie dan Dennis pun saling berpandangan lalu mereka pun menepuk jidatnya.

__ADS_1


__ADS_2