Dua Sisi

Dua Sisi
BAB 45. Mulai Posesif


__ADS_3

Hari berikutnya nampak berbeda karena Dennis akan mengantarkan dan menjemput Axel begitu pun dengan Opie.


Dennis tidak mau jika orang-orang yang di sayangi nya harus melakukan kegiatan sendiri.


Awalnya Opie sempat protes karena dulu saja dia masih bisa melakukan sendiri tanpa harus di antar ke sana ke sini.


Terbalik dengan Dennis, Anak ini sangat menyukai apa yang Dennis lakukan bahkan sekarang dia memanggil nya Daddy.


Baru ini Axel merasakan perhatian seorang ayah dari mulai bangun sampai tidur, Dennis selalu mengecek kegiatan anak sambung nya.


"kau akan ke cabang? kapan berangkat nya? aku akan antar ya? tanya Dennis.


"mas aku kan dengan Lia dan kau kalau sudah selesai pekerjaan mu, bisa menyusul aku ya."hanya itu cara menenangkan hati Dennis.


"baiklah tapi dengan satu syarat!! kabari aku setiap menit? Agar aku tidak khawatir."pinta Dennis sambil membelai rambut Opie.


"baiklah sayang dan aku janji akan mengabari mu setiap menit bila perlu detik."jawab Opie sambil tersenyum manis.


perhatian Dennis menurut Opie sangat berlebihan tapi mungkin ini cara Dennis mencintai dirinya dan juga Axel.


Satu Minggu untuk Opie menjadi terbiasa dengan perlakuan Dennis.


Selepas pulang dari kantor cabang, Opie langsung menuju butik mama nya untuk fitting baju pengantin nya.


"lelah banget? kenapa ngga istirahat dahulu."tanya mama intan.


"nanti dari sini langsung pulang mah."jawab Opie lemas.


"kau sakit? apa hamil."tanya mama intan


"aduh Bu peri mulutnya!! ampun deh."kesal Opie.


"apa? setajam silet? celetuk mama intan

__ADS_1


"bukan setajam samurai."sahut opie


Opie pun menyudahi fitting baju pengantin untuk nya dan besok acara pernikahan akan di laksanakan pagi.


"etis marimar anda mau pulang kemana? cegat mama intan


"pulang kerumah lah Mak Ijah."sahut opie.


"ngga bisa!! anda pulang kerumah majikan dulu baru pulang kerumah anda."mama intan menarik tangan opie untuk masuk kedalam mobil nya.


"ya ampun nyonya!! ini kan bukan anak ABG di pungut."cebik Opie


"pungut!! pingit Oneng."sela mama intan.


"nyonya pulang kerumah aku saja!! aku ingin tidur nyonya."teriak opie.


"eits tidak bisa?? protes mama intan.


"jalan pak ."perintah mama intan.


"mau ngapain dia datang mah? sahut opie.


"mau minta sumbangan!! upss salah, mau pamer pacar nya tapi sayang nya, aku keceplosan kalau udah liat itu perempuan di club malam."mama intan pun menutup mulutnya.


"nyonya!! apa nyonya sering ke club malam."tanya opie sambil menjewer telinga mama nya.


"anak durhaka!! emak sendiri di jewer? seru mama intan sambil mengusap telinga nya.


"ya terus mau jadi emak durhaka? cebik Opie


"aku tahu dari mama nya Hendy lah!! terus juga para karyawan punya foto itu wanita karena dia open BO." ungkap mama intan


"apaaaa!! jadi dia butterfly night."teriak Opie

__ADS_1


"kupu-kupu loncat bukan malam."cebik mama intan kes karena anaknya teriak di kuping nya.


"masa sih mah?? Nia bukan nya banyak uang mah? tanya opie


"mana aku tahu!! dan aku aja baru tahu nama nya dan baru ingat kalau dia teman mu kan? seru mama intan.


"sudahlah biarkan saja itu pilihan hidup mereka dan biarkan apa yang mereka tanam akan mereka tuai sendiri."ujar mama intan


"tumben dia bener lagi ngga geser."gerutu Opie


auto kena pukulan di bahu nya karena mama nya masih mendengarkan apa yang opie katakan.


"besok bisa ngga mah itu acara siang saja? aku ingin tidur nyenyak."pinta Opie.


"iya ngga apa-apa dan jangan salah kan jika Dennis akan menikah dengan Tuti."timpal mama intan.


"sembarangan main nikahkan orang."sahut opie


"lagian mana ada nikah di undur ke siang!! bagus pagi dan siang nya kan bisa santai."terang mama intan.


Opie sudah tidak ada perlawanan ternyata Opie tidur dengan pulas.


dengan mulut yang menganga sampai mama intan menahan ketawa nya karena memvideokan anak nya yang tidur mangap.


"cakep-cakep tetap saja kalau tidur ya jelek."gumam mama intan sambil tertawa terkekeh geli.


"Bu sudah sampai."ucap pak sopir.


mama intan keluar begitu saja meninggalkan anaknya yang masih tidur.


"Bu apa nona di bangunkan? tanya sopir mama intan.


"hmm ngga usah biarkan saja."mama intan pun berlalu meninggalkan sopir dan Opie yang masih pulas di dalam mobil.

__ADS_1


Sopir masih setia menunggu Opie bangun, sesekali sang sopir melihat kedalam mobil berharap Opie bangun dan ternyata tidak bangun juga.


__ADS_2