
"jadi kau tidak akan pernah menikahi ku? walau pun aku mengandung anak mu pun? dengan suara gemetar Nia bertanya seperti itu.
"iya itu tidak akan terjadi karena aku bersama mu tidak memakai hati."ujar Hendy
"aku ngga percaya itu!? kau berkata seperti ini karena ada opie dan kakaknya kan? tanya Nia.
"dengar apa pernah aku bilang mencintai mu atau sayang dengan mu? tidak pernah kan?kau selalu mengejar ku bahkan kau bisa menjebak ku Sehingga aku lupa dengan istri ku sendiri!! apa motif dari semua ini? apa memang tujuan mu mau menghancurkan hati istri Ku."Hendy baru menyadari nya.
"tidak aku sangat mencintai mu bahkan aku rela melakukan apa pun."ungkap Nia.
"kau bukan cinta tapi obsesi kan? tunjuk Hendy
"tidak sayang aku memang sudah menyukai mu !! itu jauh sebelumnya kau mengenal Opi."terang Nia
"kau tahu aku sudah beristrikan sahabat mu? kenapa kau masih Saja mengejar ku."kesal Hendy.
"karena aku cinta mas!! aku sayang dan aku melakukannya semua ini karena aku mencintaimu."sarkas Nia.
"sudahlah karena sudah terjadi jadi kalian harus selesaikan dan aku akan membawa adikku untuk pulang."
"ayo opie kita harus pergi."vino menarik tangan adiknya.
"aku ngga mau kak!! rengek opie.
vino menghentikan langkah kaki nya dan menoleh ke opie.
"apa maksudmu?apa kau mau terus melihat mereka terus kau tersakiti? bentak vino.
"kan itu rumah ku? terus kan dia yang harus pada minggat kak? kenapa jadi aku."kesal opie.
"oh iya..ya aku baru sadar."sahut vino sambil menepuk jidat nya.
"ya sudah ayo? ajak vino
"kemana lagi kak?rengek opie.
"ya usir mereka Malih!! masa kita ajak mereka nyangkul."seru vino.
"apa perlu mereka kita bajak? tanya opie.
"bajak apa bajak laut? timpal vino
__ADS_1
"ya kali kak? biar mereka kapok."ujar opie.
"biarkan mereka menuai dosa nya!! dan kita cukup Jadi penonton saja."terang vino.
opie dan vino pun masuk kembali membuat mata Hendy berbinar.
"akhirnya kau tahu harus bagaimana? ucap Hendy dengan senangnya.
"iya tahu harus apa? ya harus usir kalian lah? masa ini rumah ku aku harus yang pergi!! kan ngga akan lucu."sarkas opie.
"tidak mungkin?? ini pasti salah kan mas? ini rumah mu kan mas? panik Nia
"tidak ini rumah hasil jerih payah istri ku, jauh sebelum dia menikah dengan ku!! aku tinggal di sini karena akses untuk kita kekantor sangat dekat sampai akhir nya aku merasa nyaman di sini."terang Hendy dengan wajah sendu nya.
"jadi kalian mau tunggu apa lagi? ini bukan tempat kalian dan aku sudah sangat berbesar hati tidak mengamuk atau menjambak kalian!! coba wanita lain yang ada kalian sudah di mutilasi."kesal opie.
"aku akan tetap di sini sayang dan biarkan Nia saja yang pergi."ujar Hendy.
"ngga bisa mas!! kau tidak mengerti tentang perasaan istri ya? kau hanya mementingkan Ego mu saja!! tanpa pernah kau berpikir melukai perasaan ku bahkan rasa cinta dan sayang ku terhadap mu sudah menguap begitu saja sejak kau sudah membohongi ku."ungkapan hati opie sangat menusuk ke hati Hendy.
Hendy sudah tahu pasti akan seperti ini dan Opie istri yang sangat setia, pintar, cantik bahkan memiliki segala-galanya tapi dia lebih memilih kesederhanaan.
tapi sekarang hanya dengan hitungan hari rumah tangga nya berada di ujung tanduk.
"aku menyesal dan sangat menyesal sayang!! mohon ampuni aku."Hendy tertunduk dan memohon di kaki istrinya.
"apa yang ada di pikiran mu ketika kau membentak ku saat aku menangisi dan kesakitan kemarin itu!! apa ada rasa iba atau menyesal mas? tidak kan? kau malah menaburkan kembali garam di luka ku yang masih basah bahkan itu sangat perih."ungkap opie.
Hendy semakin terisak ketika istrinya berucap seperti itu, Hendy baru sadar betapa sakit hati istrinya saat ini.
apa lagi opie sedang mengandung buah cinta mereka yang mereka nantikan.
Hendy teringat ketika istri nya meminta berlibur tapi Hendy seolah mengabaikan itu semua karena ada Nia saat ini.
Hendy hanya berpikir jika istri nya marah dia masih ada wanita lain Yang akan memeluk dirinya.
"sekarang pergilah dan biarkan aku sendiri untuk menyembuhkan luka ku mas."usir opie tanpa ingin melihat wajah suami nya lagi.
Hendy pun berdiri dan ingin memeluk istrinya tapi opie langsung menepis rangkulan tangan suami nya.
"biarkan aku memeluk mu kali ini saja? pinta Hendy.
__ADS_1
opie pun membiarkan Hendy memeluk nya walau ada perasaan jijik karena teringat ketika suami nya memeluk wanita lain di kamar nya.
"aku pergi dan aku akan terus memberikan kabar kepada mu? dan kau pun tolong jawab jika aku mengirim kan pesan."pinta Hendy
opie entah mulut nya terkunci bahkan dia hanya mematung saja tanpa berucap apa pun.
ini yang paling di takuti dalam hidup nya, harus melepaskan orang yang sangat berarti dalam hidup nya.
bahkan orang yang selalu memberikan cinta dan tidak pernah berpikir akan mengkhianatinya.
"jaga diri mu baik-baik dan bayi kita."Hendy mengusap perut opie yang sedikit membuncit lalu mencium perut tersebut.
"jangan nakal di dalam perut bunda ya!! dan jaga bunda mu."bisik hendy sambil mengusap perut opie.
tangisan hendy sangat memilukan bahkan dadanya terasa sesak.
dia tidak pernah berpikir akan berpisah dengan belahan jiwa nya.
sehari saja tidak mendengar suara istrinya dia sudah sangat gelisah.
tapi kali ini dia tidak akan mendengar kan manja nya opie lagi bahkan kelucuan opie entah apa dia bisa melihat atau mendengar nya lagi.
Hendy melangkahkan kaki nya keluar dari rumah terasa Berat.
bahkan dia terus saja menoleh untuk melihat istrinya, ada rasa ingin opie memanggil dan memeluk nya serta meminta jangan pergi.
"apa kau baik-baik saja."tanya vino ke adiknya.
"hmmm iya kak it's oke."sahut opie yang duduk di sebelah Dinda.
"apa kau mau pulang? tawar vino
"tidak kak biarkan aku sendiri dulu ya? kau bisa datang kapan pun jika kau takut aku bunuh diri."ucap opie
"aku pikir tidak perlu karena kau akan gantung diri di pohon bonsai."timpal kakaknya.
"apa ada pohon yang lebih mahal lagi? biar aku bisa viral."sahut opie.
"sini peluk aku!! aku tahu kau butuh pelukan."vino merentangkan tangan nya
opie langsung memeluk kakaknya dan menangis di pelukan kakaknya.
__ADS_1