Dua Sisi

Dua Sisi
BAB 50. End


__ADS_3

Turun di bandara Opie berpapasan dengan Hendy dan Hendy membuang muka nya, dia enggan menatap wajah mantan istrinya yang semakin cantik.


"kenapa? tanya Dennis


Opie hanya menggedikan bahunya saja, lalu lebih memilih menggandeng tangan Dennis.


"apa dia masih marah atau tidak mau berdamai dengan kalian."ujar Dennis


"entahlah dan sebaiknya tidak perlu membahas dirinya karena tidak penting lagi."jawab opie sambil terkekeh kecil.


Jemari mereka bertautan seolah enggan di lepaskan, banyak rencana yang akan dennis wujudkan untuk istri tercinta nya.


banyak tempat yang mereka kunjungi dan sikap bucin dennis semakin terlihat.


Rasa gelisah terlihat di wajah Dennis ketika Axel tidak bisa di hubungi.


Opie memberikan semangat karena Axel tidak akan mengganggu dirinya dan juga Dennis.


awalnya dennis keberatan tapi akhirnya luluh juga,dan Dennis hanya bisa mengirim kan pesan saja ke Axel walau hanya di baca tanpa di balas.


Axel ingin bunda dan Daddy nya fokus liburan tanpa harus memikirkan dirinya karena dia sudah bersama uncle dan sepupunya, juga ada kakek dan nenek.


apa lagi nenek ayu setiap hari mengantar dan menjemput Axel dan juga putrinya vino.


jadi axel merasa banyak yang memperhatikan dirinya.


Satu Minggu berlalu, hari ini Opie terlihat di sangat lelah dan mereka memilih beristirahat saja.


Entah kenapa Opie sekarang lebih cepat lelah apa lagi jika kurang tidur.


Opie ingin kembali saja dan bisa istirahat di rumah itu lebih nyaman.


Akhirnya Dennis mengikuti kemauan istri nya lalu mereka berkemas dan Kembali pulang.


sedangkan vino dan Axel baru akan berangkat berlibur, kebetulan Lia ikut bersama mereka itu atas permintaan putrinya vino.


mama intan sangat senang sekali melihat mereka berlibur.

__ADS_1


"hati-hati dan jangan lupa kirim kabar ya."ucap mama intan sambil memeluk Vino dan Axel bergantian.


"hai bocil kenapa ngga memeluk nenek mu."panggil mama intan ke putrinya vino.


"ya ampun nek!! kita udah berpelukan berkali-kali."protes putri


mama intan pun tertawa dan rasa nya sangat senang melihat mereka tidak ada masalah lagi.


Setelah vino dan rombongan berangkat, tiba-tiba masuk sebuah mobil dan menghentikan langkah mama intan.


keluarlah di Dennis dan Opie lalu sopir mengeluarkan koper mereka dari bagasi.


"loh kok cepat sekali? tanya mama intan


"mau lama, mau cepat ya sama saja mah."ujar Opie yang memeluk mama nya.


"apa kabar mah."sapa Dennis


"baik, nah itu sakit lagi? tanya mama intan penasaran.


"ya sudah biar di siapkan kamar untuk kalian."terang mama Intan.


Dennis mendekati istrinya lalu memijit bahu istrinya agar lebih rileks.


Satu bulan berlalu dan ternyata Opie di nyatakan positif hamil juga.


membuat seluruh keluarga bersuka cita bahkan Opie sangat di jaga ketat.


kadang wanita ini merasa jengah dengan perlakuan keluarga nya Tersebut.


pekerjaan Opie masih di bantu oleh Lia, bahkan Lia dan vino sedang pendekatan.


sampai di bulan ke-9 pun tetap saja Opie ngga bisa bergerak sama sekali.


Bahkan Axel dan Dennis yang sangat semangat untuk merapihkan kamar serta membeli baju untuk calon adiknya.


"kenapa beli nya banyak sekali sih? kan bayi itu cepat besar."protes Opie.

__ADS_1


"kalau cepat besar bisa kita sumbangkan saja, Bun."sahut Axel.


"ya..ya.. lakukanlah yang terbaik."cebik opie


Dia sudah malas berdebat dengan anak dan suami nya, karna mereka kadang kurang paham mood wanita hamil.


Bayi yang di tunggu pun akhirnya Iahir juga dan Dia sangat cantik sekali.


Opie menangis bahagia dan berkali-kali Dennis mengucapkan terimakasih ke istrinya.


Rasa bahagia tergambar di semua keluarga Opie atau pun Dennis.


Axel menjadi Kakak yang sangat menjaga adik nya bahkan Dennis tidak pernah membeda kan Axel dan Alexa.


Dennis memberikan nama Alexa agar nama nya hampir mirip dengan Axel.


Axel dan Alexa tumbuh semakin besar bahkan kasih sayang Dennis tidak pernah berubah sedikit pun.


kehidupan Opie dan Dennis semakin bahagia dan mereka saling berbagi bahkan selalu saling terbuka.


begitu pun dengan vino, akhirnya menikahi Lia walau harus penuh perjuangan karena Lia orang yang tidak mudah percaya dengan laki-laki.


Vino dan Lia juga akhirnya mempunyai bayi laki-laki sesuai permintaan axel.


Lia bagi Axel seperti bunda nya juga dan Axel memangilnya mommy Lia.


mama intan dan pak Kris hanya tinggal menikmati hari tua nya saja bersama cucu-cucu nya.


bahkan semua usaha sudah di limpahkan ke anak-anaknya walau sesekali mereka harus mengecek nya.


begitu pun usaha mama intan di serahkan ke Opie dan Lia untuk di kelola.


karena dia lebih senang membawa cucu-cucu mereka pergi bersama mama ayu.


...****************...


selesai

__ADS_1


__ADS_2