Dua Sisi

Dua Sisi
BAB 33. membuka hati


__ADS_3

Rasa nya opie sangat kesal sekali dengan pertanyaan yang di berikan kakak iparnya untuk anak nya.


apa dia tidak bisa menahan untuk selalu mengulang pertanyaan yang sama.


"apa dengan menikah bisa membuat orang bahagia? jika selalu berpikir untuk diri sendiri tapi apa anak ku juga akan bahagia."gerutu opie


"bunda apa bunda sedang marah? tanya Axel


"tidak kok sayang."sambil mengusap kepala Axel


"terus bunda dari tadi berbicara sendiri,itu apa? tanya Axel


"oh itu, bunda sedang latihan dialog."jawab Opie sambil tersenyum.


"oh ,aku pikir bunda sedang marah-marah."ujar Axel.


"Ayo sayang kita sudah sampai ."seru opie.


Axel pun langsung masuk kedalam rumah dan membuka sepatunya terlebih dahulu dan mengganti dengan sendal rumahan.


lalu dia naik ke atas untuk mengganti baju nya karena Tuti yang mengajari agar Axel bisa disiplin.


"mba nanti buatkan aku kopi ya? dan bawa keruangan kerja ku."


"oh iya satu lagi jika,Axel tanya bilang saja aku ada di ruang kerja ku."terang opie.


mba tuti pun mengangguk paham lalu pamit menuju dapur.


Opie masuk kedalam ruang kerja nya, dia melanjutkan semua pekerjaan dirumah agar bisa membagi waktu untuk Axel.


agar Axel tidak merasa kesepian bahkan sendiri.


opie memijit pelipisnya dan berpikir untuk membuka hati untuk pria lain.


tapi kenapa hati nya selalu menolak jika dia ingin mencoba menjalin hubungan dengan pria lain.


berat yang opie rasakan saat ini karena harus Axel yang memutuskan.


kalau pria itu bisa mencintai Axel pasti dia juga akan menyayangi opie.


"aduuuh nyari yang seperti itu di mana coba."gerutu opie


saking pusing nya dia melanjutkan pekerjaan lagi.


bahkan sampai jam lima sore, opie belum menyelesaikan pekerjaan nya sampai Axel masuk membawakan cemilan untuk bunda nya.


"aduh anak bunda baik banget sih."puji opie untuk anaknya.


"bunda harus banyak makan karena bunda kan bekerja."ucap Axel.


"sini duduk di samping bunda."opie menepuk kursi yang biasa Axel Duduk jika sedang menunggu opie bekerja.


"ada apa bunda?tanya Axel


"sebelumnya maaf ya, bunda ingin sedikit tahu pendapat Axel." ujar opie.


"apa itu bunda? tanya Axel.


"jika ada seorang yang ingin mendekati bunda dan ingin menjadi ayah sambung untuk Axel..hmmm apa Axel mau maaf."tutur opie dengan bicara pelan-pelan agar Axel mengerti dan tidak salah paham.

__ADS_1


"aku hanya ingin dia jadi partner ku dan tidak banyak membuat aturan, aku juga ingin dia pintar Bun, dia sayang dengan kita tulus."ujar Axel.


"iya bunda sependapat dengan mu, intinya dia sayang dengan tulus saja itu udah nilai plus."timpal opie.


"tapi jika bunda sudah nyaman dan ingin tetap seperti ini, Axel tidak masalah kok."ujar Axel.


"good boy, Kita jalani saja ya? dan nikmati."ucap opie


"Ayo kita makan pisang goreng nya."ajak opie.


lega rasa nya hati opie ketika tahu apa yang di inginkan anaknya ternyata sama dengan apa yang dia ingin kan juga.


Dan Opie juga sudah ngga harus mikirin apa kata orang, karena dia dan anak nya sudah sangat bahagia saat ini.


walau opie berharap suatu hari nanti Hendy bisa menjenguk Axel.


malam nya opie menghadiri undangan makan malam di temani Axel.


Axel selalu ada di mana pun Opie pergi,dan benar kata mama intan kalau dia seperti bodyguard.


Axel nampak gagah dan tampan, postur tubuh Axel sangat tinggi dan bukan seperti anak TK Pada umumnya.


Axel sangat dewasa dan cepat beradaptasi dengan lingkungan sekitar.


"malam pak dan maaf sudah menunggu."sapa opie.


"oh iya perkenalkan anak ku Axel."ujar opie.


"hai boy salam kenal."sapa pria dengan suara tegas nya.


Axel pun berpikir karena dia merasa pernah melihat pria ini di mana.


Axel mengikuti kode bunda nya yang meminta Axel untuk duduk.


Opie terlibat pembicaraan serius soal pekerjaan bahkan banyak yang opie tolak karena tidak sesuai dengan prosedur di kantor nya.


si pria nampak menatap wajah opie dengan sangat serius bahkan sedikit memberi ide.


"kalau begitu nanti jika anda ada waktu silahkan untuk datang ke perusahaan kami saja, itu lebih enak lagi."opie menutup pertemuan tersebut karena sudah malam.


"apa anda akan langsung pulang ? tanya si pria.


"tentu karena besok anak ku harus kesekolah."tegas opie karna opie jika pria-pria di hadapannya ini adalah yang suka dengan club malam.


"baik nona opie, aku hanya bertanya saja karena aku juga tidak suka dunia malam.karena sudah waktunya menatap masa depan."terang pria tersebut.


"apa dia cenayang bisa baca pikiran ku."gumam opie dalam hati


"untuk seperti itu,aku pikir itu pribadi masing-masing jadi aku tidak pernah mempermasalahkan nya."sahut opie.


"kalau begitu kami undur diri tuan."pamit opie sambil menggenggam erat jemari Axel.


Axel pun berpamitan dengan sopan karena itu yang di ajarkan bunda nya.


"menarik dan sangat cantik, anaknya pun sangat terlihat pintar!! pria bodoh yang meninggalkan dirinya."ujar pria tersebut sambil tersenyum.


Opie dan Axel masuk kedalam mobil bahkan Axel sudah mulai ngantuk.


"apa kau mengantuk nak? tanya opie sambil memasang sabuk pengaman.

__ADS_1


"sedikit bunda."sahut Axel


"tidurlah dan akan bunda bangun kan jika sudah sampai di rumah."perintah opie.


seolah dia tidak ingin membiarkan bunda nya kesepian, Axel lebih mendengar kan musik.


sampai akhirnya dia pun tertidur juga dan Opie melirik ke anaknya lalu tersenyum.


"terima kasih."ucap opie sambil mengusap kepala Axel.


sampai di rumah sudah di tunggu pak Agus sekuriti dan juga mba Tuti.


karena mereka tahu Axel pasti akan tidur jika pergi malam.


pak Agus langsung menggendong Axel masuk kedalam kamarnya dan mba tuti menggantikan baju untuk axel.


"terimakasih pak Agus."ucap opie yang melihat pak Agus turun dari lantai atas.


"sama-sama nona dan selamat malam."sahut pak Agus sambil menutup pintu depan.


opie merasa lega karena banyak yang setia di samping nya.


bahkan mereka sangat berat meninggalkan opie dan anaknya.


Opie menganggap mereka seperti saudara nya dan tidak ada yang opie bedakan.


Pagi pun menyapa dan anak kesayangannya sudah menunggu di ruang makan.


wajah opie sedikit pucat dan memang dia demam pagi ini.


"Axel maaf ya,apa Axel bisa di antar dengan pak Agus dahulu."tanya opie


"bunda sakit ya."Axel Sangat khawatir.


"hanya sedikit demam saja kok!! ucap sang bunda.


"bunda sarapan lalu minum obat."pinta Axel.


"iya sayang."jawab sang bunda sambil memaksakan tersenyum.


"aku berangkat dahulu bunda."pamit Axel


"hati-hati dan ingat jangan nakal."seru opie


"siap bos "canda Axel yang langsung memeluk bunda nya


Axel berjalan kedepan dan pak Agus sudah menunggu nya di dalam mobil.


pagi ini Axel di antar pak Agus dan di jalan banyak yang Axel tanya kan tentang anak pak Agus.


sementara opie mendapat telpon dari sekretaris nya dan Opie tidak bisa menghadiri meeting karena badan nya demam tinggi.


pak Kris mengetahui anaknya sakit langsung mendatangi kediaman opie.


dan istrinya pun di minta menjemput Axel nanti sepulang sekolah.


"aku sudah minum obat pah dan akan sembuh kok sebentar lagi."seru opie karena melihat papa nya datang kerumah.


"baiklah dan mama mu nanti yang akan menjemput Axel."ujar pak Kris.

__ADS_1


tidak lama kakak nya juga datang dan langsung mencari opie.


__ADS_2