Dua Sisi

Dua Sisi
BAB.12 Curahan hati


__ADS_3

seusai fitting baju dengan sengaja vino mengajak adiknya bertemu dengan marry.


"aduh aku kalau ketemu kakak ipar merasa ngga enak lah kak!! cebik opie.


"ngga enak apa nya sih? kalau ngga enak kasih kucing saja."tiba-tiba marry sudah ada di belakang opie.


"kak marry cantik nya kebangetan banget sih."sahut opie.


"kau itu sangat cantik bahkan aku sempat cemburu dengan mu."ujar marry


"hahahaha kakak yang benar saja cemburu dengan ku."tawa opie.


"ada apa? percaya dengan ku!? aku dapat menyimpan nya."tembak marry


opie pun tersenyum kecut bahkan wajah nya pun menengadah ke atas seolah menahan air mata nya untuk tidak turun.


dan dia menatap wajah cantik di depan nya itu yang masih menggenggam tangan opie.


"huuuuu.."opie menarik napas nya.


"dia selingkuh dengan teman ku sendiri kak!! hahahaha menyedihkannya diri ku ya kak," ujar opie


"apa masalah kalian? selidik marry.


"nothing dan kita baik-baik saja."sahut opie


"Ayo kita cari tempat yang nyaman."ajak marry


mereka pun pindah tempat untuk berbicara serius.


"aku takut dengan mama dan papa tahu kak!! karena mereka sempat menentang pernikahan kami."terang opie.


"kenapa? tanya marry.


"karena mama ngga yakin kalau mas Hendy bisa menjaga ku."ungkap opie.


"jika tidak ada masalah kenapa Hendy bisa menduakan mu? berarti cinta nya untuk mu atau untuk keluarga tidak sebesar ucapan nya."tutur Marry.


"dan hebatnya sekarang aku hamil."tangis opie pun pecah


"sabar sayang!! ada aku dan kakak mu? marry coba menenangkan opie.


tangis opie pun berhenti dan dia pun mengusap air matanya.


"ingin rasa nya aku pergi kak!! aku ngga mau dia tahu kalau aku mengandung anaknya."ucap opie.


"Jangan jika kau pergi akan terlihat lemah."cegah marry.

__ADS_1


"iya kak kan aku hanya ingin kek di drama Korea gitu."canda opie yang sudah kembali dengan suasana hatinya


"apa perlu kakak mengingatkan nya."ujar vino


"memang nya dia sudah lupa ingatan ya? Sampai kakak mau mengingatkan segala."ujar opie


"buktinya dia lupa sama dirimu dan menduakan mu."ledek vino.


"mungkin lagi tersesat kak."jawab Opie asal.


sedangkan dirumah orang tuanya , mama nya masih mencerna ucapan anak nya.


"apa opie sedang bermasalah pah? tanya mama intan


"dia sudah dewasa jadi biarkan mereka sendiri selesai kan masalahnya."pinta pak Kris.


ada rasa ingin membantu anaknya tapi pak Kris bisa apa dia harus bisa menahan itu semua.


"ya sudah pah!! aku ikut saja apa kata mu."kesal istrinya.


ingin marah tapi bisa apa karena mereka sudah berumah tangga bukan pacaran.


tapi intan janji akan terus memantau anaknya itu dan dia akan terus memberikan dukungan untuk anaknya.


sementara Hendy di kantor seperti bukan dirinya, dia lebih suka marah-marah.


Nia datang dan mengajak Hendy untuk pergi agar jauh lebih tenang.


"ada sedikit masalah dengan kantor ku."Hendy berbohong dan ini sekarang jadi kebiasaan nya.


"kita pulang ya? biar kau bisa tenang dan aku akan membuat pusing mu hilang."tangan Nia mulai masuk kedalam celana panjang Hendy


dan Hendy pun mendesah, bibir nya pun mulai ******* bibir Nia.


hendy tidak pernah bisa jauh jika Nia sudah membuat nya lupa diri.


dari jauh seorang istri sedang memperhatikan mereka ada rasa sakit di hati nya.


"sampai kalian tidak tahu tempat, aku jadi ngga sedih tapi jadi nya muak."gumam opie.


opie pun segera meninggal tempat tersebut dan tidak lupa dia mencari tahu di mana mereka tinggal.


karena opie akan membuat kejutan manis untuk mereka.


"kau lihat apa? tanya vino


"ngga ada!? aku hanya ingin es krim."sahut opie.

__ADS_1


"kakak mau kenalkan kau dengan sahabat kakak."ujar vino


"ngga usah deh kak!! aku lagi malas"sahut opie


"dia pengacara kau bisa konsultasi dengan nya."kesal vino


"oh aku pikir kakak mau menjual ku untuk membayar kekurangan catering."canda opie.


"masih ada nyonya intan jika kurang uang."canda vino


"wah itu orang paling mengerikan jika telat Bayar."timpal opie.


"ayo aku antar kau pulang."ajak vino yang masih tertawa.


marry hanya tersenyum melihat adik dan kakak yang sangat akur.


"apa kau mau menumpang makan di rumah ku? aku sudah kehabisan beras kak!! rengek opie


vino pun menoyor kepala adiknya dan tertawa terbahak-bahak.


"kepala ku bisa-bisa akan eror nih."sambil mengusap kepalanya.


"sudah berapa bulan keponakan ku? pertanyaan vino membuat senyum di bibir opie pun memudar.


"mau jalan lima Minggu kak."sahut opie yang membuang pandangannya ke jendela kaca mobil.


"setelah aku menikah nanti!! ayo kita liburan keluarga."ajak vino.


"mana ada lagi honey moon aku ikut kalian."cebik opie.


"honey moon bisa di mana saja."timpal Marry.


"apa kalian tidak mau pergi berdua dan memperbaiki semuanya."ucap vino.


"aku merasa ngga bisa kak dan aku bukan wanita yang bisa menerima suami nya lagi setelah berselingkuh!! apa lagi membayangkan mereka sedang berzina."kesal opie


"baiklah tenangkan dirimu jangan Sampai roh jahat masuk ke tubuh mu."seru vino


"di kira lagi ketempelan setan kali."kesal opie.


tidak lama mereka sampai di depan rumah opie


"sebaiknya kalian langsung pulang saja."usir opie


membuat vino tertawa terbahak-bahak bahkan marry hanya tersenyum saja.


"apa beras mu Sudah habis?ledek vino

__ADS_1


"Bukan habis tapi belum di panen."timpal opie.


"sudahlah lain kali saja kita mampir ya."marry coba menengahi Kakak dan adik tersebut.


__ADS_2