
Nia sangat marah ketika Hendy mengabaikan telpon dan juga pesan nya.
bahkan dia nampak sangat geram ketika melihat tas nya ada di dalam tempat sampah.
"apa sebegitu istimewa nya si opie buat kamu."teriak Nia.
Nia menunggu taksi untuk kembali ke apartemennya.
dia merasa masih kalah dari opie untuk menundukkan hati Hendy.
"mas nanti aku pulang kerumah mama dulu sebentar apa kau mau ikut? karena mama sering menanyakan mu."ujar opie.
"iya sudah lama sekali ya!! ayo kita kesana setelah ini."ajak Hendy
bersama opie hati nya terasa damai dan yang di rasakan cinta bukan napsu.
tapi dengan Nia yang di rasakan bukan cinta tapi just for *** di hati hendy belum ada cinta untuk Nia.
mereka selesai makan siang dan langsung menuju kediaman orang tua opie.
sampai di rumah nya ternyata mama intan sudah menunggu anak-anak nya dan ada calon istri vino juga di sana.
"selamat siang mah."sapa Hendy sambil mencium pipi kanan dan kiri mertua nya.
"apa kabar mu? lama ya tidak mengunjungi mertua mu ini."sambil tertawa.
"maaf mah kami sedikit sibuk saja dan kami selalu kangen dengan mama kok."jawab Hendy.
"Jangan kangen sama mama nanti papa mu akan marah."ledek mama intan.
"iya mah maaf."ucap Hendy.
Hendy mengikuti mertua nya masuk kedalam dan duduk berhadapan dengan papa mertua nya.
Hendy pun menyapa mertuanya dengan basa basi, bahkan saling membicarakan soal bisnis.
beda vino jika berkumpul dengan orangtua dan adiknya dia memilih pembicaraan ringan saja.
"kak marry kapan rencana mau nikah nya? tanya opie.
"kakak saja baru tahu tadi karena mas vino bicara nya ke mama dan papa ku saja."jawab marry.
"apa dia mau menikah dengan papa nya kak marry."bisik opie
"hahahaha jangan nanti aku cemburu dan papa ku juga akan marah."tawa marry pecah mendengar ucapan dari opie.
__ADS_1
"kalian bicara apa? aku curiga."bisik mama intan.
"sttt nyonya sebaiknya anda temani tuan saja."canda opie.
"opie Primalita..."teriak mama intan
"anaknya mama intan yang selalu manis setiap hari."timpal opie.
"manis kalah gula tebu."cebik mama intan
"salah daun stevia dong mah."timpal opie.
pak Kris hanya memijit pelipisnya saja karena melihat istri dan putri nya pasti akan ramai.
"aku dan marry akan segera menikah dalam waktu dekat pah."tutur Vino yang duduk di Sebelah papa nya.
"bagus kalau kalian cepat menikah biar kalian bisa selalu bersama."sahut pak Kris.
"apa bisa di bantu pah di Minggu ini karena aku ingin nanti nya marry ikut dengan ku pah."terang vino.
"papa akan bicara dengan orang tua marry nanti malam ya? sahut pak Kris
"mama apa bisa nanti malam ke rumah mama papa nya marry."seru pak Kris
"lebay."cebik opie.
"hahahahahaha dia suami ku dan kau mau apa!! ledek mama intan
"iya dia suami mu tapi dia papa ku ."opie ngga mau kalah juga.
"ya..ya..ya.."ujar mama intan
"apa kalian sudah selesai berdebat nya."ujar vino
"Belum."jawab mama intan dan Opie bersamaan
marry hanya tersenyum dan sangat menyukai mama dan adiknya vino bahkan marry ingin sekali dekat dengan opie.
"ayo kita minum kopi dulu."ajak papa Kris.
Hendy lebih banyak diam dan memperhatikan keluarga istri nya saja.
"apa kau banyak pekerjaan?aku lihat sangat gelisah sekali."tanya vino.
"ngga ada kok!! hanya lelah saja."jawab Hendy.
__ADS_1
"opie ajak suami mu beristirahat di kamar mu."teriak vino.
"ayo mas."ajak opie.
"mah dan pah..aku ijin istirahat sebentar ya."pamit Hendy.
opie menggandeng lengan suami nya dan mereka naik ke lantai tiga karena kamar opie ada di lantai 3.
"istirahat lah mas dan panggil aku jika butuh sesuatu,"opie menyerahkan kaos dan celana pendek untuk suami nya.
"aku akan ganti nanti!! apa kau tidak mau tidur untuk istirahat? tanya Hendy
"aku ada sedikit urusan dengan kak vino dan aku akan temani kamu nanti ya."jawab Opie
entah kenapa Hendy merasa kalau opie agak dingin sikap nya.
opie memilih menghindar dari suami nya karena dia sangat menahan emosi.
Hendy menutup pintu dan dia mengeluarkan ponsel nya lalu menghubungi Nia.
"jika aku tidak angkat berhenti lah terus menerus menelpon ku.apa kau mau jika opie akan marah dengan ku? bentak Hendy.
"maaf kan aku karena aku merasa kau meninggalkan ku begitu saja."rengek Nia lewat telpon nya.
sedangkan opie sedang mendengarkan suami nya menelpon seseorang dan dia yakini kalau itu adalah Nia.
opie kembali kekamar karena ponsel nya tertinggal di sofa.
ada rasa nyeri di hati opie sebagai seorang istri apa ada yang kurang dengan nya.
sampai suami nya harus mengkhianati nya, entah siapa yang salah.
jika Hendy bisa menjaga cinta nya mungkin dia tidak akan berkhianat dengan siapa pun godaan nya.
rasa cinta nya mulai menguap apa bisa bertahan atau akan berakhir tiba-tiba kepala opie mendadak sakit sekali.
opie pun masuk kedalam kamar Sambil memijit kepalanya.
Hendy kaget dan langsung mematikan teleponnya.
"kamu kenapa sayang? Hendy dengan cepat menuntun istrinya untuk rebahan.
"agak pusing mas." jawab Opie.
"sebaiknya kau istirahat ya."Hendy menyelimuti istrinya dan Opie pun langsung memejamkan matanya.
__ADS_1