
"Untuk apa kau memikirkan yang belum tentu dia juga mikirin kamu."tiba-tiba Dennis sudah di samping Opie lalu Dennis memakai kan Opie jaket.
Dengan cepat Opie mengusap sisa air mata yang menetes di pipinya.
"lupakanlah karena ada Axel yang membutuhkan dirimu."ucap Dennis.
"aku bukan sedih karena masih cinta tapi aku sedih kenapa dia menolak anaknya dan aku harap Axel tidak bertemu lagi dengan nya."sahut Opie.
"kita tidak tahu kan, kedepan kehidupan kita seperti apa."ujar Dennis.
"iya kau tahu itu dan hidup terus berjalan, sudah hampir 10 tahun aku dan Axel hidup tanpa dia dan kita baik-baik saja."ungkap Opie.
"marilah menikah dengan ku!! aku ingin menjaga kalian berdua dengan segenap hati ku."
"aku sangat menyayangimu dan juga Axel sudah aku anggap anak ku sendiri."ungkap Dennis.
"aku belum berpikir sejauh itu karena aku juga belum tahu apa yang kau inginkan dengan menikahi ku? apa kau tidak takut jika aku tidak mencintai mu atau kau hanya terobsesi dengan ku dan bukan cinta!! itu saja yang aku pikirkan."jelas opie
"mari kita membuka hati kita dan saling mengenal satu sama lain dan coba belajar apa yang tidak di sukai atau yang di sukai dari masing-masing kita. dan satu lagi jujur serta komunikasi harus berjalan jangan ada kesalahpahaman itu saja."terang Dennis.
"boleh aku jawab nanti? aku belum bisa jawab untuk makan ini."sahut opie.
"lakukanlah dan aku tunggu Jawaban mu."seru Dennis yang mengecup kening opie
"selamat malam dan mimpi indah ya."ucap Dennis lalu dia pun masuk kedalam rumah.
Opie termenung di tempat dia berdiri dan coba menepuk-nepuk wajahnya.
"apa aku jatuh cinta lagi ya."Gerutu Opie
"meski bibir ini tak berkata bukan berarti.
ku tak merasa ada yang berbeda di antara kita
"dan tak Mungin ku melewatkan mu hanya karena
diriku tak mampu untuk bicara
bahwa aku ingin kau ada di hidup ku"
"bila kah aku jatuh cinta.....
"stop mah!! ngga usah ngledek deh."ucap opie dengan wajah yang sudah memerah.
"ayo katakan saja kalau memang cinta."canda mama intan
"aku pikir dulu mah."sahut opie
"kelamaan mikir bisa karatan."cebik mama intan.
aku dan Dennis bukan seorang anak ABG yang sedang jatuh cinta mah."
"kita bicara soal masa depan dan bukan soal hari ini cinta besok ngga."ungkap Opie
__ADS_1
"baiklah nona opie Primalita semua keputusan ada di tangan mu,karena kau pantas bahagia."ucap mama intan sambil merangkul bahu Opie.
"sebaik nya istirahat lah Karena sudah larut malam."ajak mama intan.
Opie pun masuk kedalam kamarnya karena dia hanya tidur sendiri, sedangkan Axel memilih tidur dengan Dennis.
Opie terbangun karena dia janji akan memasak untuk Axel dan papa nya.
Di dapur sudah ada Tuti yang meracik sayuran serta daging dan ayam.
Opie pun menggulung rambutnya dan siap dengan alat tempur masak nya.
satu jam berkutat di depan kompor akhirnya bekal untuk papa dan anaknya sudah siap.
Opie pun menyiapkan sarapan pagi juga ada sandwich, ada nasi goreng.
mata nya kembali mengantuk tapi Opie tahan karena menunggu para lelaki berangkat baru dia melanjutkan tidur nya.
"apa bunda tidak mau ikut.? tanya Axel yang duduk di samping bunda nya.
"bunda ngantuk banget nak."sahut opie sambil menguap
"sayang banget bunda ngga ikut."celoteh Axel di pagi hari membuat opie semakin mengantuk.
"tidur lah di dalam kamar."tiba-tiba Dennis mengusap lembut pipi Opie.
membuat mood booster Opie langsung bangun dan kembali segar.
"kalian sudah siap dan itu bekal kalian."tunjuk opie.
"apa kau tidak sarapan? ayo sarapan baru lanjut tidur nya."ajak Dennis.
"tidak aku belum ingin sarapan."tolak opie.
Dennis ke meja makan dan mengambil nasi goreng dan ayam goreng lalu dia kembali duduk di sofa yang opie sedang rebahan.
"duduk lah."pinta Dennis
Opie pun duduk sesuai permintaan Dennis lalu Dennis menyuapi Opie nasi goreng.
"buka mulut mu."pinta Dennis.
"aku bisa makan sendiri."bisik opie.
"apaa mau aku suapin dengan mulut ku? ayo buka mulut mu."ancam Dennis.
Opie pun patuh lalu membuka mulutnya dan Dennis menyuapi nasi goreng ke mulut Opie sampai habis.
"bagus dan ini minum lah lalu masuk kekamar istirahat."pinta Dennis
Opie seperti merasakan perhatian Dennis sangat memanjakan dirinya.
Axel sangat senang melihat kedekatan bundanya dan Dennis..
__ADS_1
Axel merasakan seperti mempunyai ayah jika ada Dennis.
"Axel Ayo habis kan!! atau mau makan yang lain."tanya Dennis.
"sudah cukup ini saja."sahut Axel dan mengucapkan terimakasih.
lalu mereka pun selesai sarapan berangkat memancing dan Axel ingin sekali main menyelam di pantai.
semua keinginan Axel akan Dennis wujudkan karena Dennis tahu Axel tidak pernah berlibur dengan ayah kandung nya.
sedang kan Opie terbangun ketika suara gaduh mama nya dan mama ayu.
ternyata ada mama Hendy juga di ruang tengah Meraka bertiga sangat ramai sekali.
"nah itu sudah bangun."tunjuk mama Hendy
"nak mau ikut dengan kami? tawar mama ayu
"aku di villa saja deh karena mau masak untuk Axel."sahut opie.
"masa liburan di villa saja sih."sahut mama intan
"bentar lagi sekretaris ku datang mah dan aku ada kerjaa sedikit dan besok aku bebas dari kerjaan."ungkap Opie yang masih mengantuk.
"ya sudah kalau begitu kita bertiga saja yang pergi."sahut mama Hendy
"memang mau kemana sih? tanya opie penasaran
"mau belanja daster dan kain pantai."timpal mama intan.
membuat opie menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"mau nyari daster saja sampai heboh begini!! apa lagi nyari emas."gerutu Opie.
"kau sedang bicara apa ."tanya mama intan sambil menepuk bahu anaknya.
"ngga ada hanya aneh saja."cebik opie.
"kau pikir aku apa di bilang aneh? cecar mama intan.
"aneh tapi nyata itulah nyonya."ledek opie.
"udah deh!! mama kalau mau belanja dari sekarang nanti ngga kebagian diskon pada ngoceh deh."canda opie.
"benar juga ini sudah siang loh mba."seru mama Hendy.
"loh iya benar "timpal mama Dennis.
Opie pun terkekeh geli melihat para ibu-ibu mulai terprovokasi.
"ngga usah denger bocah ini, kita beli daster ngga akan dapat diskon juga."kesal mama intan yang masih memakai bedak.
"lagian ngapain dandan sih mah."canda opie.
__ADS_1
mama intan pun semakin kesal karena opie terus saja mengoceh.