
opie pun bersiap-siap untuk menjemput kakak nya di bandara.
ada rasa malas sekali pergi karena hati nya sedang kesal.
"hai opie Primalita dimana kau? isi pesan mama nya
"iya nyonya aku akan on the way sekarang."balasan pesan putri untuk mama nya.
"kenapa juga sih Kakak pulang nya pakai di percepat, bagus aku lagi males kerja."gerutu opie yang langsung tancap gas menuju bandara.
kali ini putri memakai mobil yang di kirim mama nya karena dia sedang malas membawa mobil sendiri.
sampai di lampu merah mobil berhenti dan mobil yang putri tumpangi sejajar dengan mobil suami nya.
"mas Hendy? lirih opie dan Opie melihat dengan jelas ada Nia sahabat nya di dalam mobil suami nya itu.
opie sedang berpikir positif saja, mungkin mereka tidak sengaja bertemu tapi biasa nya suami nya akan memberitahu dirinya.
"aduh duh..duh pusing kepala aku."teriak putri sambil mengacak-acak rambutnya.
"ada apa nona opie? tanya sopir nya panik
"ngga ada apa-apa cuma ingin teriak saja."jawab Opie santai sambil menampilkan deretan gigi nya.
"lagi dimana mas? isi pesan opie untuk suami nya.
"sedang di jalan mau makan siang dengan klien."jawab pesan Hendy
"cowok atau cewek nih? jadi cemburu kan aku nya." putri sengaja memberikan jawaban pesan suami nya agar dia tahu apa suami nya akan jujur atau tidak.
"cowok dong sayang dan ini aku sudah di jalan loh."pesan Hendy.
opie makin enggan membalas pesan suami nya lagi, dia menatap jendela kaca mobil.
"apa begini ya nasib istri yang di bohongi."lirih opie.
tidak lama mobil sudah masuk area Bandara dan Opie mencoba bersikap tenang agar kakak nya tidak curiga.
"sudah Sampai nona."ucap pak sopir.
"ayo ikut turun pak!! temani aku."pinta opie.
__ADS_1
"baik nona."sahut pak sopir
mereka berdua pun berjalan masuk keruang kedatangan dan kakak nya sudah menunggu opie.
"hai apa kabar mu."sapa kakak nya yang langsung memeluk erat opie.
"baik kak dan Kakak makin sehat saja nih."ledek opie.
"hahahaha bisa saja kau ini."ujar kakak nya.
"ayo kita pulang tapi kita mampir dulu untuk makan ."ajak kakaknya.
ketika sedang asyik bercanda tidak sengaja opie menabrak suami nya sendiri.
"oh maaf mba saya tidak sengaja."ujar Hendy tanpa melihat wajah istrinya lagi.
"tidak apa-apa kok pak."jawab Opie dan Hendy pun kaget.
"sayang kau di sini juga? gugup yang Hendy rasakan
"iya lagi jemput kak vino."sahut opie.
"apa kabar mu,Vin? sapa Hendy
opie menatap suami nya curiga tapi dia harus bisa bersandiwara dulu untuk menyelidiki suami nya.
"apa kau mau gabung? ajak vino.
"ayolah mas!! kapan lagi sih."rengek opie.
"baiklah aku akan ikut dengan mu."jawab Hendy.
Hendy pun mengikuti istrinya dan vino bersama sopir mama nya.
opie masuk kedalam mobil suami nya sebelum suami nya masuk.
Opie melihat ada tas dan dia tahu itu milik siapa, dengan sengaja opie membuang nya di tempat sampah tanpa sepengetahuan suami nya.
karena suami nya sedang sibuk, entah sedang menelpon siapa.
Dengan cepat opie masuk lagi kedalam mobil dan suami nya pun masuk juga.
__ADS_1
Hendy sempat mata nya memperhatikan sekeliling isi mobil nya.
dia bernafas lega karena tidak ada barang milik Nia, sedangkan opie dalam hatinya sedang terkekeh geli.
"kalian mau mencoba mengkhianati opie Primalita."gumam opie dalam hati nya.
"mas tadi aku melihat mu di lampu merah tapi kok ada nia ya? di dalam mobil ini."opie ingin tahu jawaban dari Hendy
"Nia? oh itu iya aku sampai lupa kalau tadi bertemu di jalan dan dia ikut sampai tempat temannya karena aku melewati tempat itu."Hendy sudah mulai tegang.
"oh aku pikir kalian ada apa."opie pura-pura mengatakan itu karena dia ingin benar-benar pastikan dulu kebenaran nya.
"Opie aku di restoran yang biasa kita makan ya!! isi pesan kakak nya.
"oke siap pak bos."balasan pesan opie.
sesekali Hendy melirik istrinya yang masih terlihat santai bahkan dia merasa opie belum curiga dengan nya.
"mas kenal sama Dinda ngga? masa suami nya selingkuh sama adik tirinya sendiri itu parah ya mas!! tutur opie sengaja memancing cerita bohong .
padahal dinda tidak mempunyai adik tiri dan suami nya baru saja meninggal.
"maaf ya suami Dinda,ampuni aku."gumam opie dalam hati.
dan terus saja meminta maaf karena membawa nama orang yang sudah meninggal.
"semoga ada jalan keluarnya ya untuk masalah sahabat mu."jawab Hendy
"iya ada perceraian mas."timpal opie
dan membuat Hendy mengerem mendadak dan dia pun menoleh ke istrinya.
"kenapa mas? opie pura-pura kaget
"hanya kaget saja kenapa harus cerai.? seru Hendy
"ya suami selingkuh pasti istri pilih cerai mas."cebik opie.
"ayo jalan lagi!! sudah lapar nih."opie memegang perutnya.
Hendy pun melajukan kembali mobilnya, ponsel Hendy terus saja berdering dan dia hanya mengabaikan saja panggilan dari Nia.
__ADS_1
"apa boleh aku bantu angkat karena takutnya penting."ujar opie.
"ngga usah sayang biarkan saja."sahut Hendy dengan wajah di buat setenang mungkin.