
Makan malam kali ini nampak sekali berbeda karena lebih seperti keluarga padahal baik Dennis atau pun Opie belum ada hubungan apa pun.
mama Hendy sangat mendukung jika Opie bisa bersama Dennis.
"apa selesai makan kita bisa langsung kembali ke villa? tanya Axel.
"loh kenapa? ujar Dennis
"aku ingin beristirahat dan besok pagi aku dan kakek ingin ke suatu tempat."jawab Axel
Opie memperhatikan sikap Anak nya karena seperti ada sesuatu yang di sembunyikan anak ini.
"Axel bisa antar bunda ke supermarket? karena ada yang mau bunda beli."ajak opie.
"boleh Bun."sahut Axel.
"kalau begitu aku dan Axel duluan ya!! dan sampai bertemu di villa nanti."seru Opie.
Opie dan Axel pun bergandengan tangan seperti sepasang kekasih yang sedang berjalan di tepi pantai.
"apa ada yang membuat mu tidak menikmati makan malam ini."ujar opie.
"aku bertemu dengan ayah,Bun."sahut Axel
"lalu? kenapa wajah mu jadi tidak bahagia? tanya opie penasaran.
"entahlah kenapa dia selalu bersikap seperti ini pada ku Bun? salah kita apa ya? kesal Axel.
"dengar bunda!! Axel mau dengar kan bunda? ucap opie
Axel pun menganggukan kepalanya.
"bagaimana pun sifat nya,kita tetap bersikap ramah saja."
"kenapa harus seperti ini!! karena dia orang tua kita dan seburuk apa pun ayah mu dia tetap ayah mu, jadi kita yang waras harus lebih bersikap biasa saja."terang opie.
"baiklah Bun, aku juga sudah mulai terbiasa kok dengan sikap ayah."sahut Axel
"bunda bangga karena kau sekarang lebih dewasa."ujar opie
lalu mereka berpelukan seolah masing-masing memberikan semangat.
"ayo kita belanja."ajak Axel
"ayo siapa takut."timpal opie
mereka berdua pun bisa tertawa lega bahkan Axel akan mencoba melupakan ayah nya itu.
sesampai di supermarket sudah ada Dennis yang menunggu di pintu masuk.
"om kok ada di sini juga? seru Axel
"nunggu kamu dan bunda mu!! Ayo kita masuk antar bunda mu belanja,takut khilaf."bisik Dennis .
"hahahaha Om tahu saja."ujar Axel
"hust kalian berdua tukang gosip lama-lama."ucap opie sambil melipat tangan nya.
__ADS_1
"ayo ngga usah cemberut gitu."colek Dennis.
"dikira sabun colek kali ya? Main colak colek aja."gerutu opie
"hahaha ayo nanti keburu tutup loh."ajak Dennis.
Dennis dan Axel dengan setia mendorong troli sambil mengikuti Opie dari belakang.
tiba-tiba ada seorang wanita menghampiri Dennis dan tiba-tiba wanita tersebut memeluk Dennis.
"hai apa kabar? sombong banget sih sampai ngga mau nyapa."seru cewek tersebut.
Opie Langsung menatap wajah Dennis dengan tatapan yang sulit di artikan.
troli yang di tangan Dennis langsung di ambil alih oleh Opie dan mendorong nya dengan cepat.
"dasar lelaki ya!! ngga di mana-mana sama saja."gerutu Opie.
Axel mengejar bundanya dan sampai di kasir dengan cepat opie membayar belanjaannya.
"Axel cepat cari taksi kita langsung balik ke villa."seru opie.
"ngga nunggu om Dennis dulu Bun? tanya Axel.
"ngga usah!! memang kita ngga bisa pulang sendiri."ucap opie
entah mengapa hati Opie menjadi kesal melihat kejadian tadi.
Axel mengikuti apa yang bunda nya minta lalu mereka masuk kedalam taksi.
Dennis pun ikut masuk juga ke dalam taksi yang Opie dan axel naiki.
"aku mau pastikan agar kau tidak kesasar."sahut Dennis.
"turun aku bilang turun!! bentak opie
"kau ini kenapa sih? Soal wanita tadi? aku saja ngga kenal dia salah orang."terang Dennis
"bukan urusan ku."seru opie.
"iya..iya ..tapi bikin kau jadi marah dengan ku."sahut Dennis.
"maaf ya pak Dennis aku tidak marah."balas Opie
"iya ngga marah sih?? apa cemburu ya."ujar Dennis.
ketika opie mau menjawab axel pun protes karena sudah kelamaan di dalam taksi.
"bisa lanjutkan nanti tidak!! pusing aku dengar nya dan ini pak sopir tanya kita alamat malah kalian asyik debat."protes Axel
"maaf pak,"sahut opie dan Dennis bersamaan dan Dennis memberikan alamat lengkapnya.
taksi pun langsung jalan dan di dalam mobil Opie hanya menatap jendela kaca mobil.
tanpa sengaja opie melihat Hendy bergandengan tangan dengan Nia.
"oh jadi dia sudah kembali lagi."gumam opie
__ADS_1
pantas saja Axel marah karena ayahnya akan berubah jika sudah bersama Nia.
"apa kau melihatnya."tanya opie
"sudah beberapa kali Bun."sahut Axel
"itu pilihannya jadi kita hanya mendoakan yang terbaik saja."ucap opie.
ini yang membuat Axel sangat menyayangi bundanya, terlalu sabar menghadapi ayahnya.
"apa bunda kenal dengan wanita itu."tunjuk Axel.
"iya begitu lah tapi itu semua hanya masa lalu."sahut bundanya.
"iya masa depannya kan ada di sini."timpal Dennis
"hahaha masa sih Bun." ledek Axel
"dengarkan saja, apa kata dia."tunjuk opie.
"berarti jadi dong besok kita nikah? Rayu Dennis
"iya nikah saja dengan Ikan-ikan di laut luas."sahut opie asal.
"kalau ikan nya seperti diri mu pasti aku akan mau menikahi nya."timpal Dennis
"stop Dennis."ujar opie
Dennis hanya tertawa saja ketika wajah opie sudah memerah.
tidak lama mereka pun Sampai di villa, Dari luar nampak sekali ramai para ibu-ibu dan bapak-bapak sedang membuat grup.
"kakek dan necan mau bikin lomba apa mau kuis? tanya Axel
"entahlah mereka itu jika ingin menghibur dirinya sendiri akan melakukan hal-hal jaman waktu mereka masih muda."ungkap opie.
"seru dong Bun."sahut Axel.
"Axel bantu bunda dulu."teriak opie.
"dengan om Dennis saja Bun."sahut Axel yang sudah masuk terlebih dahulu dan bergabung dengan kakek dan neneknya.
"sini biar aku saja yang bawa dan kau masuklah karena udaranya sangat dingin sekali."ujar Dennis.
Opie pun jalan beriringan dengan Dennis ada rasa canggung di hati opie.
kenapa juga dia harus cemburu hubungan dia saja dengan Dennis belum ada komitmen apa pun.
"apa kau mau kopi? tawar opie.
"ngga usah aku dan Axel mau langsung istirahat saja, makasih ya."sahut Axel
"oh baiklah kalau begitu."ujar opie dan Opie pun memilih bergabung dengan mama nya.
karena besok dia tidak ikut dengan Axel atau papa nya, dia memilih untuk memasak saja.
Opie masih memikirkan Hendy yang kenapa tega harus seperti itu.
__ADS_1
Opie berharap hendy bisa menjauh dari kehidupan Axel jika memang dia tidak berharap Axel menjadi anaknya.
"pantas saja dia ngga pernah berkabar jadi dia memang tidak berharap kehadiran axel."lirih opie