Dua Sisi

Dua Sisi
BAB 40. Curhat.


__ADS_3

"apa kau menyukai adik ku? tanya vino di tengah perjalanan menuju toko baju.


"aku ingin serius bukan sekedar suka saja."jawab Dennis.


"baguslah dan kau jaga dia ya serta Axel."pinta vino.


"aku harus mendapat hati nya dulu karena rasa kecewanya dengan laki-laki masih sangat dalam."terang Dennis


"iya sampai sekarang pun mantan suami nya ngga ada perubahan."sahut vino.


"Aku akan menunggu sampai opie benar-benar siap menikah dengan ku karena aku ingin menjaga Axel dan juga opie.


aku harap aku bisa menjadi pria yang terakhir dalam hidupnya."tutur Dennis.


"aku juga bingung dengan nasib rumah tangga ku sekarang.


"entah apa yang akan terjadi kedepannya aku sudah pasrah."ujar vino.


"cerita lah jika kau percaya dengan ku dan mungkin aku bisa memberikan solusi."timpal Dennis.


"kau tahu kan marry waktu jaman pacaran dia sangat baik hati dan rendah hati, itu yang membuat ku jatuh cinta dengan nya. tapi sifat nya berubah drastis ketika kita menikah sangat nampak jelas.


sifat sombong dan juga tidak pernah menghargai orang lain, anak kami pun dia tidak mau merawatnya.


"jika seperti ini aku harus bagaimana? ungkap vino putus asa.


"apa kalian sudah bicara baik-baik dari hati ke hati."ujar Dennis


"bahkan aku sudah melakukan apa pun agar aku bisa bertahan dan dia bisa berubah tapi nyata nya malah semakin menjadi-jadi."terang vino.


"kalau sudah tidak bisa di perbaiki sifatnya, apa kau sudah tanya mau nya dia apa? dan ngga mungkin menikah dengan rumah tangga yang sangat berantakan."


"bagaimana pun kau kepala rumah tangga dan harus mengambil keputusan jika dia masih tetap dengan Ego nya maaf sebaiknya kau tinggalkan untuk sementara waktu sampai dia berubah "saran Dennis memang ingin vino lakukan tapi karena ada Anak itu yang jadi pertimbangan vino.


"ayo sudah sampai kita turun dan belanja.nanti kita lanjutkan lagi."ajak Dennis.


Dennis mengirimkan pesan ke opie jika dirinya sudah sampai di toko.


"hati-hati dan jangan pulang larut malam."isi balasan pesan opie..


buat Dennis itu sudah ada kemajuan dan biasa nya mereka akan berdebat tapi kali ini, Opie sudah bisa menerima nya.


vino hanya mengambil beberapa helai tshirt, celana pendek dan juga satu celana panjang.


karena dia hanya ingin berlibur sambil menenangkan pikirannya.


"kalian pulang kapan? tanya vino


"kalau ngga salah lusa tapi lihat saja nanti."sahut Dennis

__ADS_1


setelah membayar mereka mencari cafe untuk mereka mengobrol santai.


"apa kau sudah mengabari istri mu."tanya dennis


"tidak perlu tadi dia sudah bikin malu di kantor , menuduh ku selingkuh dengan Lia assisten nya Adik ku."ungkap vino.


"yang benar saja, kok tidak seperti punya etika sih!! kan bisa bicara di rumah."seru Dennis.


"itu dia dan tuduhan nya juga benar-benar ngga masuk akal."timpal vino.


"kau renungkan lah kembali karena ini bisa jadi makan hati."ujar Dennis.


vino hanya menganggukkan kepalanya dan dia pun bingung harus berbuat apa.


berdua asyik bercerita tentang pribadinya bahkan lebih banyak vino karena dia sedang bermasalah.


jam menunjukkan pukul jam 11 malam , tak berasa mereka asyik bercerita.


"kita kembali ke villa karena pasti Opie sudah menunggu."ajak Dennis


"iya ngga terasa yah kita ngobrol dan makasih ya sudah mau mendengarkan cerita ku "ungkap vino.


"apa pun masalah kita jika sudah cerita akan terasa lega."ujar Dennis.


dalam perjalanan pulang sekilas vino melihat seperti istri nya karena baju yang di kenakan sama persis yang di kenakan Marry tadi siang.


"kenapa Vin? tanya Dennis penasaran.


"itu seperti marry."tunjuk vino


"iya itu seperti istri mu."dennis pun menajamkan penglihatannya.


"dengan siapa dan itu siapa? tunjuk Dennis.


"entahlah aku juga baru tahu."sahut vino.


karena penasaran vino dan Dennis pun mengikuti kemana marry menginap.


marry masuk ke sebuah hotel dengan teman pria nya dan mereka berpasangan.


vino mengepal tangan nya melihat istrinya nampak begitu mesra di samping pria lain.


sebaik nya kau cari tahu dulu baru setelah itu kau bertindak.


karena tipe wanita seperti ini jika kita langsung labrak yang ada akan berkelit.


"baiklah akan aku hubungi rekan ku yang ada di sini!! kita minta bantuan nya."ujar vino yang langsung menelpon seseorang untuk mencari tahu apa yang di kerjakan istrinya itu.


vino merasa jijik dan entah apa dia akan menerima marry lagi.

__ADS_1


karena harus nya marry bisa menjaga kehormatan sebagai istri ini malah bersama pria lain.


setelah bertemu dengan teman nya baik vino atau Dennis kembali ke villa.


vino hanya tinggal menunggu hasil nya saja.


Opie dan mama nya sudah menunggu di teras villa, nampak wajah kusut vino terlihat.


opie seolah minta penjelasan lewat Mata nya yang menatap mata Dennis.


"apa boleh aku minta secangkir kopi? pinta Dennis.


"boleh dong!! ayo."ajak opie.


di dapur dennis menceritakan kejadian tadi yang mereka lihat.


opie hanya diam dan mendengarkan cerita Dennis karena dia merasa kasihan dengan kakak nya.


ternyata bukan hanya laki-laki yang tidak setia ternyata wanita pun sama saja.


"sebaiknya biarkan kakak mu tenang dulu."seru Dennis


"iya aku mengerti bagaimana sakitnya dia sekarang."ujar opie.


"sudahlah jangan terus mengingat masa lalu."dennis mengusap lembut rambut Opie.


"ayo istirahat jangan sering tidur malam."ajak Dennis


"sebentar lagi aku akan tidur dan aku ingin bersama mama dan Kakak ku dulu."ucap opie.


dennis pun membiarkan Opie bersama mama dan kakak nya.


"kita bisa apa sekarang? jika itu sudah menjadi tabiat marry? opie mendengarkan mama nya sedang menasihati kakak nya.


"semua keputusan ada di tangan mu!! kau kepala rumah tangga dan jika memang sudah tidak bisa bertahan!! ya sudah tidak ada yang perlu di sesalkan lagi."ungkap mama intan.


vino hanya diam dan mengusap kasar wajahnya, untuk saat ini dia tetap tidak ingin meneruskan pernikahan nya itu.


karena jika marry melakukan kesalahan hanya tidak mau mengurus anak atau inginnya main terus.


Mungkin vino masih berpikir tapi ini sudah selingkuh dan itu vino tidak akan maafkan lagi.


sudah cukup dia baik bahkan mengalah demi anak nya tapi malah ini balasan untuk dirinya.


ada pesan masuk dari temannya dan juga beberapa gambar serta rekaman suara.


ini bisa jadi barang bukti jika marry berkelit nanti dan berharap mereka berpisah dengan baik-baik.


walaupun vino tahu jika marry tidak akan mau di ceraikan nanti nya.

__ADS_1


__ADS_2