
Setelah kejadian ribut di rumah Opie, Hendy tidak lagi datang mengunjungi Axel.
Axel tidak mempermasalahkan itu karena bagi nya jika ayah nya sayang tidak akan menyakiti perasaan dia.
ayahnya terlalu egois bahkan tidak memikirkan perasaan axel.
Axel semakin besar dan sudah masuk sekolah Dasar, dia semakin posesif dengan bunda nya.
apa lagi ada salah satu rekan bunda nya yang sedang mencoba mendekati Axel dan bunda nya.
"om Dennis "teriak Axel
"hai boy!! wah apa hari ini menyenangkan karena wajah mu sangat ceria sekali."sapa Dennis yang menjemput Axel pulang sekolah.
"aku sangat senang karena nilai ku sangat memuaskan hari ini."jawab Axel.
"baiklah apa kita perlu rayakan dengan makan siang bersama."ajak Dennis
"kau ingin menyogok ku ya."ledek Axel.
"yeah seperti nya."tawa Dennis.
Dennis bisa mengambil hati Axel bahkan Axel seperti mempunyai ayah.
Dennis selalu menyempatkan untuk mengantarkan atau menjemput sekolah Axel.
"kau itu sama seperti aku kecil dulu."terang Dennis
"masa sih om."sahut Axel yang sudah duduk di dalam mobil Dennis.
"aku dulu sangat mandiri dan menjaga ibu ku karena hanya ibu yang aku miliki."ungkap Dennis.
Axel pun tertunduk sedih karena Sama seperti dirinya yang hanya memiliki bunda.
ayahnya saja seolah benar-benar melupakan dirinya.
sampai di rumah makan siap saji, seperti biasa dennis hapal apa makan favorit Axel.
"Axel duduklah,biar aq yang pesan untuk mu."ujar Dennis
Axel pun duduk di tempat favorit mereka berdua, jika sudah berdua seakan mereka lupa untuk pulang.
setelah makanan di order, dennis pun kembali ke meja yang Axel duduk.
"apa ada yang kau pikirkan? tanya Dennis yang melihat Axel diam.
"lihat pria itu."tunjuk Axel.
"iya dan apa kau kenal? tanya Dennis.
"itu ayah ku dan dia sibuk dengan diri nya sendiri."tunjuk Axel
"berperilaku lah seperti anak yang tidak terluka karena kau harus tetap menghormati nya. jika kau marah yang ada bunda mu yang salah cara mendidik mu."terang dennis.
Axel pun mengerti pasti ayahnya akan menyalahkan bunda nya.
"Baik om,"sahut Axel.
__ADS_1
makanan mereka sudah tiba dan mereka makan dengan lahap siang ini.
hendy melihat Axel tapi dia enggan menghampiri nya dan Hendy pun kembali bertemu dengan Nia.
Axel hanya tertunduk tapi Dennis tahu jika anak ini sedang menahan kesal.
"ayo kita pulang."ajak Dennis
"aku Hari ini Malas bekerja jadi kita berenang saja? apa kau mau? tanya Dennis.
"mau banget om."seru Axel yang wajahnya kembali ceria.
Dennis memberikan pesan ke opie kalau dirinya akan pergi bersama Axel untuk berenang.
"apa kau ingin menculik Axel ku? balas pesan opie
"jangan kan anak nya, ibu nya pun akan aku culik hati nya."canda Dennis.
"coba saja kalau bisa."tantang Opie
jika sedang berbalas pesan seolah mereka berdua lupa waktu.
"om!! apa tadi salah makan? tanya Axel.
karena melihat Dennis tertawa sendirian yang membuat Axel heran.
"maaf aku sedang memberikan kabar ke bunda mu."jawab Dennis
"kapan om akan melamar bunda ku? tanya Axel.
"hai boy kau masih terlalu kecil untuk tahu soal itu."canda Dennis.
dan Dennis pun tertawa terbahak-bahak sampai memeluk Axel.
"ayo kita siap-siap untuk berenang."ajak Dennis.
Axel sangat suka jika sudah bersama Dennis bahkan Axel merasa Dennis pantas menjadi ayah nya.
tapi sayangnya bunda nya masih belum mau untuk bersama Dennis.
ada banyak yang harus Opie pikirkan dan bukan berarti Opie tidak menyukai Dennis.
selesai berenang duduk santai sambil menikmati cemilan.
"apa kau ada tugas? biar aku bantu."tawar Dennis
"sudah aku kerjakan dan lagi pula besok aku libur tiga hari."tutur Axel
"apa kau ingin ikut dengan ku? aku akan ke Bali dan kau bisa liburan di sana dengan Bu Tuti. sedangkan aku bekerja."tawar dennis.
"apa bunda mengijinkan? tanya Axel
"nanti aku akan bicara dengan bunda mu."sahut Dennis.
"tidak usah ijin biar aku saja yang bicara dengan Opie."tiba-tiba mama intan menimpali pembicaraan Dennis dan Axel.
"necan!?? seru axel yang senang sekali melihat Nenek nya datang.
__ADS_1
"stop!! enak saja mau peluk..liat badan mu basah."tunjuk mama intan.
"uh mau di peluk cowok ganteng ngga mau."cebik axel
"kalau basah siapa yang mau juga hah!! ledek mama intan.
"necan tolong kasih tau bunda kalau aku mau ikut dengan om dennis."rengek Axel.
"iya bila perlu bunda mu juga ikut, biar otak nya bisa muda lagi."sahut mama intan.
"memang otak nya bunda tua? tanya Axel heran
"iya tua maka nya ngga peka sama cowok."timpal mama intan
"Tante sudah lah."seru Dennis.
mama intan sangat ingin opie bisa bersama Dennis karena Dennis sangat baik dan mama intan mengenal dari kecil.
Dennis sangat penyayang bahkan sangat sopan.
Axel pun jadi Terbawa oleh sikap Dennis yang selalu ramah.
"sebaiknya kita nikahkan saja bunda dengan om dennis."seru Axel.
"hust yang ada nanti mempelai wanita nya kabur kalau di paksa nikah."timpal mama intan
"tinggal kita ikat saja necan."sahut Axel
"dikira bunda mu kambing main ikat saja."cebik mama intan.
Dennis hanya jadi pendengar mereka berdua bahkan hanya tersenyum saja.
terdengar suara mobil parkir dan tentu itu adalah opie.
Opie masuk ke dalam dan langsung bergabung di ruang tengah...
"bau-bau manusia ya? ada tanda-tandanya nih."Opie sambil mengendus-endus ke mama nya.
"plak." kau pikir aku ini hantu."cebik mama intan sambil memukul bahu Opie.
"aduh kok bisa mukul sih? ledek opie
"ini nih udah kelamaan jadi rada geser."sahut mama nya.
"aku ingin kau menikah dengan Dennis jika tidak mau ya sudah aku akan menikah kan Dennis dengan Tuti dan besok mereka akan berbulan madu ke Bali."mata mama intan mengedip ke arah Dennis dan axel.
"iya Bun dan aku mau ikut ke bali."timpal Axel
"oh jadi habis merayu ku!? kau mau menikahi mba Tuti? dasar cowo cap Kampak."Seru opie sambil bertolak pinggang
"itu kok seperti merk minyak angin ya."ucap mama intan.
Axel menepuk wajah nya karena ada saja nenek nya berucap.
"bukan itu merk buat cowok itu."tunjuk opie ke Dennis.
"jadi nona opie mau di lamar juga? hmmm."canda Dennis
__ADS_1
"oh tidak bisa cara melamar mu harus melalui seleksi dulu."ujar opie.