
Entah kenapa malam ini Hendy sangat merindukan anak dan mantan istrinya.
opie merasa gelisah sekali dan tiba-tiba teringat dengan Hendy.
"kenapa jadi mikirin mas Hendy? haduh ada yang konslet sama otak gue."gerutu opie.
saat ini Axel sudah mulai pandai bicara bahkan dia bisa mengulangi perkataan opie.
opie bisa menjadi ibu sekaligus ayah bagi Axel, ada rasa nyeri ketika Hendy tidak pernah menanyakan soal anaknya lagi.
"cepatlah menjadi dewasa,walau ayah mu jauh dan entah apa dia memikirkan mu atau tidak tetaplah dia ayah mu."gumam opie sambil membelai rambut anak nya.
Axel menatap wajah bunda nya lalu memeluk dan mencium bunda nya.
sampai saat ini opie masih ingin sendirian dan hanya ingin mengurus Axel saja.
bagi nya menikah dia harus siap membagi kasih sayang nya dan Opie belum siap.
"apa kau akan menyendiri terus? tanya marry Kakak ipar nya.
"yah aku ngga tahu kak!! tapi saat ini aku sangat nyaman dengan keadaan ku sekarang."sahut opie sambil menggendong bayi anak kakaknya.
"apa Axel tidak pernah bertanya? ujar marry
"dia sangat berlimpah kasih sayang dari papa, Kakak vino bahkan papa nya mas Hendy kak. jadi aku harap Axel bisa tumbuh walau tanpa sosok ayah."ucap opie.
entah kenapa opie merasa lelah dengan pertanyaan yang harus dia jawab berulang-kali dengan jawaban yang sama.
"jangan khawatir kak!! aku baik-baik saja dan Axel pun baik-baik saja. ada atau tanpa ayah pun kami akan saling menguatkan satu sama lain."seru opie.
opie sangat berharap sudah tidak ada lagi pertanyaan seperti itu lagi.
kenapa kakak iparnya selalu saja membuat opie kesal, bagi nya sekarang marry lebih banyak aturan.
"nyonya Suketi itu muka apa bak mandi? ngga enak di lihatnya."seru mama intan.
"nyonya ini muka udah tirus!! masih saja di bilang lebar."cebik opie.
__ADS_1
"nyonya? itu anak kesayangan mu kenapa makin hari makin menyebalkan saja."bisik opie
"apaaaaa?? teriak mama intan
membuat opie terlonjak kaget,Sampai memegang dadanya.
"hahahahaha kaget ngga? kaget ngga? ya kaget lah."seru mama intan.
"ish mama tuh bener-bener ya."kesal opie.
"mah!! opie tolong jangan berisik ya? baby ku kaget nih."seru marry
"coba itu vina harus bisa terbiasa mendengar suara yang keras-keras biar jantung nya kuat."ujar mama intan.
opie hanya menepuk jidat nya saja, seperti nya mama nya juga sudah mulai ngga suka dengan sikap marry sekarang.
"sebaiknya bawalah bayi mu masuk kamar!! karena aku dan
opie akan bicara banyak dan aku tidak tahu kalau kita sudah Tertawa seperti apa."ujar mama intan karena merasa jengah marry masih berdiri melihat opie dan mama intan.
"baik mah!! sahut marry lalu berjalan menuju kamar tamu.
"badut aku kan cuma dia jadi nanti aku ajak atraksi di rumah saja."sahut mama intan.
"kenapa jadi begitu ya mah? ujar opie
"entahlah seseorang akan berubah ketika dia sudah menikah dan akan terlihat aslinya."timpal mama intan.
"oh ya besok apa kau akan jadi ke Jerman? mama ikut ya? ya..ya? mama yang jaga Axel deh sama si mba."pinta mama nya.
"iya jadi mah?! tapi kan papa ngga ikut."tutur opie.
"pasti akan ikut kalau mama ikut, kita sudah lama ngga liburan loh!! bisa-bisa mama akan membusuk dan terbuang begitu saja."ucapan mama nya membuat opie terbahak-bahak.
"kalau kalian pergi!! apa aku juga bisa ikut? tiba-tiba Marry datang dan ikut bergabung dengan opie dan mama opie..
"bayi mu yang masih merah itu!! mau kau kasih siapa? kesal mama intan.
__ADS_1
"bisa aku titip mamih aku mah."sahut marry.
"aku disana kerja dan aku hanya beberapa hari saja."timpal opie merasa kesal demi keluar negeri sampai rela bayi baru sebulan mau di titipkan.
"ngga baik jika habis melahirkan dan belum ada dua bulan bayi kau tinggalkan, apa kata vino nanti? aku hanya menemani opie di sana,karena biasanya jika ada kunjungan pekerjaan akan di dampingi vino!! tapi karena kau baru melahirkan jadi ngga akan mungkin vino mau pergi."terang mama intan.
opie sudah malas berdebat dan memilih pergi meninggalkan ruang tengah.
"mau buat apa non opie? tanya art yang bernama Tuti
"bikin kopi susu saja mba!! aku bisa sendiri kok."sahut opie karena Tuti terlihat mau membuatkan opie kopi.
"sebaiknya mba lihat Axel ya? sudah bangun apa belum? pinta opie.
"baik non."sahut Tuti.
opie pun langsung membuat kopi susu dua gelas karena dia yakin mama nya akan menyusul nya ke dapur.
opie mengambil kudapan singkong rebus di taburi kelapa dan juga ada kacang rebus teman dia meminum kopi.
benar dugaan nya sang mama menyusul ke dapur juga, opie langsung menyodorkan secangkir kopi susu.
"tahu saja kalau aku sudah haus darah."ujar mama intan
"ini singkong mah,"tawar opie dan mama Intan langsung mengamankan piring kecil untuk memakan singkong rebus.
"ini nikmat tiada duanya."seru mama intan.
opie hanya tersenyum saja dan menyeruput kopi panas nya.
"apa kalian sudah Biasa ya? makan seperti ini."tanya marry
"sudah bahkan waktu miskin, kita bukan hanya singkong tapi daun nya pun kita makan."timpal mama intan
"miskin? maksudnya mah? tanya marry heran karena setahu dia keluarga vino sudah kata dari dulu.
"kita tuh pernah miskin bahkan tidur di kolong jembatan."terang mama intan.
__ADS_1
yang membuat marry meringis dan merasa tidak pernah percaya.
"kita tuh kaya hasil!! yah bisa di bilang paranormal,kalau ngga ada Mbah penunggu gunung mungkin hidup kita akan tetap miskin."ocehan mama intan membuat opie ingin tertawa terbahak-bahak.