Dua Sisi

Dua Sisi
BAB 47. Menikah


__ADS_3

Semua sudah berkumpul di ruangan tempat akad nikah, Axel sudah duduk di paling depan sekali.


Dennis juga sudah duduk berhadapan dengan penghulu, bahkan sudah ada pak Kris dan juga saksi.


Opie pun turun dari lantai atas di apit oleh mama ayu dan mama intan.


Wajah cantiknya membuat para tamu sangat kagum bahkan semua memuji kecantikan Opie.


Senyum manis itu jawaban opie untuk para tamu undangan.


Dennis sampai terpesona melihat wajah cantik calon istrinya tersebut.


Bahkan dia tidak berkedip sama sekali hanya saja Dennis melihat Opie sedang tidak baik-baik saja.


beberapa kali dia hampir terjatuh jika tidak di pegang oleh mama intan dan mama ayu.


Akhirnya Opie pun sudah berhadapan dengan Dennis lalu mempersilahkan Opie duduk di samping nya.


Acara pun di mulai dengan sangat tenang bahkan nampak tegang ketika Dennis mengucapkan ijab kabul..


tapi akhirnya bisa di atasi dan dalam hitungan ke tiga status mereka pun sekarang sudah menjadi suami istri.


wajah bahagia terpancar dari kedua pasangan tersebut, saat memasang kan cincin terlihat wajah Opie memucat bahkan badan nya sangat panas.


membuat Dennis sedikit panik langsung memasang kan cincin serta mencium kening istrinya.


Dennis meminta opie untuk duduk dan mengikuti arahan penghulu untuk menandatangani surat nikah nya.


Selesai menandatangani buku nikah, mata Opie sedikit berkunang-kunang lalu dia pun sudah tidak sadarkan diri.


Mama intan dan mama ayu pun panik sedang kan Dennis langsung menggendong Opie dan membawanya ke kamar.


riuh dan ramai para tamu karena melihat pengantin wanita nya pingsan.


Dikamar Dennis langsung menghubungi sahabatnya yang dokter meminta nya datang ke alamat yang sudah Dennis berikan.


mama ayu mengolesi Opie dengan minyak kayu putih bahkan mama intan ikut memijit kaki serta badan Opie.

__ADS_1


"aduh sakit."rintih Opie sambi memegang kepala nya.


"apa yang kau rasakan sayang? tanya Dennis khawatir


"maaf Sudah merepotkan kalian semua."seru opie.


"kepala ku pusing banget dan badan ku juga demam."sahut opie sambil memegang tangan suami nya.


"maaf ya acaranya jadi berantakan deh."ucap opie merasa tidak enak hati.


"acara ngga penting yang penting kesehatan kamu."ucap dennis sambil mengusap wajah istrinya.


"kau sekarang jadi tanggung jawab ku dan juga Axel jadi aku tidak mau kalau kau sakit."terang Dennis


"aku hanya demam saja dan kalau istirahat cukup pun akan membaik lagi."Opie membelai wajah suami nya yang terlihat sangat sedih.


"maafkan aku ya mas."ucap opie merasa tidak enak hati.


"ngga apa-apa dan sebentar ada dokter yang akan memeriksa mu."terang Dennis.


"Bro nikah ngga ngundang gue."dokter Adam menepuk pundak sahabat nya itu.


"rencana nanti pas resepsi baru gue mau undang kalian semua."sahut Dennis


"ijin gue periksa ya,"ucap dokter Adam


Dennis pun mendekati istrinya dan duduk di samping istrinya.


Adam pun memeriksa opie dengan teliti, setelah itu Adam menuliskan resep obat untuk Opie.


"jika panas nya ngga kunjung reda, sebaiknya cek darah ya. takutnya DBD atau ngga typus."terang dokter Adam


"sebaiknya banyak istirahat dan rajin minum air putih ya."pinta Adam.


Opie pun mengucapkan terimakasih dan dia kembali merebahkan tubuhnya.


Dennis pun mengantarkan Adam sampai di depan pintu kamar saja karena dia tidak ingin meninggalkan Opie sendirian.

__ADS_1


"apa bunda sudah membaik? apa aku boleh bertemu dengan bunda? Axel menghampiri dennis.


"masuklah nak."pinta Dennis sambil mengusap kepala Axel


"kau temani bunda mu ya? Daddy mau ambil makanan untuk bunda makan dan minum obat."ujar Dennis


"baiklah dan tenang saja aku akan menjaga bunda."sahut Axel.


Axel melihat bunda nya yang sedang terlelap, Axel pun naik dan ikut tidur di samping bunda nya.


tidak lama Dennis masuk dan melihat pemandangan yang Sangat membuat hati nya terharu.


"sayang makan dulu yuk? nanti lanjutkan lagi tidur mu."Dennis membangunkan Opie


opie pun bangun dan bersandar di tempat tidur nya, Dennis memberikan tumpukan bantal agar posisinya lebih nyaman.


"apa di luar masih banyak tamu? tanya Opie.


"masih tapi ada mama ku dan juga orang tua mu jadi kita tidak usah khawatir."ucap Dennis sambil tersenyum manis.


Opie pun di suapi Dennis sampai makanan di piring tinggal setengah Opie menyudahi nya karena terasa mual.


obat yang sudah di tebus, Dennis berikan ke opie untuk meminum nya.


"apa kau mau jus? atau buah? biar aku buatkan."tawar Dennis


"tidak terima kasih, sebaiknya kau dan Axel makan siang dahulu dan aku akan beristirahat."pinta opie.


Dennis pun membangun kan Axel untuk makan siang di bawah.


"aku tidak apa-apa, ayo kalian makan lah."pinta Opie.


opie tahu kedua orang yang dia sayangi pasti sekarang sedang merasa lapar.


"baiklah dan kita akan segera kembali jika sudah makan siang."jawab Dennis


Opie hanya tersenyum dan menatap wajah tampan kedua nya.

__ADS_1


__ADS_2