Dua Sisi

Dua Sisi
BAB 30. Kantor


__ADS_3

Pagi ini opie membawa Axel ikut bekerja dengan nya karena Hendy yang meminta opie untuk membawa nya.


Axel sangat senang sekali jika bunda nya membawa bocah itu untuk ikut bekerja.


"Bun, apa apuh akan kelja bantu unda."seru Axel


"iya biar Axel pintar."seru opie sambil menjawil hidung Axel.


"unda atiit nati idung utus."kesal Axel


opie hanya tertawa terbahak-bahak mendengar anaknya merajuk.


Opie mengajak axel berjalan kaki menuju kantor karena jarak nya tidak jauh.


axel sudah di ajarkan opie sedari kecil untuk tidak jadi anak manja dan malas.


Axel senang bunda nya mengajak dia jalan karena Axel bisa melihat pemandangan kota.


sesampai di kantor ternyata sudah ada papa Kris, Axel langsung berlari berhamburan memeluk kakek nya.


"kakek.."seru Axel


"Axel cucu kakek tampan nya."ucap pak Kris.


"papa kapan sampai? kok tidak beritahu aku dan mama."tanya opie sambil memeluk papa nya.


"baru tiba dan papa mau langsung kekantor dahulu baru nanti jemput mama mu."jawab pak Kris.


"ayo kita masuk kedalam."ajak pak Kris.


mereka bertiga berjalan beriringan bahkan Axel jadi pusat perhatian karyawan dan karyawati di kantor tersebut.


karena wajah bocah ini sangat tampan Bahkan cepat membuat orang jatuh hati.


"apa kakek Sudah tampan boy? tanya pak Kris sambil terkekeh geli


"sangat handsome."sahut Axel


"really? seru sang kakek


Axel hanya menganggukkan kepalanya dan meminta turun dari gendongan kakeknya.


"baiklah aku keruangan ku dulu ya pah."pamit opie


"oke sampai bertemu nanti pas meeting."sahut pak Kris.


Axel mengekori bunda nya masuk kedalam ruangan.


opie teringat jika tadi Hendy berpesan untuk mengantarkan Axel ke ruang Hendy.


"axel apa kau ingin bertemu ayah mu."tanya Opie.


"boleh unda."jawab Axel

__ADS_1


"ayo."ajak opie yang menggandeng tangan anaknya berjalan keruangan Hendy.


ingin membuat kejutan untuk Hendy justru malah Opie yang mendapat kejutan.


Opie langsung menutup mata Axel karena Hendy dan wanita bule sedang bercumbu.


"maaf aku salah masuk ruangan!! sekali lagi mohon maaf."ucap opie yang langsung dengan cepat menutup pintu itu kembali dan dengan cepat menggendong Axel.


Dengan langkah cepat nya Opie langsung masuk ke lift dan turun ke lobby.


"unda ana ayah? tanya Axel


"Axel nanti ayah masih sibuk dan Axel anak pintar"


"apa bisa Axel dengan ibu tuti dahulu."pinta Opie.


"unda juda mau sibuk ya."ujar Axel.


Opie pun tersenyum dan mengusap kepala Axel dengan lembut.


"bunda janji akan cepat selesai kan pekerjaan ini agar Axel bisa jalan-jalan."terang opie.


Axel pun tersenyum menatap wajah bunda nya lalu bocah tersebut mencium wajah bunda nya.


Hendy berlarian mencari Opie dan putra nya di ruangannya Opie nampak kosong.


ingin rasa nya hendy masuk keruang meeting tapi itu hanya akan membuat dirinya malu.


sedangkan mama intan dan Tuti sesuai instruksi Opie langsung pindah hotel.


"Jenn setiap hari datang mengejar hendy tapi aku tidak mau ikut campur urusan mereka, kita sudah tua hanya ingin berdamai saja."terang mama Hendy


"iya biar saja lah mereka dengan kehidupannya, kalau kita ikut campur yang ada kita yang emosi. bisa-bisa kerutan kita makin banyak."canda mama intan.


kedua orang tua mereka selalu kompak bahkan tidak mau ikut campur urusan pribadi opie atau pun Hendy.


"opie apa bisa bicara sebentar? seru Hendy yang melihat opie baru keluar dari ruang meeting bersama papa nya.


"maaf aku harus kunjungan ke pabrik,lain waktu saja ya!! permisi."jawab Opie


membuat mata Hendy berkaca-kaca ini wajah opie yang dulu sangat tidak bersahabat mulai terlihat lagi.


"aku mau menjelaskannya dan ini salah paham."seru Hendy


"maaf pak Hendy, sekali lagi mohon maaf!! permisi."opie pun berlalu meninggalkan Hendy yang masih berdiri terpaku di tempatnya.


lalu hendy mengusap wajah nya dengan kasar dan mengendurkan dasinya.


papa nya pun hanya melihat saja dan menepuk bahu Hendy karena papa nya pun akan ikut kunjungan pabrik.


"Jenn sialan kenapa dia harus muncul pagi-pagi dan main duduk di pangkuan ku."Hendy meninju tembok sampai tangan nya berdarah.


"habis sudah tidak akan ada kesempatan aku untuk rujuk kembali."teriak Hendy seperti orang kesetanan.

__ADS_1


sementara opie hanya fokus dengan pekerjaan demi melupakan kejadian tadi.


dia tetap profesional dalam bekerja walau papa nya tahu jika anak nya sedang tidak baik-baik saja.


"apa kau baik-baik saja."tanya pak Kris


"iya dong pak Kris."sahut opie sambil tersenyum


"aku tahu kau sedang menahan marah dan kesal karena senyum mu itu sangat mengejek ku."canda pak Kris.


Opie menampilkan deretan gigi nya dan membuat papa nya tertawa.


"kenapa harus pindah hotel? hmmmm."tanya pak Kris


"ganti suasana dan cari yang tidak terjangkau kuman."canda opie


"kuman dikira itu hotel tempat sampah."timpal pak Kris.


"sudahlah pah, ayo lapar nih."ajak opie


karena papa nya Hendy sudah memberikan kode lewat klakson mobil nya.


selama perjalanan menuju pabrik di dalam mobil hanya yang di bahas masalah pekerjaan saja.


sampai mereka mampir terlebih dahulu di sebuah rumah makan.


di tempat makan pun sama hanya membahas program kedepannya saja.


dan pekerjaan opie bisa di katakan selesai besok karena sudah di kerjakan semua.


jadi dia bisa kembali dengan cepat, dan kembali membuat laporan di Jakarta nanti.


Hendy hari ini tidak fokus bekerja, sesekali dia melirik ponsel nya karena mama nya tidak membalas pesan nya.


karna jarang sekali Hendy mengirim pesan untuk mama nya.


Hendy merasa kalau hubungan nya akan lebih sulit lagi karena Opie sangat tidak menyukai pria yang tidak tegas.


"aku tidak tahu dan kenapa kau menanyakan anak mu denganku."isi balasan mama hendy.


"jika pulang tidak mungkin karena opie bilang masih enam harian lagi berarti tinggal Lima hari lagi."gerutu Hendy yang sudah acak-acakan bahkan dia tidak bisa bekerja hari ini.


"andai aku tidak tidak membiarkan Jenn seenak nya saja, mungkin aku sekarang masih bersama Axel."


Hendy terus saja mengoceh dan dia tidak menyadari ada Jenn yang sudah duduk di hadapannya.


"untuk apa lagi datang."bentak Hendy.


"kau ini selalu saja marah-marah tapi ketika berciuman kau sangat menikmatinya bahkan sampai lupa diri."ledek Jenn


"bukan aku tapi kau yang menikmati nya."bentak Hendy lalu berdiri meninggalkan Jenn.


"apa itu wanita yang kau kejar."teriak Jenn membuat Hendy menghentikan langkah kaki nya.

__ADS_1


"bukan urusan mu."tunjuk Hendy dan berlalu meninggalkan jenn


__ADS_2