Dua Sisi

Dua Sisi
BAB 6. MENUNGGU


__ADS_3

Opie masih menunggu suami nya pulang, bahkan sudah mengirimkan pesan tapi belum ada tanda-tanda ada jawaban.


bahkan Hendy tidak pernah seperti ini,dia akan cepat membalas pesan dari opie.


ini kali pertama Hendy pulang larut malam dan tanpa kabar berita.


"apa kau bisa cek ruangan Suami ku? apa dia lembur di sana?"ujar opie Melalui orang suruhannya.


"maaf Bu!! pak Hendy tidak kembali sejak jam makan siang dan di kantor kosong karena karyawan sudah banyak yang pulang."jawab orang di seberang telpon.


"baiklah terimakasih."ucap opie lalu mematikan ponsel nya.


opie mendengarkan suara mobil masuk dan itu pasti suami nya.


"aku akan pura-pura tidur saja."gumam opie


dengan cepat dia masuk ke dalam kamar dan membungkus tubuh nya dengan selimut.


lampu kamar pun sengaja dia matikan agar dia bisa lihat apa yang di lakukan suami nya.


Hendy naik ke atas dan langsung masuk kedalam kamar nya.


"baguslah akhirnya dia sudah tidur juga."gumam Hendy yang masih di dengar oleh opie.


entah kenapa dada opie terasa sesak dan sangat sakit.


tidak lama kasur nya bergerak dan sudah ada Hendy di samping nya.


baru kali ini suami nya tidak mencium dan memberikan ucapan selamat malam.

__ADS_1


bahkan Hendy tidur memunggungi opie dan Opie pun coba membalikan badan nya.


suara dengkuran Hendy bertanda dia sudah tertidur pulas.


air mata opie pun jatuh tanpa di minta lagi, entah kenapa dia merasa suami nya sedang berbohong dengan nya.


"ada apa sebenarnya sih mas!!gumam opie dalam hati.


lama-lama dia pun ikut tertidur juga dan kali ini agak siang opie bangun.


entah kenapa dia malas sekali beraktivitas hari ini karena suasana hati nya sedang tidak baik-baik saja.


"kau sudah bangun,sayang? sapa Hendy yang sudah berpakaian rapih.


"hmmm iya mas,"sahut opie dengan malasnya.


"apa kau sakit? Hendy langsung mengecek suhu tubuh istrinya.


"maaf kemarin aku tidak menjawab pesan serta memberikan kabar karena ada masalah sedikit dan aku mohon maaf sayang."ucap Hendy


"iya ngga apa-apa dan aku tidak pernah masalahkan itu."sahut opie dengan kesal nya.


"kemarin aku di kantor,sayang."Hendy coba menjelaskan kebohongan nya.


"iya aku tahu dan aku kesana tapi Kamu ngga ada!! timpal opie.


Hendy pun kaget bahkan di tidak mengecek isi pesan dari sekretaris nya saking lupa jika sudah bersama Nia.


"iya maaf aku pas sedang keluar sebentar."sahut Hendy mencoba memeluk istrinya.

__ADS_1


"mas kau itu baru kali ini berbohong dengan ku kan? jadi sebaiknya jujur saja tidak usah ada yang di tutupi."opie Duduk berhadapan dengan suami nya.


"maaf kalau aku sudah mengecewakan mu tapi akan aku ceritakan kalau suasana sudah baik-baik saja."Hendy memalingkan wajahnya karena dia enggan menatap wajah istrinya.


"berangkatlah dan sarapan di luar saja!! kali ini kau aku bebaskan melakukan apa pun tanpa harus memikirkan diri ku."usir opie.


opie tahu suaminya sedang berbohong dan itu terlihat dari wajahnya.


opie merasa kalau suami nya sangat berbeda seperti pria yang sedang jatuh cinta.


"ayolah sayang jangan bicara seperti itu dengan ku."rengek Hendy.


"kau sibukkan mas? jadi liburan kita tunda dan aku akan pergi beberapa hari untuk urus pekerjaan ku."jelas opie.


"tidak aku akan atur jadwal untuk kita liburan."Hendy pun mulai panik karena dia sangat mencintai opie.


"aku akan menunggu mu jika sudah tidak sibuk aja."timpal opie yang kembali membaringkan tubuhnya dan memejamkan mata nya.


Hendy jika opie sakit tidak akan bergerak kemana pun, dia akan menjaga istrinya itu.


tapi kali ini dia agak bimbang karena sudah ada janji dengan Nia untuk ke Bandung hari ini.


"kenapa masih berdiri mas? pergilah."pinta opie.


"aku ngga mungkin meninggalkan dirimu di sini."ujar Hendy.


"biasakan lah agar kita bisa menjadi mandiri karena aku anak yang sangat manja dan kau tau itu."sindir opie.


Hendy merasa kalau istrinya mulai mengetahui kebohongan nya karena opie bukan istri yang bisa di bohongin.

__ADS_1


sebaiknya aku akan jaga jarak dulu dengan Nia karena akan berakibat fatal nanti nya.


__ADS_2