Dua Sisi

Dua Sisi
BAB 44. Makan Malam


__ADS_3

Acara makan malam yang berbentuk lamaran ini sangat di tunggu-tunggu oleh mama intan.


bahkan sedari tadi siang beliau sudah menyiapkan nya sampai tidak sabar menunggu malam.


"Opie kemana? kok belum datang juga sih itu anak."gerutu mama intan.


"sabar dong mah!! ayo duduk, pusing papa lihat nya."protes pak Kris.


yang melihat istrinya bolak balik ngga jelas dan bentar-bentar melihat jam.


"aku ngga sabar menunggu mereka pah."rengek mama intan.


"nah itu Axel ."tunjuk pak Kris


di belakang Axel ada Opie dan juga Tuti art di rumahnya.


"Kakek."seru Axel.


Axel memberikan salam dan memeluk kakek lalu beralih ke Nene nya yang sudah sangat cantik.


"necan? necan Mau kemana? tanya Axel sambil mencium dan memeluk nenek nya.


"nunggu kamu lah? masa nunggu yang lain nanti aku bisa-bisa di gantung di pohon nangka."sahut mama intan.


"oh ya sudah dan kita sudah datang kan."timpal Axel.


Opie pun sama memeluk papa dan mama nya bergantian.


pak Kris tersenyum karena Melihat anaknya nampak cantik malam ini.


selang beberapa menit terdengar bunyi mobil terparkir di halaman depan rumah pak Kris.


terlihat mama ayu yang turun lebih dahulu dan di ikuti oleh Dennis..


wajah bahagia terpancar dari Dennis bahkan senyum nya tak pernah luntur.

__ADS_1


Opie nampak sedikit gugup, walau ini bukan yang pertama kali nya tapi dia masih sangat gugup.


"ayo masuk dan seperti nya sudah pada dag dih dug nih."sindir mama intan yang melihat anaknya sudah salah tingkah.


"mama tuh paling bisa ya? bisa banget ngeledek nya."cebik Opie


Opie pun menyapa mama ayu dan juga Dennis dan mempersilahkan mereka untuk masuk.


semua sudah berkumpul untuk menunggu Dennis menyampaikan ke inginan nya.


"malam om dan Tante, langsung saja ya."


"aku hanya ingin sampaikan kalau aku akan meminang anak om dan Tante untuk aku jadi teman hidup ku sampai maut memisahkan kami berdua serta menjadi ibu untuk Axel dan adik-adik Axel nanti."terang Dennis.


"ini Anak Tante yang mana ya? kan ada dua tuh? ada vino dan Opie kebetulan keduanya single."canda mama intan


"tentu Opie Primalita dong Tante, masa vino."protes Dennis


dan semua orang yang ada di ruangan tersebut pun tertawa.


ternyata dia masih bisa membuka hati nya untuk orang lain dan anaknya bahkan yang paling mendukung nya.


seusai memasangkan cincin di jari Opie mereka pun menuju ruang makan.


Mereka makan bersama dengan wajah yang sangat bahagia.


vino memperhatikan Lia yang sangat dekat dengan putri nya.


bahkan putrinya tidak mau lepas dari Lia, dan pak Kris pun melihat nya.


Marry tidak membawa serta anak nya karena dia masih ingin hidup bebas.


tidak mau di repot kan dengan anak, itu yang membuat vino semakin membenci marry.


"kalian rencana mau menikah kapan? tanya pak Kris

__ADS_1


"Minggu depan."sahut Axel


"Axel biarkan om dan bunda mu yang menjawab."ucap pak Kris.


"aku ikut saja apa mau mereka pah."sahut opie.


"iya om ada rencana Minggu depan kami menikah dan untuk resepsi nya bisa di awal bulan saja."jawab Dennis.


"apa kalian sudah pikirkan matang-matang ya? jangan di kemudian hari ada kata menyesal."nasehat pak Kris.


"tidak om dan aku tulus menyayangi Axel dan juga Opie."sahut Dennis.


"aku berharap kalian harus saling menghargai dan menjaga perasaan masing-masing pasangan, dan janganlah mudah tergoda dengan hal-hal yang akan merusak rumah tangga kalian."ujar mama ayu.


"aku berharap ini pernikahan terakhir ku dan aku berusaha akan menjadi istri yang terbaik,jika aku ada kekurangan aku berharap kau menegurku."tutur opie.


"oh sangat romantis sekali membuat aku ingin menikah juga."canda vino.


"iya kau akan menikah tapi cari yang tulus ya."sela mama ayu.


"tentu yang sayang dengan anak ku dulu dan anak ku pun menyayangi calon istri ku baru aku akan menikahi nya, walau pun dia ngga mau."ucap vino sambil melirik ke arah Lia.


arti dari ucapan vino seakan Lia paham kalau vino sedang menyindir dirinya.


Opie dan mama nya pun tahu arah pembicaraan vino hanya saja sifat Lia tidak jauh beda dengan Opie yaitu takut untuk memulai.


"ayo semua kita mulai makan malam nya karena aku yakin pasti sudah pada lapar ya? beda dengan yang jatuh cinta pasti bawaan nya kenyang."canda mama intan.


semua pun sudah duduk di kursi masing-masing dan kali ini Opie duduk di sebelah Dennis dan Axel.


pemandangan yang sangat indah dan vino merasa iri sekali dengan adiknya.


Opie dengan telaten melayani vino dan Axel serta mama ayu.


itulah kebiasaan Opie dia akan memprioritaskan orang-orangnya yang dia sayangi.

__ADS_1


__ADS_2