
Hendy masih saja menunggu istrinya dan yang di tunggu akhirnya datang juga.
opie mengernyitkan alisnya dan sadar kalau hari ini Hendy akan pulang seperti biasa karena Nia pergi reunian.
"sayang kau kenapa sih? sekarang susah sekali aku hubungi bahkan semua pesan ku tidak ada yang kau baca? ada apa? kalau aku salah tolong beri maaf untuk ku."Hendy tidak memberikan jeda opie untuk bicara dan Opie mendengar kan saja.
"bisa aku duduk? pinta opie lalu hendy pun langsung mengikuti opie duduk di samping nya.
"apa baru ini kamu menunggu ku? aku tiap malam menunggu mu mas? apa kau memberi kabar? ngga kan? jadi untuk apa sekarang aku harus menjawab pesan mu lagi? kesal opie
"jangan begini sayang!! ayolah aku meminta maaf karena pekerjaan ku."ungkap Hendy
"sesibuk apa pun kau selalu meluangkan waktu untuk ku tapi yah!! mungkin kau jenuh dengan ku jadi aku akan memberikan kamu waktu untuk kita bisa saling bersama lagi."ucap opie.
"sayang kamu tahu betapa cinta nya aku pada mu? seru handy.
"yaelah bang kalo cinta gue ngga di selingkuhin kali."gumam opie dalam hati
"entahlah mas!! itu bisa saja berubah sewaktu-waktu."sahut opie
"aku cape mau istirahat dan kau kan biasa nya banyak kerjaan jadi selesai kan lah."opie pun meninggalkan Hendy sendiri di rumah tamu.
"cinta sama bohong kek nya beda tipis kali ya."gerutu opie.
opie langsung mandi dan merebahkan tubuhnya di kasur selesai mandi tadi.
"semoga kita akan kuat ya sayang."lirih opie sambil mengusap perut nya.
air mata nya pun menetes, sekuat apa pun pasti akan menangis juga.
Hendy masuk kedalam kamar dan melihat kewajah istrinya yang sudah tertidur ada sisa air mata yang menetes di pipi nya.
"apa masalah nya sayang sampai kau sesakit ini."gumam Hendy
Hendy tidak menyadari kesalahan nya sama sekali bahkan dia tidak sampai berpikir sedikit pun.
pagi nya opie terbangun agak siang karena dia sedikit lelah.
opie sudah mulai terbiasa tanpa ada suami nya lagi, tapi pagi ini justru suami nya belum berangkat kekantor.
"kau baru bangun? apa kau sakit? Hendy sedikit khawatir.
"ngga apa-apa hanya mungkin tidur ku yang terlalu nyenyak."sahut opie yang langsung bangun dan ingin masuk kedalam kamar mandi.
sikap dingin istrinya membuat Hendy tidak sanggup lagi.
"sayang ada dengan mu? kenapa bersikap dingin dengan ku? seolah aku melakukan hal yang sangat membuat mu membenci ku? kesal hendy.
"berpikir lah apa kesalahan mu."ucap opie sambil melangkahkan kaki nya masuk kedalam kamar mandi.
__ADS_1
Hendy termenung bahkan dia berpikir apa istrinya mulai tahu mengenai hubungan nya dengan Nia.
tapi Hendy percaya kalau istrinya pasti belum mengetahuinya.
Hendy masih saja menunggu opie sampai selesai mandi
sedangkan ponsel Hendy terus saja berbunyi dan dia abaikan saja.
Karena jika opie marah dia ngga akan sanggup.
"kenapa kau belum pergi? nunggu apa lagi? ongkos? ledek opie.
"aku bukan anak sekolah?! aku nunggu kamu."jawab Hendy
"sudahlah mas!! apa lagi sih? tanya opie
"kau mau apa? dan kenapa sangat dingin dengan ku? tanya Hendy lagi.
"kan aku bilang tadi coba kau pikirkan apa kesalahan mu? simple kan? sahut opie sambil memakai skin care nya.
"aku jadi tidak mengerti jalan pikiran mu!? semakin hari semakin kau menjauh dari ku bahkan seenak nya saja kau pergi dan pulang."bentak Hendy
dan ini kali pertama selama berumah tangga dirinya di bentak.
"pergilah."sahut opie lemah
dirinya sudah tidak ada artinya lagi untuk suami nya lagi.
kehadiran seorang yang bisa memuaskan napsu nya sudah berhasil menggeser posisi dia sebagai istri.
Hendy pun meninggal opie begitu saja tanpa ada rasa ingin membujuk atau membuat opie berhenti menangis.
"aku semakin ingin segera pergi meninggalkan mu mas."lirih opie.
walau teman-temannya meminta opie untuk bertahan tapi kalau dia mengingat mereka sering berhubungan membuat dia jijik.
opie pun akhirnya bisa menguasai dirinya lagi dan sudah siap untuk berangkat ke kantor.
hari ini Kakak nya akan datang kekantor dan juga dia akan ikut mama nya fitting baju pengantin.
dugaan nya benar pasti pasukan negara api sudah berkumpul di ruangan nya.
"apa yang kalian lakukan di wilayah kekuasaan ku? seru opie
membuat mama nya kaget dan mengusap dadanya.
"dasar anak aneh."kesal mama intan
"anak nya aneh apa lagi mama nya serba aneh."canda opie yang menciumi wajah mama nya.
__ADS_1
"nak nanti kita meeting sebentar ya? ucap ayahnya.
"ini nih!? pemilik seenaknya saja!! sudah gaji ngga naik-naik tapi kerjaan meeting terus."canda opie.
"Mau gaji berapa lagi? hah kau mau membuat suami ku bangkrut? ujar mama intan.
"yeah aku hanya ingin menjadi anak kecil lagi saja."ujar opie pura-pura sedih.
apa yang opie ucapkan adalah itu isi hati yang sesungguhnya.
kakak nya bisa membaca pikiran adiknya dan dia terus memperbaiki wajah adiknya.
"ayo kita meeting dulu."ajak papa Kris.
opie dan vino pun bergandeng tangan, jika orang yang tidak tahu mereka pasti akan bilang pasangan yang sangat serasi.
mereka memasuki ruangan meeting dan mulai mengevaluasi untuk pembukaan cabang nanti.
opie sangat fokus bahkan banyak ide-ide yang dia tuangkan.
kakaknya selalu bangga dengan adik nya ini bahkan marry sempat cemburu.
seusai rapat mereka pun langsung keluar untuk makan siang dan fitting baju pengantin.
"apa kau sudah siap wahai vino primadi? ledek opie
"aku sangat siap dan akan siap kapan pun!? sahut vino sambil tertawa.
"dan kau nyonya apa kau siap mempunyai cucu dan kau di panggil nene? tanya opie sambil terkekeh
"aku ingin di panggil Mbah saja."timpal mama nya.
mereka di dalam mobil selalu saja ada bahasan yang akan mereka debatkan.
"jika suatu hari aku menjadi single parent!! apa kalian akan menyayangi ku atau anak ku saja? opie sambil terkekeh
"hust ngga baik bicara seperti itu."marah papa Kris.
"maaf pah."ucap opie.
vino sudah menebak kalau adik nya sedang berbohong dan memang sedang ada masalah.
di rumah makan Padang mereka langsung berebutan ingin memesan.
"duduklah biar papa yang pesan kan untuk kalian."lirih pak Kris.
"Kakak sih sama mama!! kan papa jadi kesel."canda opie.
"ini anak lama-lama mama jitak juga nih."kesal mama intan.
__ADS_1