
Opie enggan menjawab pertanyaan Dennis, dia memilih mengalihkan pembicaraan.
"jadi ini liburan gratis kan? semua biaya di tanggung pak Dennis kan? tanya opie
"tentu dan kalian bisa berlibur sepuasnya."sahut Dennis.
"kalau begitu,mama ikut deh."timpal mama intan.
"oh tidak bisa nyonya!! uang anda itu banyak loh."ledek opie
"kalau gratis siapa sih yang ngga mau? ujar mama intan
"hmmm dasar Bu ibu."sahut opie.
"jadi bagaimana? tanya Dennis
"oke kita liburan besok."seru opie.
karena sudah lama sekali mereka tidak liburan dan kebetulan Axel libur beberapa hari jadi apa salah nya menurut opie mereka refreshing.
Dennis pamit pulang setelah makan malam di rumah opie.
sedangkan mama intan memilih menginap karena dia enggan marry tahu jika dia ikut berlibur dengan Opie.
"sudahlah mah, mau bagaimana lagi kan dia menantu mama juga."ucap opie
"tapi mau sampai kapan kalau sifatnya ngga berubah gitu."kesal mama intan.
"kita ngga tahu mah!! kan hanya kak vino yang bisa merubah istrinya."sahut opie.
"sudahlah kita kan mau senang-senang jadi ngga perlu memikirkan dia lagi."sela mama intan.
"ya sudah terserah mama saja."ujar opie
mereka ibu dan anak tidur bersama dan tidak lupa mama intan meminta ijin ke suami nya dahulu.
pak kris selama istrinya melakukan hal positif selalu mendukung.
apa lagi mama intan walaupun punya usaha sendiri tapi dia selalu menjaga kehormatan suami nya.
sebelum pak Kris sukses, mama intan yang dengan sabar membantu kebutuhan suami nya.
bahkan dia tidak pernah mengeluh walau pun mama intan sangat cerewet tapi itulah yang membuat pak Kris sayang dengan istri nya.
Pagi hari pak Kris sudah tiba di rumah Opie dan Opie di buat bingung karna sang papa hanya memakai jeans dan t-shirt itu pun senada dengan Axel,mama intan.
mereka seperti sudah janjian memakai pakaian seperti itu.
"kenapa kau bingung? baru tahu kalau papa ini tampan."ujar pak Kris
"ada lagi ini bapak-bapak narsis abis."cebik opie.
"ini sebenarnya kalian mau liburan juga? dan memang harus Sama gitu pakaian nya."protes opie.
__ADS_1
"hmmmm ini kan memang kita sudah janjian untuk pakai pakaian senada karena takut hilang di sana."sahut mama intan.
Opie hanya menepuk jidat nya saja, mendengar ocehan mama intan.
selang beberapa menit Dennis muncul dengan membawa tiket pesawat di tangan nya.
"pagi om? pagi Tante? sapa Dennis.
"ini tiket untuk om,Tante dan juga Axel."Dennis menyerahkan tiga tiket ke tangan pak Kris.
"ini tiket untuk mu dan mba tuti."ujar Dennis
"untuk pak Agus maaf aku berikan bonus saja ya? karena sudah menjaga rumah ini."Dennis menyerahkan amplop yang berisi uang.
"ini pak Kris apa kamu sudah kehabisan uang sampai tiket di belikan relasi bisnis mu."bisik opie di telinga papa nya.
"mengirit pengeluaran."jawab papa nya.
"sejak kapan kalian jadi perhitungan begini."ledek opie
"sejak covid-19 harus kencangkan ikat pinggang."sela mama intan.
"apa bisa kita berangkat sekarang? seru Dennis.
"nah itu sarapan sayang kalau ngga di makan."tunjuk papa Kris karena sudah lapar.
"oh baiklah kalau begitu sarapan dahulu baru kita berangkat."ucap Dennis.
"apa ada jatah buatku juga? bisik Dennis
"ya adalah masa ngga, hanya kasih sarapan aja kan?"celetuk Opie.
selesai sarapan mereka berangkat menggunakan mobil Dennis.
selama perjalanan mama intan dan Opie sudah menyiapkan rute Yang akan mereka datangi.
sampai pak Kris merasa pusing mendengar ocehan anak dan istrinya itu.
"nanti kau ngga usah ikut mereka berdua jadi kita bertiga saja."bisik pak Kris ke Axel.
"iya kek!! lihat saja belum sampai saja sudah rusuh berdua."timpal Axel.
Dennis hanya tersenyum buat Dennis Keluarga Opie sangat nyaman.
sampai di bandara mama nya dennis sudah menunggu di pintu masuk.
"mbaa ayu? teriak mama intan.
"intan ya ampun makin cantik saja sih."puji mama Dennis
"hmm ini bau-bau minta baju gratis nih muji gue."ucap mama intan sambil tertawa.
"eh intan tahu ngga di Bali ada tempat bagus dan nanti kita lihat ya? cocok untuk usaha di sana."terang mama Dennis.
__ADS_1
"eheemm kita jadi mau naik pesawat apa mau ngobrol di bandara saja."tanya pak Kris.
"ya ampun Kris kok tua makin gagah? waktu muda kamu biasa saja."sapa mama Dennis
"mba mana ada tua gagah? yang ada masih muda gagah."protes pak Kris.
Opie hanya tersenyum saja karena ada yang lebih cerewet dari mama nya.
"Axel apa kau tidak mau memberikan pelukan untuk nenek tua ini."ucap mama ayu pura-pura sedih.
"nenek tidak tua tapi nenek cantik dan aku akan panggil necan Ayu."ucap Axel sambil memeluk dan mencium mama ayu.
"bocah tampan dan pintar."usap mama ayu dibahu Axel
rombongan mereka pun berangkat juga ke Bali dengan wajah yang sangat bahagia.
bahkan axel dan Dennis tidak bisa berjauhan mereka selalu membuat permainan bersama papa Kris.
sampai di Bali Dennis langsung membawa rombongan ke villa keluarga nya.
ketiga wanita sudah menghilang karena banyak yang mereka mau kunjungi.
berbeda dengan pak Kris dan Axel lebih memilih istirahat dan menunggu Dennis selesai bekerja.
selesai bekerja Dennis menepati janji nya, mengajak Axel dan pak Kris berjalan-jalan.
sambil menikmati malam dan menunggu makan malam, baik Dennis mau pun pak Kris membuka obrolan dan melibatkan Axel.
Axel terus memandang kedepan sambil mencari bunda nya dan mata Axel pun bersitatap dengan ayahnya.
Dengan saran yang di berikan Dennis dengan terpaksa Axel menyapa ayahnya.
"oh kau di sini juga? dengan siapa?"tanya Hendy dengan tatapan sinis.
"oh dengan kakek, nenek dan juga bunda." sahut Axel santai.
"maaf kalau begitu aku permisi."pamit Axel dan kembali duduk di samping Dennis.
kehebohan pun datang, ketika ketiga wanita datang dan juga di tambah mama nya Hendy pun ada di sana.
"Oma."teriak Axel dan memeluk mama nya Hendy
"hai cucu Oma haduh kalau ketemu di jalan ini bisa-bisa, Oma jatuh cinta."canda mama Hendy.
"hahahaha Oma bisa saja."sahut Axel.
"apa kau bahagia? hmmm."tanya mama Hendy
"sangat bahagia dan apa lagi ada Oma."timpal Axel.
perasaan mama nya Hendy sangat sedih ketika Hendy malah membenci Axel.
padahal anak ini sangat sopan,ramah dan pintar. mama Hendy kecewa ketika tahu anaknya lebih mendekati Nia yang notabene wanita kurang baik.
__ADS_1