Dua Sisi

Dua Sisi
BAB 9. Positif


__ADS_3

opie merasa badan nya semakin tidak enak saja tapi dia Coba bersikap biasa saja.


"ya Tuhan aku sudah telat hmmm aku harus menemui Dinda."gumam opie dalam hati.


opie melirik kesamping ternyata suami nya sudah bangun dan tidak ada di kamar.


"kemana mas Hendy."lirih opie.


dia mencari suami nya dan dia mendengar samar-samar suami nya sedang menelpon seseorang.


opie terus saja menguping dan dia sangat jijik mendengar nya.


"sialan mereka sudah semakin jauh saja."gumam opie sambil mengepalkan tangan nya.


opie pun beranjak dari tempatnya dan memilih masuk kedalam kamar mandi.


Hendy memanggil opie dan Opie pura-pura tidak mendengar nya.


setelah selesai dia pun keluar dari kamar mandi sudah segar.


"apa mau berangkat bersama? tawar Hendy


"ngga usah mas!! aku ada Kak vino jadi aku berangkat dengan kakak ku saja."sahut opie yang sedang memakai body lotion.


Hendy memeluk istrinya dari belakang dan membisikkan sesuatu.


dulu waktu opie belum tahu suami nya berbohong mungkin dia akan merasa senang tapi sayang nya sekarang dia malah jijik..


"kenapa hanya diam saja!! hmmm biasa nya kau akan langsung memeluk ku."ucap Hendy.


"mungkin karena aku merasa kurang sehat saja."senyum terpaksa opie.


"baiklah nanti kita bertemu di rumah ya? aku berangkat dulu."Hendy pun mencium istrinya dan keluar dari kamar.


dengan cepat opie mengusapnya dan merasa jijik bahkan air mata nya pun menetes.


"dinda apa kau praktek hari ini.? opie mengirimkan pesan ke Dinda sahabat nya.


tidak lama ada pesan balasan dari Dinda.

__ADS_1


"aku tunggu ya."


seolah Dinda tahu jika seperti ini sahabat nya sedang ada masalah.


opie pun turun ke bawah dan melihat hanya ada mama nya saja.


"pada kemana mah? tanya opie sambil mengambil makanan di tangan mama nya.


"sudah pada berangkat dan kau kenapa kata nya sakit."mama intan jika putrinya sakit akan bersikap lembut.


"sudah baikkan mah."sahut opie.


"kau mau kemana? apa kekantor? tanya mama nya.


"aku mau pulang saja mah!! lagi malas dan ingin istirahat dulu ya mah."opie mencium pipi mama nya dan pamitan karena dia ingin bertemu dengan Dinda.


"hati-hati marimar."teriak mama nya.


opie hanya tertawa saja mendengar mama nya.


opie pun melajukan mobil nya ke tempat praktek Dinda sahabat nya itu.


hanya 20 menit dia sudah sampai di tempat sahabatnya itu.


"mba opie sudah di tunggu di dalam."seru seorang suster.


"makasih ya mba."sahut opie.


opie membuka pintu ruangan Dinda dan Dinda Langsung menoleh.


"masuklah dan duduk."pinta Dinda


"aku tahu kau sedang ada masalah? cerita lah? ujar Dinda.


"tawarin minum kek!! main interogasi aja."cebik opie.


"maaf aku Sampai lupa!! jus kan? tanya Dinda.


"mba tolong pesankan jus alpukat ya untuk dua gelas."pinta Dinda melalui sambungan telepon.

__ADS_1


"tunggu ya."tutur Dinda.


"aku telat apa kau bisa bantu aku mengecek apa aku hamil atau tidak."ungkap opie.


"ayo rebahan biar aku periksa."pinta Dinda.


opie pun merebahkan badan nya di brangkar dan Dinda langsung mengecek bagian perut opie.


"usia nya baru empat Minggu!! selamat ya? ucap Dinda.


opie pun bangun dan duduk dia menatap wajah Dinda.


"bisa ngga soal kehamilan ku jangan ada yang tahu dulu?pinta opie.


"kenapa? tanya Dinda heran


"dia sudah membohongi ku dan dia sedang bersama Nia."wajah opie pun tertunduk dan terdengar isakan tangis.


Dinda langsung berdiri dan memeluk sahabatnya itu sambil menangis juga.


"sabar dan sabar, aku janji akan merahasiakan nya."ucap Dinda.


"terimakasih."ucap opie sambil mengusap air matanya


"apa kau sudah yakin mereka bersama? tanya Dinda.


"aku ingin melihat nya langsung tapi aku butuh kekuatan."sahut opie


"apa sudah lama mereka selingkuh? selidik Dinda karena Dinda tahu Nia dari dulu ingin mendekati Hendy


"sepertinya baru satu bulan yang lalu."jawab Opie.


"apa kau mau aku membantu apa? aku ingin sekali membantu mu."ucap Dinda


"kita akan coba berpura-pura tidak tahu saja permainan mereka dan malam Minggu besok acara ulang tahun Dwi, kita lihat apa Nia akan datang."terang opie.


"apa kita bisa minta bantuan azy juga? aku yakin azy tahu semua nya."ujar Dinda.


"boleh kapan? apa kau sudah selesai praktek? opie sudah tidak sabar lagi.

__ADS_1


"ayo sekarang saja dan resep vitamin mu akan kita tebus di apotik saja nanti."ujar Dinda.


mereka berdua pun berjalan menuju parkiran dan akan menemui sahabatnya azy.


__ADS_2