Dua Sisi

Dua Sisi
BAB 28. Rindu 2


__ADS_3

Malam ini opie,mama intan,Axel dan juga art nya berangkat menuju bandara.


mama intan sangat kesal karena marry tetap ingin ikut dan tidak memikirkan bayi nya.


"aku tadi nya sangat respect dengan marry tapi ternyata dia wanita egois yang memikirkan dirinya saja,tidak memikirkan bayi nya."gerutu mama intan ke vino.


vino sedang menahan amarah karena dia juga kesal dengan marry.


padahal opie ke Jerman untuk kerja bukan untuk liburan dan mama intan tidak tega karena opie tidak ada yang menjaganya di sana.


mungkin jika ada hendy, mama intan juga tidak akan menemani opie dan cucunya.


"aku juga ngga paham mah!! sifat nya sangat berubah jauh dari waktu aku pacaran."tutur vino


"kau harus bisa membawa istri mu ke jalan yang benar dan ajarkan dia arti kesederhanaan juga menghargai orang lain."terang mama intan.


"sebentar lagi pesawat nya akan berangkat dan mama hati-hati."ujar vino yang memeluk mama serta adik nya bergantian.


"sabar ya kak? seru opie.


"kau jangan lupa kirim laporan ya? pinta vino.


"siap dong bos."canda opie.


mama intan, opie dan art yang menggendong Axel pun akhir hilang dari pandangan vino.


vino benar-benar malas untuk pulang dan dia memilih pergi ke apartemennya.


vino memang sudah berasa ketika marry di ajak tinggal di apartemen,marry menolah dengan alasan ingin dekat dengan mama intan.


dan semua sudah terbaca kalau marry tidak mau kehidupan seperti adiknya yang apa adanya saja.


atau mama nya yang selalu mengajarkan hidup sesuai kemampuan.


"kemana sih mas Vino!! masa anter ke bandara sampai tengah malam belum kembali juga."gerutu marry.


tanpa sepengetahuan vino ternyata marry juga tidak mau memberikan asi untuk bayi nya.


marry hanya memberikan susu formula ketika vino tidak dirumah.


tujuan marry hanya ingin menguasai rumah mama intan dan menggeser opie.


pak Kris sudah baca itu semua dan pak Kris jarang bertegur sapa dengan menantu nya.


kecuali jika cucu nya sedang di gendong oleh suster baru pak Kris mau menggendong nya.


di dalam pesawat mama intan dan axel tertidur pulas, opie belum bisa terlelap.


bahkan opie hanya memandangi wajah anaknya yang sudah berumur satu tahun setengah.

__ADS_1


tak terasa dia sudah berpisah satu tahun lebih dengan hendy.


sementara Hendy entah perasaan nya sangat gelisah dan coba menghubungi opie tapi ponsel nya selalu di luar jangkauan.


Hendy terus saja menelpon karena dia merasa khawatir dengan opie dan anaknya.


Hendy selalu mencari tahu dengan siapa opie dekat tapi ternyata mantan istrinya lebih banyak bekerja di rumah.


perjalanan selama 16 jam lebih membuat opie dan yang lain nya merasa lelah.


sampai di bandara mereka di jemput oleh sahabat pak Kris yang sudah menunggu dan langsung membawa mereka ke hotel.


tempat opie menginap tidak jauh dari kantor jadi opie tidak perlu bersusah payah lagi mencari alamat.


opie dan yang lain langsung merebahkan badan nya ketika sampai di hotel.


opie beristirahat sejenak sebelum nanti sore akan bertemu beberapa kolega papa nya.


rencana nya pak Kris juga akan menyusul di lusa, karena dia juga harus menghadiri rapat tersebut.


"apa kau tidak cape nak? tanya mama intan yang melihat opie sudah terlihat rapih dengan pakaian kerjanya.


"ngga mah sudah enak badan nya, kalau tidak langsung kerja mau Sampai kapan kita di sini."canda opie.


"yang ada gaji ku di potong oleh big bos Krisnadi Pratama."ledek opie


"ya sudah aku berangkat dulu ya mah!! ngga enak sudah di tunggu di lobby."terang opie.


"sukses ya sayang."seru mama intan dan di balas dengan ciuman jauh oleh opie.


sesampai di lobby, opie langsung di dampingi oleh sahabat papa nya.


selama jalan menuju kantor, opie banyak sekali bertanya tentang kemajuan perusahaan tersebut.


di lobby Kantor, opie jadi perhatian para laki-laki karena wajahnya yang cantik dan natural membuat kaum Adam banyak yang melirik kepada nya.


"apa ada yang salah dengan penampilan ku? uncle."tanya opie


"no kau sangat cantik!!mereka ingin berkenalan dengan mu."rekan pak Kris.


"oh sebaiknya kita profesional kerja saja,uncle."ujar opie.


rekan papa nya pun paham karena sudah di beritahu oleh pak Kris.


ketika hendak masuk lift, opie tidak sadar berpapasan dengan Hendy.


Hendy membola mata nya,bahkan dia sampai mengucek mata nya berkali-kali bahwa yang di depannya adalah orang yang sedang dia rindukan.


"uncle apa nanti aku bisa melihat pabrik? tanya opie.

__ADS_1


"tentu,aku akan mengantar mu."sahut teman papa nya.


Hendy pun meyakinkan diri nya kalau itu benar opie, dari suara bahkan wajah sekaligus.


"opie Primalita."panggil Hendy.


opie pun menoleh ke suara yang sangat dia kenal tapi senyum opie berubah menjadi redup.


ketika ada seorang wanita bule yang menggandeng tangan Hendy.


"oh hai mas!! kalau begitu aku permisi duluan."jawab opie dan membalikan badan nya.


lalu berjalan dengan cepat meninggalkan Hendy yang masih memanggil dirinya.


"sial kenapa aku harus bertemu dengan dia dalam keadaan dia sudah mempunyai wanita lain sih."gerutu opie


masuk di dalam ruangan , opie mencoba menghilangkan bayangan tersebut.


"Yaa Tuhan,apa aku sedang merindukan dia."opie mengusap wajahnya dengan kasar.


"ayo fokus..fokus."opie menyemangati dirinya sendiri.


sedangkan Hendy baru menyadari,mengapa opie menghindari dirinya ternyata wanita yang di samping nya seperti lintah yang tak mau lepas.


"bisa tidak kau menjauh dari ku."hardik Hendy.


"kenapa? bukan kah kau menyukai ku!! tanya bule itu.


"aku tidak pernah menyukai mu "jawab Hendy kesal.


Hendy mencari tahu,ada apa opie ke kantor nya dan ternyata opie ada pekerjaan disini sampai tujuh hari kedepan.


Hendy menjadi semakin penasaran, apa opie membawa anak mereka.


rasa rindu Hendy kepada kedua orang yang selalu ada di pikiran dan hatinya pun semakin membuncah.


ingin rasa nya hendy memeluk opie tapi dia mengingat siapa dirinya sekarang.


"opie menginap di mana ya."gumam Hendy


Hendy pun menghubungi mama nya dan mama nya Sepertinya sedang sibuk.


Hendy berjalan kaki menuju cafe karena dia juga ada janji dengan client penting.


sebelum masuk kedalam cafe, dia melihat mama intan dan mama nya serta ada seorang bayi laki-laki yang sedang belajar berjalan.


satu orang itu tentu Hendy sangat kenal karena itu art di rumah nya.


"Axel kesini ayoo..apa Axel mau ice cream? panggil mama Hendy yang lalu menghampiri Axel dan menggendong balita tersebut.

__ADS_1


__ADS_2