Dua Sisi

Dua Sisi
BAB 22. Bertemu


__ADS_3

Opie sama sekali tidak hadir di pernikahan kakak nya karena badan nya benar-benar lemas.


"jam. berapa ini? gumam opie yang baru bangun dari tidur nya.


"sudah hampir jam 6 sore Bu."sahut art nya yang berdiri di samping opie.


"hmmm kau sejak kapan ada di sini? aku sudah seperti putri tidur saja."cebik opie.


"saya khawatir karena ibu belum bangun juga dan tadi juga nyonya datang tapi ibu masih tidur."terang art opie.


"iya badan aku ngga enak banget mba!! dan aku ngantuk banget."jelas opie


"apa ibu mau mandi Air hangat? biar saya siapkan. mungkin jika mandi akan lebih fresh."tawar art opie.


"boleh mba Tapi aku lapar banget mba!! bisa makan dulu ngga? tawar opie


"baiklah saya bawakan ke sini ya Bu kacang hijau nya! atau ibu ada lagi yang mau di bawakan selain kacang hijau? tanya art


"kacang hijau hangat ya? itu saja."jawab Opie .


perut nya sudah terasa lapar sekali karena dia melewati makan siang.


selagi nunggu art mengambilkan bubur kacang hijau, opie memakan buah yang ada di kamar nya.


dia tahu pasti mama nya yang bawakan dia buah serta cemilan kesukaan nya..


"aku jadi tidak enak hati dengan kak marry dan kak vino"


"haaah semoga saja dia mengerti."opie menghela napas nya


tidak lama art nya masuk kedalam kamar dengan membawa satu mangkok bubur kacang hijau hangat.


di belakang art ada sekretaris opie juga yang ingin melihat keadaan opie.


"kau tidak datang ke pesta kakak ku? tanya opie.


"tidak mba!! aku di minta menjaga mba di sini."jawab sekretaris opie.


"aku sudah ada yang jaga dan aku bukan anak bayi juga."seru opie


"datang lah kesana dan bilang aku sudah baik-baik saja."pinta opie


"baiklah mba opie kalau begitu aku akan ke pesta pernikahan pak vino dan aku pamit mba opie."seru sekretaris nya.


"hati-hati dan sampai besok."teriak opie.


opie memakan bubur kacang hijau nya dengan lahap sedang art nya menyiapkan air hangat untuk opie mandi.


hamil nya semakin besar dan membuat opie malas beraktivitas bahkan cepat sekali badan dan kaki nya pegal.

__ADS_1


pasti art nya yang akan memijit kaki dan betis opie tiap malam, baru opie bisa tidur.


"apa air nya sudah siap? tanya opie


"sudah Bu!! ayo saya bantu ke dalam takut licin."sahut art nya


"hamil besar begini ternyata lucu ya mba? banyak yang khawatirkan aku."tutur opie.


"iya mba semua pasti khawatir karena ibu hamil kan tidak bisa di tebak."jawab art nya.


selesai mandi opie duduk di depan tv sambil menunggu makan malam nya jadi.


opie selalu minta di temani makan oleh art nya yang sangat setia dengan opie.


"loh kamu ngga makan? tanya opie.


"saya masih kenyang banget Bu!! saya temani saja ya Bu? jawab art


"ya sudah duduk lah!! ngapain berdiri saja."pinta opie


art nya pun duduk di samping opie dan Opie makan dengan pelan-pelan karena sambil menonton film.


lama-lama makanan di dalam piring opie habis juga tanpa sisa.


opie ingin sekali keluar tapi sudah malam dia juga harus memikirkan bayi nya juga.


"baik Bu!! jam berapa? tanya art


"jam 6 pagi saja,kita keliling kompleks."sahut opie


"iya Bu, bagus untuk memudahkan melahirkan jika sering jalan pagi."terang art.


"iya mba."jawab Opie..


malam nya opie susah tidur dan baru bisa tidur di atas jam 12 malam.


pagi nya dia Sudah terbangun dan siap untuk jalan pagi.


art nya sudah menunggu dan siap dengan botol minum.


ketika sedang berjalan ke arah taman tidak sadar opie berpapasan dengan Hendy.


Hendy menatap wajah yang sangat dia rindukan bahkan dia sangat ingin memeluk opie.


"oh hai mas apa kabar? sapa opie sedikit kaget.


"baik dan kau semoga selalu baik ya."seru Hendy.


"yeah seperti yang kau lihat!! aku baik-baik saja."ucap opie

__ADS_1


"opie apa kita tidak bisa berkomunikasi saja soal bayi kita? apa benar-benar kau membenci ku? lirih Hendy.


"aku sudah tidak membenci hanya saja kita harus bisa jaga jarak dan untuk bayi!! aku akan selalu memberikan kabar untuk mu."


cobalah menerima keadaan ini mas!! dan menerima akibat semua kesalahan mu!! coba kau bangkit dan hidup dengan baik."tutur opie


"aku tidak bisa dan aku masih berharap semua akan kembali."sahut Hendy.


"tapi semua itu sudah tidak mungkin mas?? aku tahu kau selalu mengikuti kemana aku pergi dan entah apa maksud mu seperti itu."


"aku berharap kau bisa mendapatkan yang lebih baik lagi dan belajar dari kesalahan yang sudah kau lakukan, itu saja." ujar opie


opie menggandeng tangan art nya memberikan kode untuk segera pergi meninggalkan Hendy.


"kalau begitu aku permisi dulu mas!! seru opie.


"hati-hati."sahut Hendy yang masih terus menatap istrinya dari jauh.


ingin rasanya Hendy yang di samping opie seperti dulu.


tapi kesalahan sudah membuat istrinya tidak mau lagi kembali.


Hendy masih terdiam di tempatnya, rasa penyesalan masih terasa di hatinya.


entah harapan untuk kembali tidak akan pernah terjadi karena istrinya benar-benar membuat jarak dan dia hanya di perbolehkan untuk urusan anaknya saja nanti.


apa dia akan menunggu opie atau dia akan hidup sendiri saja dan hanya anak dari opie yang akan menemani dirinya nanti.


dia tidak ingin anaknya kekurangan kasih sayang karena dia tidak yakin wanita lain akan menerima dirinya.


sepulang dari jalan pagi, opie langsung duduk di meja makan.


ada perasaan lega dalam hati nya bisa mengungkapkan apa yang dia ingin katakan ke Hendy..


opie ingin Hendy bisa melupakan dirinya dan merawat anaknya walau bukan sepasang suami istri lagi.


"apa ibu baik-baik saja."tanya art opie.


"iya mba, aku baik-baik saja kok."sahut opie.


"maaf saya agak khawatir saja Bu "ujar art nya merasa tidak enak hati.


"ngga masalah mba dan aku juga makasih banget ada yang menjaga ku."terang opie.


setelah sarapan pagi, opie masuk kekamarnya untuk beristirahat sebentar sebelum mengecek pekerjaan nya karena sebentar lagi pasti sekretaris nya akan datang.


opie pun mengirimkan pesan untuk kakak nya dan meminta maaf tidak hadir di acara penting itu.


"ngga apa-apa yang penting kau baik-baik saja ya."sahut vino melalui pesan singkat nya

__ADS_1


__ADS_2