
Opie sudah pulih bahkan sudah siap akan berangkat liburan.
ngga tanggung-tanggung Dennis ingin membawa nya keliling tempat liburan yang ingin istrinya datangi.
mereka mengambil cuti satu bulan lama nya bahkan kalau bisa Opie minta lebih.
"apa sudah siap semua nya? tanya mama intan
"sudah mah dan aku kan hanya sepuluh hari saja mah, kenapa kek mau di usir saja."protes Opie.
"kau harus menikmati liburan jadi biar irit ngga usah Belanda baju lagi."sahut mama intan.
"sampai segitunya mah, masa cuma beli kaos saja ngga bisa."cebik Opie.
"bukan ngga bisa tapi irit!! karena gaji sebulan mu akan aku potong untuk aku menjaga rumah mu."terang mama intan
opie hanya menepuk jidatnya ,karena ada saja ucapan mama nya yang bikin dia kesal.
"hai Bun? apa sudah siap? Axel masuk kedalam kamar bunda nya.
"sudah sayang, apa kau ngga sedih bunda akan pergi lama."Opie menciumi dan memeluk anaknya.
"ngga lah Bun, ngapain juga harus kangen."sahut Axel
"oh Axel apa kau kena virus? tanya Opie memicingkan mata nya.
"no aku sehat dan akan sehat selalu jadi bunda pergilah dan jangan lupa pulang bawa kan aku adik perempuan."pinta Axel
"itu butuh proses dan tidak instan sayang."jawab Opie.
"itu bisa di atur Bun." jawaban Axel membuat Opie meringis
__ADS_1
untuk mempunyai anak Axel saja butuh perjuangan dan apa mungkin dia bisa hamil lagi.
harapan nya ingin mempunyai anak itu tidak seindah waktu ingin menikah dengan Dennis.
Dennis tahu apa yang di pikirkan istrinya dan dia hanya bisa mengelus bahu istrinya tanda bahwa dia ingin memberikan kekuatan.
"kita hanya bisa berusaha dan jika memang belum di beri, ya sudah cukup kita jalani saja rumah tangga ini. kan sudah ada Axel? tugas kita membesarkan nya."terang Dennis
ini yang membuat Opie jatuh hati karena pembawaan Dennis yang Sangat bijak.
"makasih ya Daddy."ucap Opie.
"hahhaaha lebih baik seperti nya aku juga memanggil mu, bunda."sahut Dennis.
"ayo, siap berangkat."ajak Dennis
"tentu aku sudah siapkan tenaga ku karena aku yakin akan ada penjajahan."canda Opie
"ehemm udah ngga sabar saja nih."ujar vino.
Opie pun malu ketika kakak nya memergoki dirinya sedang berciuman.
"hahaha kau ini Vin, seperti ngga pernah lihat saja. di luar negeri yang seperti ini lumrah kan? terang Dennis.
"ini rumah bro."ledek Dennis
kedua orang tersebut menjadi salah tingkah lalu Opie mencubit pinggang kakak nya.
sampai di teras rumah sudah banyak yang menunggu mereka.
"tunggu ini kek mau ada perpisahan saja."protes Opie
__ADS_1
"kan kau akan pergi satu bulan berdua dan kita berdoa ketika pulang kau datang bertiga ya."seru mama intan.
"kau meledek ku nyonya."bisik opie.
"yeah aku hanya meminta bukan meledek bahkan ngga ada geledek."sahut mama intan.
"aunty apa aku boleh ikut? tanya putri nya vino.
"no, aunty mu mau bulan madu bukan liburan."cegah vino
"liburan dan bulan madu kan sama papa."kesal putrinya vino.
"kenapa anak seperti kita di larang ikut? itu ngga adil."protes putri nya vino.
"inces nya aunty!! sini peluk dan kita akan liburan bersama jika kalian sudah selesai ujian."terang Opie.
"horee berarti Minggu depan kita menyusul ya."teriak mama intan begitu senang nya.
"ya ya ya lakukanlah yang nyonya suka."ledek opie.
setelah berpamitan pasangan pengantin baru tersebut langsung menunju bandara.
senyum opie tidak lepas dari wajahnya dan mereka saling bergandengan tangan.
rasa cinta yang begitu besar Opie rasakan bahkan dia sangat bersyukur bisa mendapatkan Dennis.
sampai di bandara mereka langsung masuk kedalam pesawat karena akan segera berangkat.
di pesawat Opie tidak sadar jika Hendy sedang menatap nya.
bahkan masih ada rasa cemburunya yang begitu dalam ketika melihat Dennis mencium pipi Opie.
__ADS_1