Dua Sisi

Dua Sisi
BAB. 39 Vino & Lia


__ADS_3

Perhatian kecil mulai dari mengingat kan untuk makan atau apa pun membuat Opie seperti anak Abg yang sedang jatuh cinta.


sesekali dia melirik ponsel nya dan berharap Dennis mengirimkan pesan untuk nya.


"wah mulai ngga waras nih aku."gumam Opie


lalu dia masuk kedapur untuk memasak hanya itu yang bisa menghilangkan rasa penasaran nya.


"non mau masak apa? tanya mba Tuti


"apa sajalah mba, yang penting bisa di makan."sahut opie sambil tersenyum.


Opie membuat cemilan dan juga makan malam, yang membuat mba Tuti bingung karna masih jam 4 sore.


biasanya Opie akan masak di atas jam 6 sore untuk makan malam.


"kenapa mba kok bingung? tanya opie


"ini masih jam 4 non,, apa ngga salah masak di jam segini? tanya mba Tuti


"ngga apa-apa mba nanti pada Sampai pasti pada lapar."sahut opie santai.


Opie pun masuk kedalam dan duduk di bangku yang menghadap ke pantai.


sambil menunggu assisten nya datang, Opie pun mengerjakan pekerjaan kembali.


selang beberapa menit, assisten nya Opie datang dengan kakak nya.


"loh kak vino sama siapa? sendiri? tanya opie.


"ini sama mba Lia kan? tunjuk vino ke assisten nya Opie.


entah kenapa opie merasa ada yang salah Dengan mereka berdua.


Tapi Opie tidak mau menduga dulu karena kakak nya tidak akan mungkin berkhianat.


cuma mungkin dengan sikap istrinya yang selalu punya aturan sendiri dan pergi sesuka hatinya saja.


lambat laun opie yakin kalau kakak nya juga pasti akan lari kepelukan wanita lain.


"tidak usah berpikir yang tidak-tidak."vino menjitak kepala adik nya.


"tidak-tidak juga ngga apa-apa kok."seru opie.


"sudah lanjutkan kerja nanti pasukan pulang malah repot."ujar vino.


vino memilih merebahkan tubuhnya yang sangat letih di sofa.


tanpa sadar dia pun pulas tidur di sofa tersebut.


"Lia kenapa kakak ku bisa ikut? tanya opie


"tadi pagi istrinya datang dan mereka bertengkar di kantor Bu."jawab Lia jujur.


"oh kau tahu atau hanya tahu dari orang."tanya Opie


"ada saya Bu di situ dan saya jadi tidak enak Bu karena Bu marry pikir saya adalah selingkuhan pak vino."ungkap Lia.

__ADS_1


Opie pun menepuk jidatnya, sikap marry pasti bikin malu papa nya jika tahu.


"kok bisa sih kak marry bersikap seperti itu."Gerutu Opie


"saya juga ngga paham Bu."sahut Lia.


"kamu sudah makan belum? kalau belum makan gih!! perintah opie


"hmmm belum Bu,"sahut Lia malu-malu


"yuk aku temani kau makan."ajak opie


Lia dan Opie pun makan di dapur sambil bercerita, sedang kan ponsel Vino terus saja berbunyi.


Opie tahu siapa yang menelpon pasti Marry, Opie hanya menghela nafas panjang.


lalu dia mencoba berpikir adil karena bagaimanapun kakak nya yang menjalani semua nya.


kalau di bilang berkhianat, kakaknya ini tipe cowok setia.


dan ngga mungkin berbuat yang tidak masuk akal.


mama dan papa nya juga tidak menyukai Marry lagi karena terlalu banyak ngatur dan menguasai rumah.


"Lia kalau aku jadi kakak ku juga pasti sudah tentu aku akan kabur."ungkap Opie.


"saya tidak mau terlalu ingin ikut campur Bu, karena itu masalah pribadi pak vino dan istrinya, jika saya di salahkan itu tidak adil karena saya kan hanya bekerja."terang Lia.


"sudahlah dan habis kan makanan mu."pinta Opie.


Opie akan bicara dengan kakak nya nanti setelah vino bangun tidur dan makan.


melihat Dennis jantung opie berdegup kencang bahkan dia gelisah dan salah tingkah.


"liatin apa? tiba-tiba vino ada di samping Opie


"ya ampun kalau cinta bilang saja kali."ledek vino


"aduh pusing deh!! ngga mama ngga kak vino berisik."protes opie


"hahahaha aku lapar nih."seru vino sambil mengusap perut nya.


"ada di meja makan."sahut opie sambil memandang terus keluar.


axel pun masuk tapi mata bunda nya tidak melihat dirinya dan Axel mengikuti arah pandang bunda nya.


"eheemm lupa deh sama anak."ledek Axel


"astaga kau mengagetkan ku saja."ujar opie


"habis nya dari tadi yang di lihat cowok nya terus sih."canda axel yang masuk kedalam karena sudah lapar juga.


"uncle vino!! teriak Axel.


"hai boy!! sini kita makan."ajak vino.


"loh vino ada di sini juga? tunjuk papa nya pura-pura tidak tahu kejadian di kantor.

__ADS_1


"iya pah maaf ngga kasih kabar dan aku tadi bersama Lia."terang vino.


"papa juga lapar nih."pak Kris seolah mengalihkan pembicaraan.


Dennis pun masuk dan melihat Opie yang juga sedang di ruang tamu.


"apa kau tidur nyenyak? dan apa sudah makan? tanya Dennis


"sudah dan kalau kau lapar sudah ada makanan di meja ."sahut opie entah jantung nya menjadi tidak karuan.


"apa aku sakit jantung ya."gerutu Opie.


Lia yang masih mendengarkan ocehan Opie hanya tersenyum saja.


"kau senyam senyum saja sih."kesal opie


"lalu aku harus bagaimana Bu? kan ibu yang jatuh cinta bukan saya."ledek Lia.


"Lia sudah bosan ya? mau potong gaji? teriak opie


tiba-tiba Dennis duduk di samping Opie dan membuat opie salah tingkah.


"apa kau mau aku buatkan sesuatu? tanya Dennis


"aku sudah buatkan cemilan dan makan malam jadi tak perlu memasak lagi."ujar opie.


"kalau begitu, ayo temani aku makan."ajak Dennis yang sudah menarik tangan opie.


jemari mereka bertautan, seolah tidak akan lepas sampai di ruang makan pun.


Dennis tidak ingin melepaskan tangan nya, wajah opie sudah memerah karena kakak nya akan meledeknya.


"duduklah dan biar aku yang siapkan."pinta Opie


Dennis pun duduk di sebelah Axel, mereka saling melempar kan senyuman.


"apa kau mau ikan atau daging? tanya opie.


"apa saja dan jangan di kasih sambal."sahut Dennis


opie mengisi piring Dennis dengan nasi dan daging serta sayur-sayuran.


lalu dia menyerahkan ke Dennis sambil mengambil air minum untuk Dennis dan Axel.


sudah lama sekali Opie tidak melayani seperti ini lagi dan baru ini dia mencoba melayani Dennis.


Opie merasa pilihan nya sudah jatuh di Dennis dan yang Opie ragukan.


apa Dennis bisa setia atau bisa menjaga dia dan Axel.


"Dennis apa habis ini kau ada acara? tanya vino


"hmmm ngga ada? kenapa Vin? tanya Dennis


"bisa antar aku mencari baju dan perlengkapan lainnya."tawar vino.


"oke dan bentar aku habiskan makanan aku dulu."sahut vino.

__ADS_1


ada rasa Opie ngga senang jika Dennis akan pergi lagi.


__ADS_2