
Hari ini Opie sudah mendaftarkan gugatan cerai nya di pengadilan agama setempat dan Hendy memuluskan apa yang di inginkan Opie.
Hendy tidak ingin opie menjadi takut atau tertekan jika Hendy terus meminta ingin rujuk.
tidak ingin mengucap talak untuk sang istri tapi dia akhirnya mengucapkan itu dengan deraian air mata.
begitu pun Opie sebelum berangkat ke pengadilan agama, mereka berdua di hadapan orang tua masing-masing sudah mantap untuk berpisah.
Hendy mengembalikan opie ke papa dan mama nya secara baik-baik.
Hendy pun mengucapkan talak di depan orang tua nya dan juga orang tua opie.
semua menangis sedih karena hanya ini jalan untuk mereka bisa memperbaiki diri masing-masing dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.
bahkan mereka berharap bisa berjodoh lagi, walaupun tidak berjodoh seenggaknya masih bisa menjadi partner untuk mengurus Axel anak mereka.
sebulan berlalu hasil sidang sudah di putuskan dan waktu nya Hendy untuk pergi.
perpisahan dengan anak nya sungguh terasa berat dan Axel sudah menghapal wajah ayah nya dengan baik.
"jaga Axel dan kabari aku jika ada apa-apa dengan nya."ujar Hendy yang berpamitan akan pergi.
"kau juga harus jaga diri mu juga dengan baik di sana."timpal opie
lalu hendy pun pamit dan keluar dari rumah opie, Hendy menoleh beberapa kali untuk melihat anak dan mantan istri nya itu.
"ayo hen? kau bisa telpon atau video call dengan Axel."ajak mama nya Hendy.
"iya mah!! ayo."seru Hendy.
Hendy masuk kedalam mobil dan menghilang dari pandangan opie.
ada rasa berat tapi opie harus menata hidup nya juga, walaupun bukan pasangan suami istri tapi mereka sekarang bersaudara.
"yah pergi deh si ayah."seru opie sambil mencium wajah Axel.
Axel pun tertawa karena merasa kegelian ulah bunda nya.
"semoga ayah mu bisa menjadi lebih baik lagi."ucap opie
opie pun melanjutkan pekerjaan nya dan masuk keruang kerja nya.
Axel ikut di bawa keruangan kerja karena opie ngga bisa jauh dengan anaknya.
sesekali dia menggendong bayi tersebut bahkan sampai tertidur di pangkuan opie.
__ADS_1
hari-hari pun Opie lalui begitu saja dan tanpa sadar Axel sudah berumur satu tahun.
sejak saat terakhir pamit Hendy tidak pernah memberi kabar lagi atau menanyakan perkembangan Axel.
hanya saja biaya untuk Axel dan Opie masih di kirim Hendy tiap bulan tidak berkurang sedikit pun.
entah kenapa hari ini tepat ulang tahun Axel ada rasa rindu opie terhadap Hendy.
"apa sampai sebegini nya kau melupakan kami berdua."gumam opie.
opie hanya membuat pesta kecil itu pun hanya mengundurkan anak yatim saja.
opie ingin Axel belajar hidup sederhana, opie tidak mau memanjakan Axel dengan harta.
"apa hendy belum ada kabar juga? tanya papa Kris
"mungkin dia tidak mau mengingat kami pah, jadi biarlah dia dengan cara nya."jawab opie.
"papa rasa tidak seperti itu!! dia orang yang gila akan kerja, jadi dia membunuh kesepian dengan bekerja."ujar papa Kris.
"iya pah kita lihat nanti saja pah!! apa dia bisa mengingat Axel atau tidak."timpal opie
sementara di tempat lain, Hendy benar-benar hanya bekerja bahkan dia melewatkan semua nya.
jika dia bekerja dengan fokus, hendy bisa melupakan wajah opie tapi jika dia santai wajah opie selalu ada di pikiran nya itu.
"hen!! anak mu Ulang tahun!? apa begini cara mu yang ingin di bilang ayah terbaik!! sama anak saja kau tidak pernah memberi kabar."hardik mama nya Hendy.
"bagaimana opie bisa semakin membuka hati untuk mu, jika kau sendiri saja tidak sayang dengan Axel."kesal papa hendy.
Hendy hanya terdiam saja dan mengusap wajah kasarnya.
"aku akan menelpon nanti pah."sahut Hendy.
papa dan mama nya Hendy pun berlalu dari hadapan anak nya dan memilih pergi meninggalkan anaknya.
"entahlah sampai kapan anak itu akan selalu merasa bersalah."lirih mama Hendy.
papa nya Hendy sangat menyayangi opie dan cucunya.
rasa kecewa dan benci dia rasakan ketika dia tahu Hendy mengkhianati pernikahan mereka.
Hendy menatap ponsel nya dan mencoba menghubungi panggilan video call nya.
tapi sudah ke empat kalinya tidak di angkat oleh opie
__ADS_1
lalu hendy hanya mengirimkan pesan dan ucapan selamat ulang tahun untuk Axel.
Dua jam menunggu tidak ada jawaban dari opie, Hendy pun bergegas masuk ruangan meeting karena hari ini dia akan presentasi untuk produk terbaru nya.
sedangkan opie seusai acara,dia mengajak Axel untuk beristirahat dan mengganti baju nya karena Axel sudah sangat haus dan juga lelah.
setelah mengganti baju Axel, opie pun langsung mengecek ponselnya.
ada banyak pesan dan yang membuat opie penasaran ada pesan dari Hendy.
"hai boy selamat panjang umur dan sehat selalu, maaf ayah baru bisa memberikan kabar dan semoga kau baik-baik saja dengan bunda mu."isi pesan yang opie baca.
dan Opie hanya membalas dengan mengirimkan foto Axel yang bisa berjalan dan sedang tidur.
lalu di balas dengan ucapan "terima kasih dan maaf tidak terangkat telpon nya dan bisa menelpon lagi jika Axel sudah bangun dari tidur nya."jawaban opie.
hati opie merasa senang karena Hendy baik-baik saja dan masih mengingat anaknya.
opie pun kembali bergabung di ruang tamu dengan mama dan papa nya.
ada juga teman opie yang datang dan juga sepupu nya juga.
banyak yang ingin menjodohkan opie dengan sahabat mereka tapi Opie tidak ada kepikiran untuk dekat dulu dengan seorang laki-laki.
"apa masih trauma? atau memang masih cinta?tanya sepupu opie.
"bukan trauma tapi gue ngaras seperti wanita ngga laku ya!! di jodohkan segala."cebik opie
"siapa tau aja cocok!! bukan berarti ngga laku neng."timpal sepupunya
"ngga lah, gue belum mau juga masih fokus sama Axel!! nanti yang ada gue cuma fokus pacaran terus anak gue terlantar."jelas opie.
sepupu opie pun mengalah karena opie bukan wanita yang mudah cepat suka dengan laki-laki.
apa lagi sekarang dia sudah ada anaknya jadi dia memilih anaknya dulu.
Hendy membaca pesan dari opie dan ketika dia mau menelpon dia melihat jam.
Hendy yakin opie dan Axel pasti sudah tidur karena sudah larut malam.
wanita yang setiap hari mendekati Hendy banyak sekali tapi dia seolah menutup matanya.
seperti sekarang wanita di sampingnya terus menerus mengejarnya.
Tapi Hendy sama sekali tidak tertarik dengan wanita tersebut dia lebih memilih tetap menjaga jarak.
__ADS_1