Dua Sisi

Dua Sisi
BAB 16. Perpisahan.


__ADS_3

Opie meminta Art dan satpam untuk membersihkan kamarnya bahkan semua kasur selimut serta seprei di bakar.


opie mengubah kamarnya menjadi ruang kerja untuk dirinya


dan dia memilih kamar tamu di bawah untuk menjadi kamar nya.


masih terasa ingatan nya kejadian yang dia lihat di kamarnya.


"apa perlu ini rumah di renovasi aja ya!? rasa nya masih muak banget kalau melihat ke atas."gumam opie


"mba!! teriak opie.


"iya Bu.."art sambil berlari tergopoh-gopoh


"mba ini rumah kita renovasi saja deh!! aku nya masih kesel terus nih."ujar opie.


"nah kan si mba ngga tahu cara merenovasi."jawab si art bingung.


"oh iya ya..hmmm panggil pak Agus deh!! tapi bentar aku telpon kak vino dulu saja mba."ujar opie.


art hanya bengong saja melihat kelakuan majikan nya yang terlihat selalu bertingkah lucu.


opie pun dengan heboh nya menelpon kakak nya dan membuat vino serta marry panik.

__ADS_1


sehingga vino dan marry pun langsung menuju rumah opie


sampai di rumah opie mereka berdua langsung masuk.


sedangkan opie dengan santai sedang menyantap rujak mangga buatan pak Agus.


entah kenapa opie ingin pak Agus yang membuat bumbu rujak nya.


"ya ampun aku pikir kau ada masalah yang serius."kesal vino.


"aku hanya ingin merombak rumah ini!! kenapa kalian panik? tanya opie dengan santai nya.


marry pun menepuk jidat nya karena melihat kelakuan calon adik ipar nya itu.


vino pun mengerti dan mencoba tenangkan diri dulu baru dia hubungi rekan nya nanti.


"bisa aku meminta jus ? aku haus ."pinta vino


opie pun memanggil Art nya untuk membuatkan jus untuk kakaknya dan calon kakak iparnya.


"kalau rumah ini di renovasi kamu mau tinggal sementara di apartemen? tanya vino.


"iya masa di rumah nyonya!! nanti malah mereka sedih."sahut opie yang sangat memikirkan perasaan mama dan papa nya.

__ADS_1


"aku rasa sih mama sudah tahu dan papa juga hanya saja mereka menunggu kamu untuk jujur."terang vino


"aku belum siap kak," ujar opie.


"sudahlah jangan membuat bumil sedih kasihan calon keponakan ku."ucap marry sambil mengusap perut opie yang agak sedikit membuncit.


"iya nih kan aku yang bermasalah masa kakak yang sedih sih!! awas saja nanti menikah muka nya jadi berkerut."ledek opie.


"mana ada kerutan!! yang nggak-nggak kamu ini."seru vino


tidak lama jus yang vino minta sudah ada di meja beserta cemilan nya.


vino langsung meminum jus nya setelah itu dia menghubungi rekan arsitektur untuk datang kerumah opie.


"nanti teman kakak akan datang!! biar dia lihat dan kau tinggal jelaskan saja mau konsep nya seperti apa."jelas vino Sambil merebahkan tubuhnya di sofa dia pun sambil mengecek pekerjaan nya lewat ponsel.


"opie ayo kakak temani di halaman belakang yuk? ajak marry


"ayo Kak sumpek juga kalau lihat kak vino sibuk dengan kerjaan nya."cebik opie.


"tunggulah di belakang nanti kakak akan menyusul sambil menunggu teman kakak."jawab vino.


opie dan marry berjalan kehalaman belakang sambil bercerita.

__ADS_1


terdengar suara Marry yang tertawa terbahak-bahak bahkan tidak ada hentinya marry tertawa.


__ADS_2