Dua Sisi

Dua Sisi
BAB. 43 RENCANA


__ADS_3

Pagi nya Dennis bicara dengan mama ayu soal lamaran dan mama Dennis langsung histeris dan dia sangat bahagia.


"itu Anak lagi ngga ke pentok kan? otak nya jadi bener."seru mama ayu


"mama ini apa sih!! itu calon istri ku biar pun kelakuannya sama dengan mama."cebik Dennis.


"huuuu Opie itu Anak baik dan sangat sopan sampai mantan mama mertua nya pun masih sayang dengan Opie."terang mama ayu.


"siapa pun akan menyukai wanita itu mah."sahut Dennis


"ya sudah nanti malam kita atur makan malam dengan Tante intan dan pak Kris."ucap mama ayu


"pasti Axel akan sangat bahagia."mama ayu pun segera mengambil ponsel nya untuk menghubungi intan.


terdengarlah suara tertawa bahagia dari kedua wanita yang sudah tidak muda lagi.


Dennis hanya menggelengkan kepala saja dan hari ini senyum dari wajah nya tidak pernah lepas.


sampai di kantor pun terlihat wajah bahagia Dennis sambil berjalan masuk keruangan nya.


"pagi pak."sapa sekretaris Dennis.


"pagi!! Rosa tolong kosong kan jadwal saya hari ini karena saya mau ada persiapan lamaran nanti malam."ujar Dennis.


"apa pak lamaran? tanya Rosa tidak percaya.


"iya kenapa? ada yang salah? kesal Dennis.


"oh titidak pak."jawab Rosa gugup.


Dennis pun langsung masuk keruangan kerjanya sambil bersiul.


"uh kenapa dia tidak melirik ku sama sekali dan siapa sih calon istri nya itu."kesal Rosa


"yang jelas tidak sebanding dengan mu dan dia putri dari seorang anak pengusaha."tiba-tiba assisten Dennis fajar sudah berdiri di belakang Rosa.


"kerjalah sebagaimana mestinya dan jangan berharap lebih jika karir mu tidak ingin hancur."ancam fajar dan masuk kedalam ruangan Dennis.


Rosa pun semakin geram mendengar perkataan fajar.


karena Rosa sudah lama menaruh hati dengan Dennis sampai dia memutuskan pertunangan dengan pacarnya demi berharap bisa menjadi pacar Dennis.

__ADS_1


tahun ke tahun usaha untuk mendekati dan mendapatkan hati Dennis sia-sia saja.


kabar yang di berikan Dennis membuat hati Rosa sakit dan marah.


dia pun mencari tahu siapa calon istri nya Dennis tersebut.


makan siang pun tiba, mama ayu mendatangi kantor anaknya untuk mengajak makan siang dan juga membeli cincin untuk Opie.


"apa anak ku masih di ruangan nya? tanya mama ayu kepada Rosa.


"ada nyonya, silahkan masuk."ajak Rosa sopan.


mama ayu jika tidak menyukai orang akan bersikap dingin.


Rosa membuka pintu ruangan Dennis nampak Dennis sudah bersiap untuk berangkat.


"kita cari cincin dahulu atau kau mau makan dulu? tanya mama ayu sambil tersenyum.


"jika perlu ke penghulu dulu mah."sahut Dennis sambil tersenyum bahagia.


"aku juga ingin nya membawa calon menantu ku ke penghulu tadi pagi,bahkan intan juga sudah tidak sabar ingin melihat anaknya menikah."terang mama ayu.


"aku harap, Opie dan Axel bisa bahagia dengan ku ya mah? ucap Dennis


Rosa yang mendengarkan cerita Bos dan ibu nya itu mengepalkan tangan nya.


ingin rasanya dia merusak acara tersebut dan berharap Dennis memilih diri nya.


Dennis dan ibu nya memilih menjemput Axel untuk bersama-sama makan siang dan juga memilih cincin untuk bunda nya.


"aku yang menjemput Axel ya dan kau jangan lupa makan siang."isi pesan Dennis untuk Opie.


"terimakasih maaf merepotkan mu, dan kau juga jangan lupa makan ya."balasan pesan opie.


"i love you sayang."pesan Dennis untuk Opie.


Wajah Opie langsung memerah dan dia sangat bahagia sekali bahkan dia membaca nya berkali-kali.


"aduh jadi deg-degan begini."gerutu Opie


vino yang melihat kelakuan adik nya pun jadi ikut tertawa.

__ADS_1


"ehemm kalau sedang jatuh cinta pasti akan terasa aneh ya? apa gila ya? ledek vino.


"ish Kakak tuh masuk ngga ketuk pintu dulu."cebik opie.


"gimana mau ketuk pintu dari tadi senyum sendirian saja."canda vino


"ya .ya..aku sedang jatuh cinta."sahut opie akhirnya menjawab ledekan kakaknya.


"kau tidak menjemput Axel? tanya vino


"sudah di jemput dennis kak dan hampir setiap hari Dennis pasti yang jemput Axel."terang Opie


"baguslah dia bukan hanya butuh kau saja tapi dia juga butuh Dennis."terang vino.


"kelanjutan kakak gimana dengan kak marry? tanya opie


"tinggal menunggu sidang saja dan aku tetap dengan keputusan ku."jawab vino.


"semoga ini yang terbaik ya kak."ucap opie.


"ini sudah yang terbaik dan lihat anak ku pun ketika ibu nya pergi dia sangat ceria tidak tertekan lagi."terang vino


"baguslah kak dan aku lihat lebih cerah wajah nya."timpal opie.


ketika asyik berbincang-bincang masuk Lia, dia datang hendak memberikan berkas ke opie.


Opie melihat vino menatap terus wajah Lia, dan Opie tahu jika kakak nya ada hati dengan sekretaris nya itu.


"ehem nanti malam ada acara makan malam.dan kau ikut ya."pinta Opie dan Lia hanya menjawab lewat anggukan kepalanya saja.


"kau ini lagi sariawan ya? ledek opie


"tidak nona."sahut Lia


lalu Lia pun pamit dari ruangan opie untuk kembali keruangan nya karena dia akan melanjutkan pekerjaan nya.


Di sebuah toko emas nampak terlihat Axel sedang memilih cincin.


Dennis dan axel berdebat masalah cincin karena bunda nya sangat sederhana jadi jika di berikan yang mewah pasti bundanya akan jarang memakainya.


perkataan Axel benar ada nya, Opie sangat sederhana tapi terlihat elegan.

__ADS_1


itu yang membuat mama ayu menyukai wanita tersebut.


__ADS_2