
Putri menatap foto-foto pernikahan nya dengan Hendy, serta foto dimana dia baru dekat dengan Hendy.
sangat di sayangkan sekali semua itu hanya tinggal kenangan.
bahkan suatu nanti dia tidak akan pernah mengenang nya lagi.
hadiah-hadiah yang selalu di berikan oleh Hendy masih tersimpan rapih.
bahkan selalu banyak hadiah yang Hendy kirim sebagai bentuk cinta nya kepada istrinya.
"harus pelan-pelan aku kumpulkan semua barang-barang Ku, Agar suatu hari nanti saat nya tiba nanti sudah tidak perlu membawa barang ku lagi."gumam opie.
dia meminta art untuk memasukan ke dalam mobilnya.
"ibu mau pergi? tanya art
"bukan mba itu besok mau aku sumbangkan."jawab Opie
"ibu sebaiknya istirahat karena sudah larut malam."pinta art dengan sopan.
"iya dan mba juga dong." ujar opie.
mereka berdua pun masuk kekamar masing-masing dan putri mendengar suara mobil Hendy.
dia enggan menyapa atau berbasa Basi lagi bagi nya jika suami sudah berani berzina berarti dia bukanlah kepala rumah tangga Yang harus jadi panutan lagi.
"lelaki hebat bohong ."lirih opie langsung pura-pura tidur.
ada hembusan nafas di depan wajah opie dan dia Masih pura-pura tertidur.
"kau sangat cantik tapi kau sudah tidak bisa membuat ku puas."gumam Hendy yang masih didengar oleh opie.
"oh jadi ini masalah ************!! dasar laki sinting."gerutu opie dalam hati.
Hendy pun masuk kedalam kamar mandi dan hanya berganti pakaian saja lalu tidur di samping opie.
opie hanya menghela napas panjang nya saja tanpa ingin meratapi lagi nasib rumah tangga nya.
selama ini dia tidak pernah bertanya soal keuangan suami nya dan dia hidup sangat mandiri serta apa adanya saja.
walaupun keluarga nya sangat mampu tapi opie bukan wanita seperti itu.
pagi pun berlalu dengan santai putri duduk di meja makan untuk menyantap sarapan pagi nya.
"pagi sayang."sapa Hendy
"iya pagi mas!! sarapan? tawar opie
"iya sayang."Hendy menunggu istrinya mengambil kan sarapan pagi nya.
hendy sangat kangen masakan opie sudah lama dia tidak merasakan nya lagi.
"makanlah." opie memberikan satu piring nasi goreng
"aku berangkat duluan ya."opie berlalu begitu saja
Hendy pun terdiam dan tidak meneruskan sarapan nya lagi.
hati nya sangat marah dan dia mengejar istri nya.
"cukup sikap mu seperti itu!? bentak Hendy.
"sikap aku Yang mana? tanya opie.
"kau sangat keterlaluan mengabaikan ku? teriak Hendy
__ADS_1
"terus yang kau lakukan pada ku apa? kesal opie.
opie langsung masuk kedalam mobil nya dan melaju kan mobil nya sangat kencang sekali.
"Gila memang begini kali nasib wanita yang di selingkuhi!! tetap saja salah di mata suami."gerutu opie.
sampai di kantor nya , opie menghubungi Dinda karena hari ini jadwal dia cek up kandungan nya.
opie berpikir semakin hari perutnya akan membesar dan tidak mungkin dia menyembunyikan ini terus.
"Tuhan berikan aku jalan."ucap opie.
sekretaris nya masuk memberi kan beberapa pekerjaan yang harus di cek opie.
"kita mau ke lokasi kapan mba? tanya opie
"dalam dua hari ini ya Bu." sahut sekretaris nya.
"kabari aku jauh sebelum berangkat ya."opie menyerahkan berkas yang sudah dia cek dan tanda tangani.
dia kembali termenung dan memikirkan nasib nya lagi.
"banyak uang tapi hidup gue hampa."lirih.
"sayang maafkan aku!? ayo kita bicarakan ini baik-baik."isi pesan Hendy
"aduh babang hati gue nya perih."gerutu opie
hari ini opie coba bernego.dengan papa nya untuk mengecek lokasi secepat nya.
papa nya pun menyetujuinya dan meminta opie untuk berhati-hati.
opie berangkat dengan sekretaris nya dan akan memakan waktu sampai besok jadi dia akan bermalam di sekitar lokasi.
"apa sudah dapat tempat untuk kita bermalam nanti."tanya opie ke sekretaris nya.
"makasih mba."ucap opie.
dengan tenang opie mengecek lokasi bahkan dia pun ingin hasil nya sempurna.
sedangkan di rumah nya sambil menunggu opie pulang, Hendy sedang video call dengan Nia.
tanpa sadar malam semakin larut dan yang di tunggu tidak pulang.
Hendy pun masuk kekamar dan masih belum memutuskan video call nya.
"kalau kau tidak bisa tidur biar aku temani."tawar Nia.
"hmmm nanti saja jika opie tidak kembali aku akan datang."sahut Hendy.
Nia merasa tertantang dan ingin datang malam ini juga kerumah opie.
Hendy pun menutup panggilan video call nya dan dia pun merebahkan tubuhnya.
lama tidak bisa terpejam bahkan dia coba membolak-balik badan nya.
tiba-tiba ada pelukan yang sangat dia hapal dan dia sangat kaget ternyata Nia yang datang.
Nia langsung menyambar bibir Hendy tanpa di berikan kesempatan..
mereka pun melakukan nya di kamar milik dia dan opie.
sampai pagi mereka melakukan itu sampai suara adzan subuh terdengar baru mereka menghentikan nya.
saling memeluk mereka tertidur tanpa memakai sehelai benangpun.
__ADS_1
opie pagi nya bergegas pulang kerumah dan ingin sekali merebahkan tubuhnya yang lelah.
sampai di Jakarta masih jam sepuluh pagi, dia langsung masuk dan terlihat wajah art tegang.
"ada apa mba? tanya opie penasaran.
"itu Bu."dengan gugup art tidak bisa bicara apa-apa.
opie pun langsung naik ke atas dan ingin mengetahui apa yang terjadi.
pintu sedikit terbuka dan terlihat sedikit baju-baju berserakan di lantai.
dada opie semakin bergemuruh sangat kesal dan ingin rasanya membunuh dua orang itu.
opie sangat marah karena kenapa harus di kamar nya dan apa suami nya sudah tidak bisa lagi menghargai dirinya lagi.
opie pun turun kembali dan duduk dengan manis di ruang tengah.
sambil menunggu pasangan tersebut turun dia mengecek cctv.
dengan santai nya opie duduk dan melihat pasangan mesum itu turun.
Nia mau pun Hendy tidak mengetahui kalau opie sedang menatapnya.
sampai akhirnya mata mereka bertemu dan Hendy langsung terlonjak kaget.
"santai saja pak hendy!? duduklah."perintah opie.
"akan aku jelaskan!? seru Hendy
"stop di tempat anda dan duduklah."tunjuk opie.
"dan kau duduk."tunjuk opie ke Nia.
Jangan di tanya Hendy sudah sangat takut opie akan marah besar.
"aku hanya heran Sama kalian ya! kok ya Suka sekali berzina."
"apa kalian sudah tidak takut akan dosa? dan aku berharap Sekali kalian menikah." terang opie
"aku melakukan ini karena kau tidak bisa memberikan mas Hendy seorang anak."sahut Nia.
"dengan berzina kau mau memberikan dia anak."tunjuk opie.
"Prok..prok..prok..kau berhasil menghancurkan rumah tangga ku!? hebat dan aku merasa jadi wanita harus lebih mawas diri lagi."seru opie.
"sayang bukan begini dan akan aku jelaskan."mohon hendy
"opie sebaiknya kita saling berbagi karena aku akan memberikan mas Hendy anak."terang Nia.
"aku tidak perlu itu semua."bentak opie
"tapi kau mandul."tunjuk Nia.
seketika tangan opie sudah mendarat di pipi Nia.
"hentikan opie Kau diam dan jangan pukul Nia."bentak hendy.
"kau membela nya dan membenarkan aku mandul."teriak opie.
"kau akan menyesal suatu saat nanti."ancam opie.
"kau mandul tapi masih saja sombong." cemooh Nia.
"aku mandul ?? ahahhahah aku sedang hamil dan aku haram kan kau!? sentuh bayi ku."tunjuk opie ke suami nya.
__ADS_1
"apa sayang apa ini benar? sayang aku sangat senang."seru Hendy.
"tapi sayang nya aku tidak."jawab Opie santai.