
Dari semalam opie merasakan perutnya terus saja mulas lalu hilang.
Baru kali ini dia merasakan kontraksi bahkan pagi ini semakin menjadi sakit nya.
dengan cepat art membawa opie ke rumah sakit tidak lupa memberi kabar ke Bu intan.
Bu intan yang membaca pesan langsung panik bahkan dia sangat heboh.
kedatangannya opie sudah di tunggu oleh Dinda, bahkan Dinda sudah menunggu di lobby RS.
melihat opie turun dari mobil, langsung Dinda mendorong kursi roda untuk opie duduk di kursi roda tersebut.
"apa mulas nya sudah sering atau hilang dan lama lagi mulas nya."tanya Dinda
"sudah di lima menit sekali."sahut opie sambil meringis kesakitan.
"aku sudah menghubungi Hendy untuk datang dan melihat anak nya lahir ,"ujar opie
"iya dan aku harap dia bisa mendampingi mu."sahut Dinda.
lalu Dinda masuk kedalam ruangan untuk memeriksa opie.
Dinda mengambil sarung tangan lalu menyemprotkan obat ke jari tangan nya.
"tarik napas ya!! aku mau cek sudah pembukaan berapa nya."jelas Dinda.
opie sedikit menahan nyeri ketika Dinda coba mengecek pembukaan lahir..
"bagus dan sudah sebentar lagi kau menjadi ibu!! sebaiknya miring ke kiri dan jangan banyak jalan karena sebentar lagi bayi mu launching!!seru Dinda yang meminta suster untuk menyiapkan peralatan.
jantung opie pun berdetak kencang antara tegang dan takut.
Dinda terus mengusap perut opie memberikan ketenangan serta semangat untuk opie.
"apa kau mau minum teh? atau mau makan sesuatu untuk tenaga mu."tawar Dinda.
"aku mau teh saja!! aku haus sekali."pinta opie
Dinda meminta suster membuat kan teh lalu memberikan nya ke opie.
dengan cepat opie meminum nya dan Dinda seperti sedang memberikan aba-aba agar suster bersiap.
__ADS_1
"ayo Bu opie kita mulai ya?seru dinda
"ayo Sus di buat posisi setengah duduk."perintah dinda
"siap ya jika aku bilang mengejan kau mengejan ya? jangan teriak atau di paksa mengejan."terang Dinda.
"siap Bu opie satu dua tiga ayoo."seru Dinda
opie pun mengejan dan belum keluar juga bayi nya.
di hitungan ke tiga kali nya baru suara bayi terdengar menangis dengan kencang nya.
air mata opie pun menetes dan dia sangat bahagia karena putra nya sudah lahir dengan selamat dan sehat.
sedangkan di luar ruangan melahirkan sudah ada mama dan papa nya opie.
ada Hendy juga dengan mama nya serta marry karena vino menggantikan papa nya untuk meeting.
pintu terbuka dan Dinda meminta Hendy masuk duluan untuk melihat bayi nya dan juga opie.
tangis bahagia Hendy pun pecah ketika melihat putra nya yang lahir sangat tampan dan mirip sekali dengan ibu nya.
Hendy mencium bahkan dia tidak percaya jika dia sekarang menjadi seorang ayah.
"terima kasih sudah melahirkan bayi tampan dan terimakasih sudah merawat nya."ucap Hendy
"kau bisa bertemu dengan nya kapan saja jika kau ada waktu!! aku tidak akan melarang mu untuk bertemu dengan putra kita. dan mari kita rawat dia sama-sama tanpa mengurangi rasa sayang kita sebagai orang tua.walau pun kau dan aku tidak bisa bersama lagi."terang opie.
Hendy pun tidak bisa berucap apa-apa lagi selain terimakasih dan Hendy sangat senang karena opie tidak membencinya bahkan masih memberikan kesempatan untuk ikut merawat bayi nya itu.
opie pun di pindahkan keruang perawatan sedangkan bayi nya di pindahkan keruangan khusus bayi.
opie di dorong oleh Hendy dan di ikuti yang lain, sedangkan mama intan sudah ngga sabar ingin melihat Cucu nya.
mama intan dan ibu nya Hendy nampak terlihat saling menghargai walaupun mereka tahu anak-anak mereka sedang tidak baik-baik saja.
karena kehadiran seorang bayi tampan itu lah mereka harus saling memberikan kasih sayang.
bagaimana pun juga itu adalah cucu mereka dan harus saling menjaga.
opie juga berjanji akan menjaga silaturahmi dengan mantan ibu mertua nya nanti.
__ADS_1
"bagaimana keadaan mu sekarang? tanya marry
"sudah lebih baik kak!! dan besok juga aku sudah bisa pulang."jawab Opie
"Selamat ya? bayi mu sangat tampan sekali."ucap marry
"iya kak aku saja sampai jatuh cinta."canda opie
"apa sudah di kasih nama? tanya marry
"belum sedang aku pikirkan nama nya."sahut opie
"Axel putra ophen artinya kedamaian putra opie Hendy."timpal Hendy
"wah baby Axel."seru pak Kris
"bagus juga dan semoga bayi ini akan menciptakan kedamaian untuk keluarga kita semua."ucap pak Kris.
opie dan yang lain nya pun mengamini bahkan senyum opie terlihat di wajah bahagia nya.
opie pun harus beristirahat dan yang lain pulang dulu hanya tinggal mama nya Hendy yang ingin bersama opie karena dia tahu besok belum tentu menantunya ini akan bisa dia temani lagi.
apa lagi kalau mereka sama-sama sudah menemukan jodohnya lagi.
"apa kau ingin sesuatu."tanya mama Hendy
"mama masih di sini? opie pikir ikutan pulang."ujar opie.
"mama ingin merawat mu sampai kau pulih? apa boleh? tanya mama Hendy.
"apa boleh aku memeluk mama."opie merentangkan kedua tangannya dan mama Hendy pun Langsung memeluk tubuh opie.
"aku akan senang jika mama mau merawat cucu mama sampai aku pulih.dan maafkan opie yang belum bisa menjadi menantu yang sempurna untuk mama."Isak tangis opie di pelukan mama mertuanya.
"kau wanita hebat dan aku bangga pernah memiliki mu sebagai menantu ku."ujar mama Hendy.
pelukan pun di lerai dan wajah opie pun di usap bahkan di cium oleh mama mertua nya.
"maaf kan anak mama yang sudah membuat kau kecewa."ucap mama nya
"aku sudah memaafkan mas Hendy mah!! hanya saja untuk bersama lagi aku belum bisa." ujar opie sambil tersenyum.
__ADS_1
ibu mertua nya pun hanya menganggukkan kepalanya bahwa dia paham dengan perasaan opie.