
Sepulang dari rumah sakit,opie di jaga oleh mama Hendy dan juga mama intan.
kedua mama itu saling membagi tugas dan mengajari opie cara merawat bayi dengan penuh kasih sayang.
"Axel sangat senang di rawat oleh dua Oma sekaligus."ujar opie sambil terkekeh
"cepat beri asi kasihan baby Axel haus."kesal mama intan.
"nyonya tuh galak banget sih!! nanti baby Axel ikutan cerewet."ledek opie.
"bagus bisa menurun ke cucu ku dari pada menjadi pendiam seperti opa nya."timpal mama intan.
"ssttt Jangan berisik sudah tidur bayi ku."ucap opie
lalu memberikan baby Axel ke mama intan, sedangkan mama Hendy sedang menyiapkan makanan untuk ibu menyusui.
makan opie semakin banyak karena bayi nya juga sangat cepat haus.
"bisa-bisa badan ku seperti Sumo nih."gumam opie
"nanti setelah Axel tidak meminum asi lagi kau bisa kembali diet."sahut mama Hendy.
"ngga apa-apa mah aku gendut!! yang penting anak ku sehat."jelas opie.
"syukurlah kau berpikir ke situ, seorang ibu yang di utamakan anaknya bukan penampilan karena penampilan bisa di ubah kapan pun kita bisa."terang mama Hendy.
"lebih baik dia gendut karena biar dia tahu beban nya hidup."timpal mama intan meledek putri nya yang langsung cemberut.
"kau tidak cemberut saja menyebalkan!! apa lagi cemberut tambah menyebalkan."canda mama intan.
art opie masuk memberitahu kalau ada Hendy di ruang tamu.
"masuk saja mba dan kasih tahu kamar baby Axel."perintah opie.
"kalau begitu saya temui Hendy dulu ya."pamit mama Hendy
mama intan dan Opie pun sesaat terdiam, lalu mama intan ingin membahas soal pernikahan anaknya.
"mah aku hanya ingin membagi kasih sayang aku dan mas Hendy untuk Axel, walau pun kita akan berpisah bukan tetapi harus saling bermusuhan dan menjaga jarak mah."terang opie.
"iya mama mengerti dan mama lihat kalau Hendy sangat mencintai mu, mungkin benar dia khilaf karena godaan wanita itu."ungkap mama intan.
"mencintai bukan berarti bisa memiliki kan mah!! biarkan kami seperti ini mah dan mungkin belum jodoh."sahut opie sambil terkekeh.
__ADS_1
"apa kau akan menemui Hendy? sekedar menyapa saja."tanya mama lintang.
"iya mah,aku akan menyapa nya."jawab Opie yang coba bangun dari duduknya.
mama intan pun membantu Opie untuk berdiri dan menggandeng tangan nya.
opie dan mama nya pun berjalan keruang tamu untuk menunggu Hendy yang sedang melihat Axel di kamar nya.
"cie yang deg-degan mau ketemu mantan."ledek mama intan
yang auto membuat opie terbahak-bahak bahkan sampai sakit perut nya.
"apaan sih ngga jelas banget deh."kesal opie sambil memalingkan wajahnya.
"mah apa kabar? sapa Hendy sambil memeluk mama intan
"baik dong!! dan kau seperti nya sudah agak segar ya." canda mama intan.
"iya mah berkat opie yang sudah memberikan motivasi untuk ku mah."terang Hendy.
"wah dia selain hobby masak juga sering memberikan motivasi ke orang-orang dan bagus ngga sesat ya."canda mama intan.
Hendy pun terdiam sebelum menyapa opie.
"hmmm ini berkas yang kau minta dan semoga lengkap semua ya."Hendy menyerahkan berkas ke tangan opie.
"kau bisa membawa Axel seminggu dua kali jika tidak mengganggu waktu kerja mu. jika mau bertemu disini pun silahkan aku tidak akan melarang seorang ayah bertemu anaknya."terang opie.
Hendy menghapus air mata nya dan mama intan langsung memeluk Hendy yang akan menjadi mantan menantu nya.
"kau bisa dan akan kuat."bisik mama intan
mama Hendy sangat terharu bahkan dia pun ikut menangis.
"jadilah ayah yang selalu menjadi Axel bangga bahkan teman untuk nya, aku tidak akan membatasi untuk kita komunikasi masalah anak kita."ucap opie
"boleh aku memeluk mu sekali saja."pinta Hendy
opie pun menganggukan kepalanya dan merentangkan tangan nya.
Hendy terisak di pelukan opie bahkan terus meminta maaf dan mengucapkan terimakasih.
"aku bangga kau sekarang lebih dewasa."bisik opie.
__ADS_1
Hendy pun terkekeh mendengar ucapan opie.
"entah bisikan setan mana membuat Hendy menjadi gila."canda mama intan
mama Hendy pun akhirnya bisa tertawa bahkan dia merasa lega.
"hubungi kapan pun kau mau!! aku akan datang untuk Axel."seru Hendy
lalu hendy pun pamit untuk kembali kekantor nya dan berjanji akan menjenguk Axel sebelum dia berangkat ke Jerman.
"apa itu keputusan mu sudah bulat? apa dengan menebus kesalahan kau harus melarikan diri."tanya opie.
"aku hanya ingin mencari ketenangan,disini aq merasa bersalah terus."jawab Hendy
"kejarlah kebahagiaan dan ketenangan dirimu."timpal mama intan
"kita di sini akan mendoakan dan selalu memberikan semangat untuk mu."sahut opie.
"terima kasih banyak!! aku benar-benar salah sudah membuat kesalahan dan kehilangan kasih sayang kalian semua."lirih Hendy.
mama intan menepuk bahu Hendy tanda memberikan kekuatan.
"yakin kau akan sukses dan bisa menemukan kembali kebahagiaan mu.tapi ingat jangan ulangi lagi kesalahan Yang sama."ujar mama intan.
"tidak akan mah dan aku sekarang sudah ada Axel. aku ingin membuat dia bangga kepada."ungkap Adams
"wow harus kepentok dulu ya!! biar jadi dewasa."sindir mama Hendy
"hahhahaha ada-ada aja!! mama masa kepentok sih!! tawa opie sambil menatap Hendy yang sedang mendapat kan nasehat dari mama-mama nya.
"kalau begitu aku pamit ya?? seru hendy
"dari tadii juga sudah pamit tapi ngga pergi juga."canda opie.
"hahaha iya mendengar mama membuat hati ku damai."sahut Hendy
"tenang saja!! mama aman bersama ku."timpal opie.
"iya aku titip ya."pinta Hendy
"siap bos."ledek opie.
ini yang membuat Hendy rindu, candaan istrinya serta ketulusan dia menyayangi mama nya.
__ADS_1
bahkan mama nya lebih menyayangi opie di banding dengan dirinya.
opie sangat di kagumi mama nya Hendy karena sederhana bahkan hati nya sangat baik.