Dua Sisi

Dua Sisi
BAB 23. Memperbaiki Diri


__ADS_3

Hari ini opie harus datang kekantor karena ada meeting penting.


opie sangat cantik sekali hari ini Walau dengan perut buncitnya.


kesiapan untuk melahirkan nanti dia Sudah sangat siap bahkan dia sudah tidak sabar menunggu hari itu.


"apa semua berkas sudah di siapkan? tanya opie.


"semua sudah siap semua mba."jawab sekretaris opie.


"baiklah dan kita ke ruang meeting saja sekarang."ajak opie.


banyak karyawan yang menatap kagum dengan penampilannya opie.


walau sederhana tapi terlihat sangat cantik bahkan terlihat lebih segar.


sementara Hendy sudah mulai berbenah diri lagi, kata-kata opie membuat dia ingin merubah hidupnya.


penampilan nya pun lebih rapih,hanya saja dia lebih dingin dan tegas.


Nia datang kekantor Hendy dengan segudang ke bohongan nya.


Hendy hanya mendengarkan saja tanpa ingin menjawab semua permintaan Nia.


Hendy lalu memberikan beberapa lembar uang karena dia tidak ingin di ganggu oleh Nia.


"kenapa kau seperti ini sih? aku menunggu mu bahkan aku mencari mu kemana-mana tapi malah seperti ini."kesal Nia.


"kau hanya butuh uang kan? bukan aku sudah jelaskan kalau aku tidak akan pernah bisa mencintai mu."bentak Hendy


membuat Nia terlonjak kaget bahkan Nia mencoba merayu pun hanya sia-sia.


Hendy menepis tangan Nia dan menatap tajam ke arah Nia.


"kenapa sekarang kau menolak ku mas? apa salah ku mas? Isak Nia senjata terakhir nya.


"aku ingin kau menjauh dari ku dan jangan pernah lihatkan lagi wajah mu di hadapan ku."ujar Hendy.


"aku tidak ingin mas!! aku sangat menyayangimu bahkan apa pun akan aku lakukan."terang Nia


"aku tidak perduli dan kau sudah membuat aku hancur!! sekarang apa kau mau aku buat hancur juga."ancam Hendy


"aku bisa mengobati luka hati mu mas!! kita sudah bersama dan kau selalu nyaman bersama ku."seru Nia.


"iya karena perangkap mu aku jadi hancur sekarang!! pergilah dan jangan pernah tampakan wajah mu lagi."usir Hendy

__ADS_1


"aku akan bunuh diri jika kau terus mengancam tidak ingin bersama ku!! teriak Nia.


"aku sudah tidak perduli lagi!! apa pun yang kau mau lakukan."ujar Hendy


Nia pun mengambil pisau buah dan ingin memotong urat nadi nya.


Hendy masih acuh bahkan dia tidak perduli apa yang di lakukan Nia.


membuat Nia nekat memotong urat nadi nya dan Hendy pun meminta bantuan sekretaris nya untuk membawa Nia ke RS.


Hendy enggan mengantarkan Nia ke RS, dia hanya berdiri di dekat jendela kaca ruang kerja nya.


menatap keluar dengan pemandangan jalanan kota Jakarta..


memang sudah seharusnya dia meninggalkan kota ini tapi Hendy menunggu opie melahirkan baru dia akan pergi menjauh.


"tuan semua sudah di urus."sekretaris Hendy membuat lamunan Hendy pun Buyar.


"dan kau pastikan dia tidak lagi bisa menginjak kantor ini."ujar Hendy.


"baik tuan akan saya pastikan itu semua."seru sekretaris nya lalu dia pun mohon diri untuk melanjutkan pekerjaan nya lagi.


Hendy pun duduk di kursi meja kerjanya sambil menatap foto pernikahan mereka.


airmata pun menetes di wajah tampan pria tersebut ada sejuta sesal di hatinya.


entah sampai kapan rasa bersalah itu akan terus menghantuinya.


tidak ada niat dia untuk mencari wanita lain lagi karena baginya penyesalan dia yang menyakiti istrinya masih terus terbawa sampai dia tidak bisa tidur dengan tenang.


"mungkin ini karma yang harus aku jalani, mengkhianati kepercayaan seorang istri yang berujung perasaan bersalah ku."lirih Hendy.


sedangkan di RS, Nia sangat kesal sekali dia pikir Hendy akan mengejar dan mendampingi diri nya tapi ternyata Hendy malah mengabaikan nya.


Nia tidak mungkin terus bergantung dengan Jack yang jelas-jelas hanya butuh kepuasan saja.


"apa aku harus mengacaukan hidup opie biar mas Hendy kembali dengan ku."gumam Nia.


tapi sepertinya opie pun tidak akan terpengaruh dengan perkataan Nia lagi.


Nia semakin di buat pusing bahkan dia sampai teriak-teriak saking kesal nya.


opie selesai meeting langsung meminta sekretaris nya untuk melanjutkan pekerjaan nya.


dia ingin langsung pulang kerumah karena sudah ingin merebahkan badannya.

__ADS_1


"apa mau papa yang antar saja? tawar pak Kris


"iya pah boleh dan maaf merepotkan papa karena aku ingin benar-benar rebahan pah."jawab opie


"papa paham dan mungkin ini bawaan bayi kamu."jelas pak Kris sambil menggandeng tangan anaknya.


"dan itu hanya mau nya di sofa depan tv saja pah!! itu sangat nyaman sekali."tutur opie


pak Kris pun terkekeh mendengar penuturan anaknya itu.


"kenapa papa tertawa? memang ada yang lucu? cebik opie.


"Ayo masuk? pak Kris meminta opie masuk kedalam mobil nya.


opie pun masuk kedalam mobil papa nya.


"apa kau ingin makan sesuatu? kita makan siang dulu ya? tawar pak Kris.


"boleh pah!! papa mau makan apa? aku ikut saja."ujar opie


"yang cepat saja, Kita makan nasi Padang saja ya!! ajak pak Kris


"boleh pah!! ayo sudah lama tidak makan nasi Padang."ujar opie.


opie merasa senang bisa makan di luar dengan papa nya dan dia merasa sangat terhibur ada orang yang dia sayangi.


mereka memilih nasi Padang agar tidak lama menunggu nya.


sambil makan siang, ayah dan anak itu banyak bercerita tentang apa pun.


bahkan opie sangat senang dan dia pun mulai sedikit terbuka dengan papa nya.


"jika suatu hari aku memutuskan untuk hidup sendiri, apa papa akan marah dengan ku? tanya opie sambil menundukkan wajahnya.


"tidak nak!! apa pun keputusan dan menurut dirimu terbaik akan kami dukung."timpal papa nya.


"terimakasih pah,"ucap opie


"jika kau belum mau bercerita pun kami sangat menghargai keputusan mu, tapi jika sudah siap untuk bercerita. kami akan sangat menunggu mu."terang pak Kris.


pak Kris mengusap rambut kepala opie dengan sangat lembut.


dia bisa merasakan jika beban anak nya sangat berat bahkan dia pun sangat sedih.


harus nya dengan kehamilan nya opie bisa merasakan kebahagian tapi ini sebaliknya sangat berat menjalani semua sendiri.

__ADS_1


__ADS_2