
Hendy menatap dari jauh anak yang sangat dia rindukan.
wajah tampan anak itu benar-benar perpaduan antara diri nya dan Opie.
tak terasa airmata Hendy menetes bahkan dia tersenyum bahagia.
Dua orang yang dia rindukan bisa dia lihat wajahnya hari ini, bahkan untuk memejamkan matanya saja dia sulit karena pikiran nya penuh dengan opie dan anak nya.
tiba-tiba Hendy beradu pandang dengan Axel yang langsung berlarian ke arahnya.
entah itu naluri atau apa Anak itu langsung berlari menghampiri nya.
Hendy pun mensejajarkan posisi dirinya dan anaknya itu, axel tertawa menampilkan deretan giginya yang baru ada delapan.
"hai boy, apa kabar mu? sapa Hendy sambil mengusap air mata nya
"tamuu nais ya,"seru Axel dengan suara khas anak kecil
"hahhaaha aku hanya bahagia bisa melihat mu."ucap Hendy
"apuuh Juda."sahut Axel
"apa kau tahu aku siapa? panggil aku ayah,nak? pinta Hendy
"ayah? Axel sedikit bingung.
"iya aku ayah mu,nak."seru Hendy.
"Axel!! Axel pun melihat siapa yang memanggil dirinya.
"panggil lah ayah."pinta mama intan
"ayaaaah."teriak Axel
Hendy langsung menggendong Axel dan memeluk nya sangat erat bahkan menangis terharu.
Opie yang melihat pemandangan tersebut dia enggan untuk menghampiri mereka berdua.
"biarlah mereka melepas rindu nya, karena aku sudah janji tidak ingin melarang mereka bertemu."gumam opie yang langsung meninggalkan restoran tersebut.
Axel menemani Hendy bertemu dengan client,bahkan Axel hanya memperhatikan wajah ayahnya saja.
Axel sudah biasa di bawa opie bekerja jadi dia paham jika dia orang tua sedang berbicara Axel tidak akan mengganggu nya.
dia hanya akan mendengar kan percakapan orang tersebut seolah dirinya paham.
"anak yang sangat baik dan tampan."ucap client Hendy karena Axel sangat anteng bahkan dia tidak mengganggu sama sekali.
__ADS_1
mama intan dan mama Hendy membiarkan anak dan ayah saling melepas rindu.
mereka berdua pun pergi ke suatu tempat untuk bertemu dengan opie yang sedang membeli beberapa kebutuhan Axel.
Hendy mengajak Axel membeli cemilan dan sambil mengajak bermain sampai anak tersebut kelelahan bahkan tertidur di bahu Hendy.
Tuti masih setia mengikuti kemana majikannya pergi bahkan dia juga sudah terlihat lelah.
"apa hotel nya masih jauh? tanya hendy ke Tuti
"tidak tuan dari yang di cafe tadi sangat dekat sekali."sahut Tuti.
"oh kalian menginap di sana.!! sebentar aku mau hubungi mama aku dulu."tutur Hendy yang mengeluarkan ponselnya dan menelpon mama nya.
mama hendy pun meminta opie untuk segera menunggu Hendy di lobby karena Axel tertidur dan Tuti tidak membawa akses kamar hotel.
Opie bergegas kembali ke hotel dan benar saja ternyata Hendy sudah terlihat lelah menggendong Axel yang badan nya sangat gendut.
"maaf ya mas,,maaf kelamaan."ucap opie yang merasa tidak enak hati.
"ngga apa-apa dan ini belum seberapa jika kau yang setiap hari bersama nya."sahut Hendy.
opie hanya membalas dengan senyuman saja dan segera masuk kedalam lift.
"maafkan aku yang tidak sempat memberikan mu kabar ya."ujar Hendy
jawaban opie seolah menyindir Hendy soal kejadian tadi siang di gedung kantor.
"yang tadi itu teman satu kantor ku, dia selalu mendekati diri ku tapi aku tidak ada apapun dengannya."penjelasan Hendy membuat hati opie sedikit lega tapi dia hanya tersenyum saja.
"mau siapa pun dia,itu sudah bukan urusan ku lagi kan mas!! aku ngga bisa melarangnya karena kau berhak mendapatkan pendamping yang lebih baik dari diri ku ini."terang opie.
"oh ya maaf letakan saja Axel di kasur yang di sana mas, biar mba tuti menggantikan baju Axel."pinta opie.
Hendy pun meletakkan Axel sesuai yang opie pinta.
lalu hendy kembali menghampiri opie yang ada di balkon kamar hotelnya.
"kau sibuk."seru hendy dan Opie pun menoleh ke wajah tampan tersebut.
"iya mas karena harus selesai di Minggu ini."jawab Opie sambil tersenyum.
"kau masih saja sama dan tidak ada yang berubah bahkan terlihat lebih dewasa serta cantik."puji Hendy
membuat opie terkekeh geli
"kau sedang menggombal ya," seru opie sambil tersenyum
__ADS_1
"ngga dong!! memang kenyataan nya seperti itu."ujar Hendy
"apa kau sudah makan malam? aku mau pesan makan malam."tawar opie
"belum sih tapi kalau tidak merepotkan mu."Jawab Hendy
"tidak merepotkan kok, sebentar aku pesan ya."tutur opie
Hendy terus saja mencuri pandang wajah mantan istrinya yang masih sangat dia cintai.
tidak lama makanan yang di pesan opie untuk tiga porsi pun sudah datang.
Tuti sedang menyiapkan makanan tersebut dan Opie memilih untuk makan di balkon karena bisa melihat pemandangan kota tersebut di kala malam hari.
"makanlah."seru opie sambil memberikan sendok dan piring yang sudah berisi makanan.
"apa kau akan lama di sini? kenapa tidak tinggal saja bersama kami."tawar Hendy.
"kami tidak ingin merepotkan dan lagi pula tinggal enam hari lagi kami di sini karena besok papa juga sudah tiba. jadi pekerjaan bisa di bagi dua dengan papa."terang opie sambil kembali mengunyah makanan.
"aku berharap kau bisa lebih lama di sini untuk mengobati kangen aku dengan Axel."pinta Hendy
"kau kapan saja bisa bertemu dengan anak itu dan luangkan waktu untuk nya."ujar opie.
perkataan opie sangat menusuk perasaan Hendy karena janji nya untuk selalu berkomunikasi di ingkari.
"maafkan aku yang tidak pernah memberi kabar, karena aku mengingatmu sangat menyiksa hati ku bahkan aku sulit untuk tidur."tutur Hendy sambil menundukkan wajahnya.
"semua orang punya alasan masing-masing, jadi aku tidak bisa memaksa mu untuk bisa melakukan yang aku dan Axel mau."jawab Opie.
lalu mereka melanjutkan makan sampai makanan habis pun mereka masih terdiam dan mereka sibuk dengan pikiran masing-masing.
sampai akhirnya Hendy memutuskan untuk pamit pulang dan berjanji akan datang lagi untuk mengajak Axel jalan-jalan.
"apa boleh besok aku meminta ijin untuk mengajak lagi Axel ke taman bermain."ijin Hendy.
"oh tentu jika itu tidak membuat pekerjaan mu terganggu."sahut opie.
"sangat tidak dan terima kasih untuk makan malam nya."ucap Hendy.
kepergian hendy kembali membuat opie bertanya apa yang saat ini dia rasakan.
apa hati nya benar-benar sudah memaafkan pria tersebut.
jika mengingat kejadian lalu kembali hati opie terasa teriris.
tapi dia harus bisa berdamai dengan hati nya karena harus melihat dua sisi yang berbeda.
__ADS_1
masa depan anak nya dan juga untuk kehidupan opie kedepannya.