
"sekarang aku tidak ingin kau memilih mas? karena aku yang akan mundur!! kau tahu apa kesalahan mu kan? bentak opie
"berkali-kali aku bilang pada mu!! untuk pikirkan apa kesalahan mu? tapi kau seakan tidak mau peduli."
"maafkan aku yang khilaf dan apa kau tidak mau memberikan kesempatan kedua? semua orang mempunyai kesalahan dan Tuhan pun mau memaafkan hamba nya."jelas Hendy.
"tapi sayang nya aku bukan Tuhan dan aku hanya hamba Tuhan!! yang tidak bisa menerima pengkhianatan mu."bentak opie yang sudah tidak bisa menahan emosi nya.
tanpa sadar ada Dinda di belakang opie yang terus mengusap punggung opie agar bisa mengontrol emosi nya.
"tahan pie!! ingat bayi u."ucap Dinda
opie menoleh dan menatap wajah Dinda dan Dinda hanya memberikan kode lewat anggukan kepala nya saja.
"menikahlah kalian dan aku akan menjadi saksi nya."pinta opie.
"aku kasihan kalian berbuat dosa terus bahkan aku sangat jijik melihat nya."opie memicingkan mata nya.
"tidak sayang aku tidak akan menikahinya karena aku akan tetap memilih mu dan anak kita. Nia datang memohon bantuan karena dia sering di pukuli suami nya sampai akhir nya kami pun berbuat sejauh ini."terang Hendy.
"jika kau mencintai aku seperti diriku mencintai mu pasti akan bisa menjaga kepentingan ku,tapi sayang nya cinta mu hanya separuh saja jadi aku tidak ada kesempatan kedua lagi."sahut opie.
"hati mu sangat keras dan aku tidak akan menceraikan mu sampai kapan pun!! ingat itu dan aku akan lakukan apa pun untuk kau tunduk dengan ku."ancam Hendy
__ADS_1
"tidak semudah itu furgoso!! kau sudah berani mengancam ku."bentak opie.
"iya aku mengancam mu dan aku akan menikahi nia dan tinggal di sini bersama kita."ujar Hendy.
"kita? kalian saja aku sih ngga lah."ujar opie semakin kesal.
tiba-tiba Hendy mendekati dan menarik tangan opie sangat kencang hampir saja opie terjatuh kalau tidak dengan sigap kakak nya menangkap opie.
'bagus sudah mulai kasar dengan adik ku!! apa ini kelakuan mu di belakang."hardik vino yang datang karena mau memberi dokument ke opie.
"jangan kalian ikut campur!! teriak Hendy yang sudah merasa takut.
"kalau kau tidak kasar kita tidak akan ikut campur."timpal Dinda..
"dia sedang hamil kalau sampai ada apa-apa dengan keponakan ku!? kau yang akan aku cari."ancam vino
"apa cukup waras hah!! mana ada wanita yang mau di poligami sekali pun ada pasti ngga akan bertahan lama? atau si wanita berhati mulia."kesal vino.
"ayo kita pulang kerumah saja!! disini tidak bagus untuk kewarasan mu."ajak vino
"tidak bisa dan aku tidak memperbolehkan istri ku pergi."larang Hendy
"oh begitu tapi kau bisa membuat dia masuk kerumah adik ku sendiri dan tidur di kamarnya? apa kau punya otak atau kau sedikit pun tidak merasakan perasaan adik ku hah? bentak vino.
__ADS_1
"maaf aku khilaf dan ini memang aku yang salah!! ucap Hendy sambil menundukkan wajahnya.
"salah ketika ketahuan dan jika tidak ketahuan tidak akan ada sesal kan? desak vino.
"apa kau tidak punya malu? itu suami sahabat mu sendiri? tunjuk vino ke Nia.
"kenapa harus malu? kami saling menyukai bahkan saling membutuhkan."tutur nia.
"iya karena wanita seperti mu memang tidak mempunyai otak untuk berpikir."bentak vino.
"untuk apa memikirkan perasaan orang lain karena yang menjalani hidup ini aku "jawab Nia
"stop Nia Kau memalukan sekali."seru Dinda.
"apa peduli Lo sama urusan gue? Lo gak usah ikut campur dan sok jadi pembela."bentak Nia.
"heh seenggaknya gue masih punya otak untuk di pakai mikir dan bukan punya otak untuk ngancurin rumah tangga orang."sarkas Dinda.
nia benar-benar seperti tidak punya hati dan hati nya sudah tertutup oleh obsesi nya.
bahkan opie memandang wajah Nia sangat jengah, hanya karena uang dia rela melakukan apa pun.
"cukup Nia dan diam karena aku pun tidak akan pernah menikahi wanita seperti mu."bentak Hendy
__ADS_1
"mas Hendy ngga bisa begitu kan aku akan memberikan anak untuk mu."rengek Nia.
"itu tidak akan terjadi karena dari awal kau terus menggoda ku!! aku tidak ada niat menikahi mu."terang Hendy