Dua Sisi

Dua Sisi
BAB. 20. Hadiah


__ADS_3

Hendy masih belum bisa melupakan opie tetapi opie sudah mulai terbiasa dan melupakan Hendy.


awalnya itu sangat sulit bahkan opie sering menangis setiap malam.


hidup hendy sangat berubah bahkan nampak tidak merawat dirinya lagi.


Hendy sering mengikuti kegiatan opie dan dia tidak mau melewatkan itu semua.


teman-teman nya banyak memberikan nasihat tapi rasa bersalah Hendy sangat besar.


bahkan Hendy sampai rela melakukan apapun asal bisa melihat istrinya itu.


opie sebenarnya mengetahui kegiatan suaminya yang mengikuti dirinya ingin rasa nya dia menasehati Hendy tapi opie coba membiarkan nya dulu sampai benar-benar Hendy lelah.


usia kandungan opie sudah semakin besar dan sudah masuk bulan ke 7.


"apa dia masih setiap hari mengintai mu? tanya Dinda


"iya biarkan saja!! mungkin rasa bersalah nya semakin dia rasakan sekarang dan aku masih belum mau menyapa atau menasehati dia."tutur opie.


"mau sampai kapan akan seperti itu dan aku sangat takut mempengaruhi jiwa nya nanti dan akan menjadi obsesi untuk mendapatkan mu lagi."timpal marry


hari ini opie periksa kandungan dan di temani oleh marry.


"suatu saat nanti dia akan lelah dan aku juga tidak tahu kapan itu waktunya."seru opie.


"Yang penting dia tidak mengganggu mu saja."sahut Dinda.


"tidak dia tidak berani mendekati ku."ujar opie.


setelah selesai pemerintah opie dan marry pun langsung masuk kedalam mobil mereka dan menuju kantor kakak nya.


karena tinggal hitungan hari marry dan vino akan menikah.


"apa kak Marry ada yang mau di butuhkan lagi? biar aku antar kan untuk membeli nya."ujar opie.


"hmmmm seperti nya tidak ada dan sudah cukup."jawab marry.


"kalau begitu antarkan aku membeli kan hadiah untuk kalian berdua."pinta opie


"masih banyak waktu dan kau juga harus banyak istirahat."jawab marry.


"ayolah kak aku hamil bukan sedang sakit."rengek opie.


"baiklah untuk adik ku yang satu ini pasti aku akan banyak mengalah."marry berpura-pura sedih.


"kau harus mengalah karena aku hanya adik kalian satu-satunya."bangga opie


marry anak tunggal semenjak dekat dengan vino dia merasa mempunyai keluarga baru lagi.

__ADS_1


"apa pun semua akan aku lakukan demi kau adik ku."ledek marry


"aduh jadi takut nih aku nya."seru opie.


"takut? takut kenapa? tanya marry


"takut jatuh cinta."jawab opie.


marry membawa opie ke sebuah mall karena itu permintaan dari ibu hamil yang ingin jalan-jalan sebentar.


"nanti kita ke counter baju bayi ya kak."ajak opie.


"iya kan harus mulai mencicil beli perlengkapan bayi dari sekarang."sahut Marry


"maksud kak Marry ini bayi kita ajarin membeli baju tapi dengan mencicilnya."seru opie.


"opie ampun deh kakak."sahut marry


"kak marry ngapain minta ampun? kan ngga salah."canda opie yang melihat marry sudah mulai kesal.


"kau ini ada saja sih."ujar marry sambil tertawa


mereka asyik bercerita sampai tiba di mall dan langsung mencari Hadiah dulu untuk marry.


"apa kau tidak lapar? tanya marry


opie mengangguk kepala nya dan memegang perutnya dengan wajah di buat sedih.


"apa saja yang penting aku dan bayi ku kenyang."sahut opie.


sedang asyik berjalan dan mereka pun masuk ke sebuah tempat makan tradisional.


karena banyak pilihan menu jadi bisa memilih apa saja.


"iga penyet nya enak!! apa kau mau mencoba? aku sangat favorit kan di sini iga nya ."terang marry


"aku mau mencoba nya dan aku juga mau tempe kak."sahut opie.


setelah memesan makanan marry banyak memberikan nasehat ke opie apa pun dalam hal kehamilan.


"apa kalian pernah aku kenal ya? sapa mama intan.


"seperti nya nyonya terlalu ngefans dengan saya!! jadi kemana pun aku pergi selalu ada nyonya."canda opie.


"apa ngefans.!! masa sih? seru Bu intan


sedangkan marry hanya bisa tertawa saja tanpa menimpali percakapan ibu dan anak tersebut.


"nyonya saya mau makan tapi nanti tagihan nya jatuh ke suami anda? apa anda rela?hmm."ledek opie.

__ADS_1


"sangat tidak rela."ujar Bu intan sambil tertawa


"apa kalian masih lama? mama ada urusan sebentar!! apa kalian mau nunggu."pinta Bu intan


"masih mah!! kita saja belum belanja baju bayi."ujar opie


"apa baju bayi..oh tidak..tidak kau harus menunggu ku jika membeli baju bayi."seru Bu intan


"jangan sampai kau membeli tanpa aku ya!! ingat itu karena dia cucu ku."tunjuk intan ke perut opie.


"oh kau sangat baik sekali!! mana uang nya nyonya."opie menodong tangan nya.


"pakai uang mu dulu nanti aku cicil setiap bulan seribu rupiah."sambil menepis tangan opie.


Bu intan pun tertawa sambil berjalan menemui temannnya.


"marry aku titip Anak nakal itu ya."teriak Bu intan


marry hanya menjawab dengan jempol tangan kanannya saja.


Dari jauh Hendy terus memperhatikan istrinya yang makan dengan sangat lahap.


bahkan banyak yang di pesan oleh opie Tapi di makan sampai habis.


setelah menghabiskan makan siang dia mengirimkan pesan ke mama nya kalau dia mau ke toko emas dulu.


opie ingin menghadiahi sepasang kalung untuk kakak nya dan juga marry.


sudah lama opie ingin membelikan kalung tersebut hanya saja waktu itu dia masih sebagai istri Hendy.


"mas ingat kalung yang aku pesan waktu itu dan dengan liontin inisial nama v & m."tanya opie.


"selamat siang mba opie apa kabar? sapa manager toko tersebut.


"siang mba!? sahut opie.


salah satu karyawan membawakan kotak biru yang berisi sepasang kalung dan memberikan ke opie.


"bukalah kak dan semoga kau menyukai nya."ujar opie.


dengan perlahan marry membuka kotak tersebut dan marry sangat terharu.


"sungguh ini untuk kami? seru marry yang mata nya berbinar menatap kalung indah tersebut.


"iya kak dan aku harap kakak suka."ucap opie sambil duduk di dekat etalase.


"sangat suka bahkan aku sampai tidak percaya!! ini sangat indah sekali dan makasih sayang."ujar marry


"syukurlah kau menyukai hadiah dari ku."seru opie

__ADS_1


"akan aku pakai nanti pas akad nikah."ujar marry dengan memeluk peluk tubuh opie yang membuncit.


__ADS_2