Duhai Wanitaku

Duhai Wanitaku
37. Lamaran Reno


__ADS_3

Sore  harinya, di rumah Pak Aep terlihat sibuk. Mulai dari pemasangan tenda di halaman rumah, pemasangan meja prasmanan, meja gugubugan sampai pengaturan kursi. Sementara itu di dalam rumah kursi diatur serapih mungkin. Semua kegiatan pindah ke rumah Rima, sehingga rumah Pak Aep nampak rapih dan bersih. Sebelum magrib nampak


petugas catering mulai datang. Setelah sholat magrib keluarga Budi mulai bersiap-siap untuk menyambut kedatangan keluarga Reno.


Pas adzan Isya berkumandang keluarga Reno telah sampai di depan rumah Budi.


“Assalamualaikum,” Pak Brata mengucapkan salam.


“Waalaikumsalam,” Pak Aep membalas salam Pak Brata.


Rombongan keluarga Reno di persilahkan untuk masuk. Mereka semua berkumpul di ruang tengah rumah Pak Aep. Nampak diantara rombongan keluarga Reno ada Pak Rahadian dan keluarga. Seolah-olah keluarga Pak Rahadian sudah memiliki keterikatan diantara keluarga Pak Brata dan Pak Aep.


Malam itu Poppy berdandan dengan cantik sekali. Pakaian yang di gunakan senada dengan pakaian yang digunakan Budi. Poppy melambai-lambaikan tangannya ke Budi. Budi tersenyum dan membalas lambaian tangan Poppy.


Acara dimulai dengan perkenalan kedua keluarga. Rima minta untuk keluar untuk diperkenalkan pada keluarga Reno. Reno tidak berkedip ketika melihat Rima, ibu dengan satu anak itu nampak cantik di usianya yang sudah tidak muda lagi.


“Abang, ngelihatin Teh Rima jangan sambil ngiler,” bisik Iva yang duduk di belakang Reno.


Tanpa sadar Reno mengelap  di sebelah bibirnya dengan telapak tangannya.


Bu Femi dan Bu Melly menahan ketawanya mendengar celotehan Iva.


Sekarang giliran Reno mengutarakan niat kedatangannya ke rumah Pak Aep.


“Assalamualaikum warohmatulohi wabarokatuh,” Reno mengucapkan salam.


“Waalaikumsalam warohmatullohi wabarokatuh,” semua orang membalas salam Reno.


“Pak Aep, kedatangan saya adalah untuk meminang keponakan Pak Aep yang bernama Karima Nara untuk menjadi istri saya,” ungkap Reno.


“Bagaimana Rima apakah pinangan Reno diterima atau tidak?’ tanya Pak Aep kepada keponakanya.


Rima diam sejenak.


“Iya, mang. Saya terima pinangan Abang Reno,” jawab Rima.


“Ciee….. abang nih yeee,” bisik Iva ke Reno.


“Ssstttt Iva jangan berisik,’ bisik  Bu Femi.


Iva yang ditegur langsung pasang muka cemberut.


Setelah diterima pinangan Reno saatnya pemasangan cincin tanda ikatan cinta Reno kepada Rima. Bu Melly memasangkan cincin tanda cinta Reno di jari manis Rima. Setelah diteruskan dengan pemberian seserahan dari


Reno kepada Rima. Karena acara lamaran yang mendadak dan kesibukan Reno dan Rima, maka Reno memutuskan memberikan seserahan berupa perhiasan emas putih untuk Rima. Penyerahan perhiasan emas diberikan oleh Bu Melly kepada Bu Tiara.


Seserahan yang lainya berupa parfum, kue dan buah. { Biar beda dikit dari seserahan Budi. Soale authornya lagi ogah mikir 😁)


Selesai penyerahan seserahan, para tamu di persilahkan untuk makan.


Farhan dan Fadlan menghibur para tamu dengan menyanyikan sebuah lagu Kau Cantik Hari Ini. Lagu yang solah-olah mewakili perasaan kakak-kakaknya yang sedang jatuh cinta.


Lama Sudah Tak Kulihat


Kau Yang Dulu Kumau


Kadang Ingat Kadang Tidak

__ADS_1


Bagaimana Dirimu


Kau Cantik Hari Ini


Kau Lain Sekali


Entah Ada Angin Apa


Kau Berdiri Disana


Berhenti Aliran Darahku


Kau Menatap Mataku


Kau Cantik Hari Ini


Kau Lain Sekali


Tak Kan Kubiarkan Lagi


Kau Menghilang Dari Kehidupanku


Oo.yeaa


Kau Cantik Hari Ini


Kau Lain Sekali


Kau Cantik Hari Ini


Kau Lain Sekali


Cantik Hari Ini


(Dan Aku Suka) Cantik Hari Ini


Kau Lain Sekali


Kau cantik, Kau cantik, Kau cantik Hari ini


( Kau Cantik Hari ini : Lobow )


Diantara dentingan suara gitar yang dimainkan oleh Farhan dan syair lagu yang dinyanyikan oleh Fadlan, nampak Budi yang sedang berbincang-bincang dengan Poppy.


“Bagaimana dengan anak sholeh? Sehat?” tanya Budi yang melihat perut Poppy tambah membesar.


“Alhamdullilah sehat. Sebentar lagi tujuh bulan,” jawab Poppy sambil mengusap-usap perutnya.


“Alhamdullilah. Sehat-sehat ya, nak,” bisik Budi kepada anak sholeh.


“Mau ngadain acara tujuh bulanan?” tanya Budi.


“Sepertinya hanya pengajian dan mengundang anak yatim saja,” jawab Poppy.


“Tidak apa-apa, yang penting doanya untuk anak sholeh.”


“Ayo kita makan dulu. Kasihan anak sholeh nanti kelaparan,” Budi mengajak Poppy untuk mengambil makanan.

__ADS_1


Sedangkan di teras depan rumah Rima, nampak Reno sedang berbincang-bincang dengan Rima.


“Rima dua minggu lagi kita menikah,ya,” pinta Reno.


Rima kaget mendengarnya.


“Nggak salah, bang. Terlalu mepet waktunya,” Rima protes.


“Ya, nggak apa-apa. Niat baik harus disegerakan,” kata Reno.


“Tapi bang itu terlalu mepet, nanti Rima yang repot,” Rima berusaha menerangkan.


“Rima nggak usah ngapa-ngapain. Kita serahkan saja semuanya pada EO,” ujar Reno.


“Jangan pakai EO ah, bang. Nanti kemahalan, sayang uangnya. Lagi pula ini pernikahan Rima yang kedua,” kata Rima.


“Rima tidak usah mmemikirkan biaya. Biar itu urusan abang. Rima cukup duduk manis,” bujuk Reno.


“Tapi nanti tidak enak sama Pak Brata dan Bu …..,” Reno memotong pembicaraan Rima.


“”Rima, ini uang abang sendiri. Hasil kerja keras abang. Dan abang ingin membahagiakan Rima,” rayu Reno.


Tiba-tiba Odie muncul dari dalam rumah.


“Mamah…Odie lapar,” Odie memasang muka memelas.


“Anak papih lapar, ya?” tanya Reno.


Odie mengangguk.


Ayo kita makan,” ajak Reno sambil menuntun tangan Odie.


Rima mengikuti mereka dari belakang.


Setelah semuanya makan, mereka berkumpul lagi di ruang keluarga untuk penentuan tanggal pernikahan Reno dan Rima. Reno tetap dengan pendiriannya akan menikah dua minggu lagi.


Setelah dibujuk akhirnya pernikahan Reno dengan Rima akan diadakan 3 minggu kedepan.


Akhirnya Pak Brata dan keluarga pulang dengan perasaan lega.


.


.


.


.


.


.


.


.


Up bab ke 3 nanti malam, ya. Tapi kalau tidak ngantuk, ya.😁

__ADS_1


__ADS_2