Duhai Wanitaku

Duhai Wanitaku
58. Extra Part 2


__ADS_3

Hari ini Budi mengajak keluarga kecilnya ke Bandung. Budi tidak membawa supir dan pengasuh Firas. Ia sengaja tidak membawa supir dan pengasuh karena Budi ingin jalan-jalan hanya bertiga saja dengan keluarga kecilnya. Ini pertama kali bagi Firas diajak Ayah dan Mamanya ke luar kota.


Poppy menyiapkan segala keperluan Firas mulai dari pospak sampai car seat untuk


Firas. Karena Firas masih ASI eklusif, Poppy tidak perlu repot membawa MPASi


untuk Firas. Poppy cukup membawa susu ibu menyusui dan camilan untuknya agar


tidak kelaparan  karena menyusui Firas.


“Ayah, kita naik mobil yang mana?” tanya Poppy.


“Naik mobil Mama saja. Kalau naik mobil Ayah nanti Firas sakit badannya. Kalau bawa MPV kebesaran, kita kan cuma bertiga,” jawab Budi.


“Mama, nggak apa-apa kan tidak bawa pengasuh Firas? Ayah ingin pergi bertiga saja. Tidak ada orang lain,” kata Budi.


Poppy mendekati suaminya, lalu melingkarkan tangannya dipinggang suaminya.


“Nggak apa-apa Ayah. Mama juga senang kalau cuma pergi bertiga, lebih ada privasinya,” jawab Poppy sambil mengecup bibir suaminya.


Baru saja Poppy mengecup bibir suaminya, terdengar suara rengekan Firas.


“Tapi kalau tidak membawa pengasuh nanti kalau pas lagi berdua, pasti Firas merengek,” kata Poppy.


“Nggak apa-apa, Ma. Itu seninya punya anak masih bayi. Pas mau pacaran bayinya menangis,” kata Budi sambil tersenyum.


Budi menghampiri anaknya, lalu di gendong dalam dekapannya.


“Firas kenapa nangis? Firas kan mau jalan-jalan sama Ayah dan Mama,” tanya Budi sambil mengusap-usap punggung anaknya.


Firas merasa nyaman dalam dekapan Ayahnya.


“Nanti di jalan jangan rewel, ya. Ayah kan harus menyetir mobil,” kata Budi.


“Firas duduk yang manis, ya sama Mama. Nanti kalau sudah sampai Ayah gendong Firas lagi,” diusapnya Firas dengan penuh kasih sayang.


Walaupun Firas anak sambungnya tapi bagi Budi, Firas sudah seperti anak kandungnya.

__ADS_1


Budi yang menemani Poppy selama ngidam. Budi juga yang selalu mengikuti tumbuh kembang Firas selama dalam kandungan, hingga Firas lahir.


“Sini Firasnya sama Mama. Ayahkan mau masukin koper ke bagasi mobil,” kata Poppy yang mengambil alih Firas dari dekapan Budi.


Dengan hati-hati Budi memindahkan anaknya ke tangan istrinya. Bayi itu merengek sebentar lalu tidur lagi. Budi mengangkat satu persatu koper-koper yang sudah di siapkan oleh istrinya.


“Sudah semua? Ada yang ketinggalan nggak?” tanya Budi kepada istrinya setelah memasukkan semua koper ke bagasi.


Poppy memperhatikan isi bagasi mobilnya.


“Sepertinya sudah,” kata Poppy.


“Camilan dan minuman sudah dimasukan belum?”


“Sudah Mama taruh di jok belakang,” jawab Poppy.


“Nanti sempit nggak kalau ditaruh di belakang?’ tanya Budi.


“Nggak. Kalau sempit simpan di bawah aja,” jawab Poppy.


“Ayo kita berangkat.”


Budi membukakan pintu belakang untuk Poppy. Dengan hati-hati Poppy masuk ke dalam mobil sambil menggendong anaknya. Budi menutupi kepala anaknya agar tidak terbentur pintu mobil.


Di dalam mobil Poppy memindahkan Firas ke infant car seat dengan hati-hati, tidak lupa memasangkan sabuk pengaman Firas. Untung  Firas tidak bangun ketika dipindahkan. Budi menutup pintu mobil di sebelah Poppy dengan hati-hati. Lalu ia masuk ke bagian kemudi. Budi menyalakan mesin mobilnya dan memajukan mobil. Ketika pas di pintu gerbang rumah Budi berhenti sebentar dan membuka kaca jendela.


“Pak Amin, kami pergi dulu. Titip rumah, ya Pak. Jaga rumah baik-baik,” pesan Budi ke sekuriti yang menjaga rumahnya.


“Baik, Pak,” jawab Pak Amin.


“Assalamualaikum,” ucap Budi sambil menutup kaca lalu mobilpun meluncur di jalan.


“Waalaikumsalam,” balas Pak Amin sambil memandang mobil yang sudah pergi jauh.


Pagi itu jalanan tol lingkar luar cukup ramai lancar. Budi sengaja memilih berangkat setelah jam masuk kantor, agar jam macet sudah lewat.


Di kursi bagian belakang sepi tidak terdengar suara apapun. Budi melirik ke rear-vision mirror dilihatnya istrinya sedang tidur dengan nyenyak. Budi tersenyum melihat istrinya yang sedang tidur. Mungkin istrinya cape setelah

__ADS_1


semalaman Budi mengajaknya berhubungan. Setelah selesai berhubungan Firas terbangun dari tidur nyenyaknya, sehingga Poppy harus menyusui Firas sampai Firas tidur kembali.


Ah…. rasanya enak setelah menikah, mau melakukan apapun juga diperbolehkan bahkan menjadi ibadah. Berbeda sewaktu mereka belum menikah, Budi tidak bisa menyentuh Poppy sama sekali. Ia hanya dapat menyentuh Poppy ketika keadaan darurat atau ketika Poppy yang sedang sakit ia harus menuntun Poppy agar Poppy tidak terjatuh.


Tak terasa mobil sudah keluar dari tol lingkar luar, sekarang mobil sudah berada di tol Cikampek. Budi sengaja tidak melewati jalan tol layang MBZ, karena ia membawa bayi. Terlalu berbahaya jika Budi menyetirnya dengan kecepatan tinggi, apalagi mobil Poppy adalah mercy seri terbaru yang jumlahnya dapat dihitung dengan jari. Untuk mengusir rasa ngantuk Budi memakan permen. Biasanya untuk mengusir rasa ngantuk Budi mendengarkan lagu, tapi sekarang ia ada anaknya yang masih bayi terpaksa untuk mengusir rasa ngantuknya dengan makan permen.


Tiba-tiba terdengar rengekan suara bayi. Firas bangun. Dilihatnya dari rear-vision mirror istrinya masih terlelap tidur.


“Firas sudah bangun?” tanya Budi sambil konsentrasi menyetir mobil.


Mendengar suara Ayahnya rengekan Firas bertambah kencang.


“Firas kenapa nangis? Haus, ya? Bangunin Mama,” kata Budi ke Firas.


Merasa didiami saja tidak ada yang menggendongnya suara rengekan berubah menjadi tangisan yang kencang.


.


.


.


.


.


. jangan ditunggu extra part nya. ya.


author upnya kalau sempat.


sekarang novel baru author sudah up.


nggak ada paksaan untuk membaca novel yang baru.


hanya bagi yang mau baca aja.


__ADS_1


__ADS_2