
Hari ini hari pernikahan Reno dan Rima. Mereka akan menikah di Ballroom sebuah hotel berbintang.
Reno sengaja memilih mengadakan pernikahan di Ballroom agar bisa mengundang semua rekan kerjanya di rumah sakit. Sekarang Budi dan keluarga besarnya sudah berada di Ballroom menunggu kedatangan pengantin pria. Mereka menunggu kedatangan Reno dengan harap-harap cemas. Dan tak lupa Pak Aep dan Bu Tiara berdoa untuk diberi kelancaran pada saat akad nikah keponakan mereka nanti.
Akhirnya orang yang ditunggu datang juga. Reno datang bersama dengan keluarga besarnya. Diantara rombongan pengantin pria nampak Poppy, ia menggunakan baju yang senada dengan Budi. Hari ini Poppy didandani oleh MUA cantik sekali. Budi hampir tidak mengenali calon istrinya. Budi menatap Poppy dengan tidak berkedip. Poppy tersenyum melihat Budi yang terpanah menatapnya.
Ah….nak, Mamamu tambah hari tambah cantik saja, kata Budi di dalam hati.
Setelah pengantin pria siap barulah pengantin wanita keluar dari ruang rias. Reno terus memandang calon istrinya ketika berjalan menuju tempat akad nikah sampai akhirnya Rima duduk di sebelahnya.
"Sayang, kamu cantik sekali, " puji Reno kepada Rima.
Mendengar perkataan Reno, Rima tersipu malu.
Tak lama kemudian akad nikahpun dimulai. Sampai akhirnya semua yang hadir berkata SAH.
Akhirnya resmi sudah Rima menjadi istri Reno.
Tampak Odie yang begitu bahagia karena memiliki ayah baru. Balita itu terus menempel diantara ayah dan mamanya. Walaupun Bu Tiara membujuk untuk duduk bersama aki dan eninnya, tapi balita itu ingin di duduk dengan ayah dan mamanya.
Setelah akad nikah saatnya saweran.
Sebelum saweran sinden menyanyikan lagu tembang Sunda yang isinya tentang sebuah petuah.
Orang tua pengantin melempar uang koin, uang kertas dan permen serta beberapa genggam beras.
Semua yang hadir berebutan untuk memungut uang koin, uang kertas dan permen. Tak luput ada beberapa orang mendapatkan uang seratus ribu.
Setelah acara saweran Budi mendekati calon istrinya.
“Assalamualaikum, Poppy,” sapa Budi.
“Waalaikumsalam warohmatullohi wabarokatuh,” Poppy membalas salam Budi.
“Poppy cantik sekali,” puji Budi.
“Terima kasih,” Poppy tersipu malu mendengar pujian Budi.
“Kita foto dulu,” kata Budi.
Ia mencari Fadlan dan Farhan untuk difoto. Terlihat Farhan dan Fadlan sedang berbicara dengan para gadis dari keluarga Poppy. Budi menghampiri Farhan.
“Farhan tolong foto Aa dan Teh Poppy,” kata Budi.
__ADS_1
Farhan pamit dulu dengan teman ngobrolnya sebelum mengikuti Budi.
Farhanpun memfoto Budi dan Poppy. Mereka mirip seperti pasangan suami istri yang berbahagia.
Setelah difoto mereka menikmati sarapan pagi yang telah disiapkan.
“Jangan terlalu banyak makan sambel, nanti sakit perutnya,” kata Budi ketika melihat Poppy menuangkan sambel ke dalam lontong karinya.
“Sedikit aja kok A, buat menambah sedap aja,” jawab Poppy.
Budi menghela nafas. Sejak kapan sambel menjadi penyedap rasa. Berdebat dengan bumil pasti kalah.
Sebelum Poppy menyuap lontong karinya, Budi lebih dahulu menyicipi lontong kari Poppy, untuk memastikan pedas atau tidak.
“Coba Aa cicipi dulu,” Budi mengambil kuah lontong kari dengan menggunakan sendok miliknya lalu dicicipinya.
“Hm nggak pedas,” kata Budi.
“Kan Poppy udah bilang cuma agar sedap aja,” jawab Poppy.
“Iya. Aa takut nanti Poppy jadi sakit karena kebanyakan makan sambel,” kata Budi.
Poppy dan Budi menikmati sarapanya.
Pukul sebelas siang keluarga Poppy dan Budi dikumpulkan oleh EO di luar Ballroom untuk mengiringi pengantin masuk ke dalam Ballroom ketika acara resepsi akan dimulai.
Odie berdiri di barisan paling depan. Kemudian barisan kedua pengantin Rima dan Reno. Di belakang pengantin Bu Melly dan Bu Tiara. Kemudian dibelakangnya lagi Pak Aep dan Pak Brata, Lalu Poppy dan Budi, belakang Poppy dan Budi ada Farhan dan Fadlan. Barulah setelah itu keluarga yang lainya.
Rombongan pengantin memasuki Ballroom diiringi dengan suara saxophone. Reno dan Rima memilih tidak menggunakan upacara adat, mereka lebih memilih acara modern. Tetapi mereka tetap menyewa sinden karena Bu Melly ingin ada acara saweran.
Para tamu undangan sudah banyak yang datang ketika pengantin memasuki Ballroom. Mereka menunggu rombongan pengantin masuk ke dalam ruangan.
Pandangan mata Poppy menangkap seseorang yang sedang memperhatikan rombongan pengantin. Dan ketika pria itu melihat Poppy ia tersenyum dan melambaikan tangan ke arahnya.
Kenapa dia bisa ada di sini? tanya Poppy di dalam hati.
Setelah pengantin sampai ke pelaminan rombongan yang di belakang mulai membubarkan diri.
Poppy memilih untuk duduk di tempat yang disediakan EO untuk keluarga. Sedangkan Budi nampak sedang berbincang-bincang dengan para tamu.
Seorang pria menghampiri Poppy.
“Hai ….remember me?” sapa pria itu.
__ADS_1
Poppy menoleh ke pria itu sambil mengerutkan keningnya.
“Bandung-hotel xxx-sarapan pagi,” kata pria itu sambil tersenyum.
“Kamu pasti Poppy, adiknya Reno,” kata pria itu lagi.
Poppy hanya mengangguk.
“Kenalkan saya Toriq teman seprofesi Reno,” pria itu mengulurkan tangannya.
Poppy menyambutnya hanya dengan menangkupkan kedua telapak tangannya di depan dada.
“Boleh saya duduk di sini?” Toriq menunjuk bangku di depan Poppy.
Poppy hanya mengangguk. Kemudian Toriq duduk di depan Poppy.
“Kamu cantik,” puji Toriq.
“Terima kasih,” ucap Poppy dengan pelan.
“Oh ya, mana suami kamu yang tidak tajir itu,” kata Toriq sambil mengedarkan pandangannya mencari Budi.
Poppy menujuk Budi yang sedang berbincang dengan para tamu.
.
.
.
.
.
.
dasar Toriq dokter kepedean.
maaf kalau kemarin sore nggak bisa up.
author cape.
sekarang nggak mau janji up lagi.
__ADS_1
kalau sore bisa ya bakalan up lagi.
yang penting tetap stay tune di kisah cinta antara Budi dan Poppy. okeh....