
Poppy menghampiri kakaknya.
“Abang sebenarnya apa maksudnya abang mendekati Poppy dengan dokter Toriq?” Poppy langsung menyerang kakaknya.
Reno yang tidak tahu menahu apa-apa bingung tiba-tiba Poppy datang marah-marah.
“Poppy kamu kenapa datang marah-marah? Malu dilihatin tamu,” tegur Reno.
“Mestinya yang malu Poppy, bang. Poppy jadi bahan gunjingan teman-teman Abang,” seru Poppy dengan marah.
Bu Melly dan Pak Brata menghampiri Poppy.
“Poppy ada apa ini?” tanya Bu Melly yang bingung melihat Poppy marah-marah pada Reno.
“Ini anak sulung Mama ini sedang berusaha mendekatkan Poppy dengan temannya yang bernama Toriq,” kata Poppy sambil menunjuk-nujuk Reno.
Bu Melly kaget mendengarnya.
“Benar itu, Reno?” tanya Bu Melly.
“Nggak Ma, siapa yang bilang? Reno tidak punya niat seperti itu,” Reno berusaha membela diri.
“Bohong, bahkan Abang juga yang memberitahu Toriq hotel tempat Poppy menginap, waktu Poppy pergi ke Bandung,” seru Poppy.
Budi berusaha untuk menenangkap Poppy.
“Sabar Pop, sabar. Istifar Pop, istifar,” ucap Budi.
“Astafirullohalazim,” ucap Poppy.
“Poppy tau darimana kalau Toriq tau tempat Poppy menginap?” tanya Reno.
“Poppy ketemu dia di hotel waktu Poppy sedang sarapan. Dan di berusaha mendekati Poppy ketika Aa Budi sedang mengambilkan minum untuk Poppy,” kata Poppy dengan kesal.
“Abang memang yang kasih tau hotel tempat kamu menginap. Tapi abang tidak tau kalau dia pergi ke sana,” Reno berusaha membela diri.
Mendengar yang dikatakan Reno Poppy tambah marah.
“Oh…jadi benar kalau abang sedang mendekati Poppy dengan Toriq,” ujar Poppy.
“Nggak Pop, Abang tidak punya niat seperti itu,” Reno menyangkal.
“Terus apa maksud Abang memberitahu ke Toriq?”
“Karena dia nanya, ya Abang jawab.” kata Reno.
“Reno…Reno kenapa kamu jadi sebego ini?” seru Pak Brata.dan menatap tajam Reno.
“Terus tadi dengan tidak malunya Si Toriq request lagu untuk Poppy. Dua kali Bang, dia request lagunya dua kali untuk Poppy. Poppy nggak enak sama Aa Budi. Ditambah lagi Poppy jadi bahan gunjingan teman-teman Abang,” kata Poppy dengan marah.
__ADS_1
“Pop, sudah Pop. Nanti kamu sakit dan kasihan anak sholeh,” Budi terus berusaha mengingatkan.
“Biar saja biar Mama Papa dan Teh Rima tau kalau kelakuan Bang Reno itu seperti itu. Jahat sama adiknya dan berusaha menghancurkan kebahagiaan adiknya,” kata Poppy.
“Abang tidak niat seperti itu, Pop,” sangkal Reno.
“Ini semua gara-gara Toriq terobsesi sama kamu.”
“Padahal Abang sudah bilang jangan coba-coba dekati Poppy. Karena kamu sudah mau menikah. Tapi dasar cecunguk malah dia sengaja untuk mendekati Poppy,” kata Reno.
“Kemana tuh si Toriq?” Reno mengedarkan pandangannya mencari Toriq.
Pak Rahadian dan Bu Femi menghampiri mereka.
“Ada apa ini? Mengapa jadi ribut-ribut begini?” tanya Pak Rahadian.
“Teman Reno mengganggu Poppy. Poppy tidak terima dan marah,” jawab Pak Brata.
“Mana si cecunguk itu, Ren?” tanya Pak Brata.
Reno masih mengedarkan pandangannya mencari Toriq. Reno melihat Toriq sedang ngobrol bersama dengan teman-temannya. Reno turun dari pelaminan dan menghampiri Toriq.
“Sini loe brengsek. Gara-gara loe Poppy marah-marah sama gue,” Reno mencekal kerah kemeja Toriq dan menyeretnya ke atas pelaminan.
“Nih biang keroknya,” Reno mendorong Toriq ke tengah keluarganya.
“Kenapa? Poppy diputusin tunangannya, ya? Saya siap kok untuk menjadi penggantinya,” kata Toriq dengan tenang.
Budi hampir saja melayangkan tinju ke wajah Toriq tapi tiba-tiba…..
“Budi!" sentak Pak Aep, Pak Aep memberi tanda agar Budi tidak melakukan kekerasan.
Budi terpaksa menahan amarahnya.
Namun Poppy tidak dengan Poppy. Poppy menarik kerah baju Toriq, lalu ia mengguncang-guncangkan tubuh Toriq.
“Kamu pikir siapa kamu? Bisa seenak-enaknya mempermainkan saya. Apa karena saya ini janda sehingga saya dijadikan lelucon,” teriak Poppy dengan emosi.
“Poppy sabar, Pop. Lepaskan dia,” Budi berusaha melepaskan tangan Poppy yang mencekram kerah kemeja Toriq.
“Aa, dia sudah bikin malu Poppy. Poppy jadi bahan gunjingan teman-temannya,” lirih Poppy.
“Aa tau perasaan Poppy. Sekarang lepaskan dia,” kata Budi sambil melepaskan jari jemari Poppy satu persatu dari kerah kemeja Toriq.
“Saya tidak pernah main-main dengan perasaan saya ke kamu. Saya serius ingin menikah denganmu,” kata Toriq tanpa merasa bersalah.
Mendengar omongan Toriq, emosi Poppy semakin tersulut.
“Saya bukan boneka mainanmu,Toriq!!! Cukup sudah saya jadi bahan gunjingan teman-temanmu yang sok tau,” teriak Poppy dan mengguncang-guncang Toriq lebih keras lagi.
__ADS_1
Namun tiba-tiba Poppy meringis kesakitan.
“Aa…. perut Poppy sakit sekali,” lirih Poppy.
“Astafirullohalazim,” ucap Budi.
Semua orang yang mendengar menjadi cemas.
“Poppy duduk dulu,” Budi membimbing Poppy untuk duduk di kursi penganti.
“Aa…..pangkal kaki Poppy pegal A,” lirih Poppy yang meringis
kesakitan.
“Astafirullohalazim,” ucap Rima mendengar keluhan Poppy.
Rima langsung menghampiri Budi dan membisikan sesuatu.
“Bud, bawa Poppy ke rumah sakit bersalin sekarang juga. Itu tanda-tanda Poppy mau melahirkan. Ini belum waktunya bayinya lahir,” bisik Rima.
Mendengar apa yang Rima katakan membuat Budi kaget. Namun ia harus tenang di hadapan Poppy.
“Kita ke rumah sakit, ya,” ajak Budi dengan sabar.
Poppy mengangguk.
“Aa gendong, ya,” kata Budi.
Poppypun mengangguk.
“Biar saya yang gedong Poppy,” kata Toriq yang tiba-tiba hendak menggendong.
Pak Rahadian langsung menahan bahu Toriq.
“Urusan kita belum selesai,” kata Pak Rahadian sambil menahan Toriq agar tidak mendekati Poppy.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
bersambung.
menghayal itu bebas, yang nggak boleh mencontek karya orang. Itu namanya pencuri kriminal.