
Setelah makan siang bersama Egar dan Sarah, Budi dan keluarga kecilnya mencari hotel untuk menginap. Sebelumnya Budi bertanya pada Egar dimana hotel yang ada kolam renang air hangat.
“Ayah, buat apa cari hotel yang ada kolam renang air hangat?” tanya Poppy ketika dalam perjalanan ke hotel.
“Buat renanglah,” jawab Budi dengan tenang.
“Ayah mau tebar pesona, ya?” tanya Poppy curiga.
“Ngapain tebar pesona? Ayahkan sudah laku,” jawab Budi santai.
“Itu buktinya Ayah mau berenang,” kata Poppy dengan judes.
“Ayah mau berenang sama Firas. Mama mau ikut? Ayo boleh kok,” kata Budi.
“Nggak ah. Dingin,” jawab Poppy.
“Airnya hangat, kok,” kata Budi.
“Tetap saja udaranya dingin,” elak Poppy.
“Nanti Ayah hangatin,” kata Budi sambil senyum-senyum menggoda istrinya.
“Bagaimana caranya?” tanya Poppy penasaran.
“Nanti Mama berenang sambil Ayah peluk,” kata Budi dengan santai.
Mendengar perkataan Budi otomatis Poppy melotot.
“Ayah nggak malu pelukan di depan orang-orang,” seru Poppy.
“Kan Mama kedinginan, ya sudah Ayah peluk aja supaya nggak dingin,” jawab Budi.
“Sudah ah, kalau ngomong sama Ayah tentang peluk memeluk pasti nggak ada habisnya,” kata Poppy.
“Ya sudah, Mamah duduk saja lihat Ayah dan Firas renang,” kata Budi mengalah.
Tak lama kemudian mereka sampai ke hotel yang mereka cari.
“Kita check in dulu,” kata Budi.
Budi membukakan pintu Poppy.
“Firas, bangun kita sudah sampai,” Budi membangunkan Firas.
Firas tetap tidur nyenyak di pelukan Mamanya.
Dengan hati-hati Poppy keluar dari mobil lalu mereka masuk ke lobby hotel.
__ADS_1
Budi memesan kamar untuk keluarga, agar Firas bisa tidur sendiri tanpa terganggu kegiatan malam Ayah dan Mamanya.
Sore ini Budi mengajak Firas berenang.
“Ayo Firas, jangan bobo aja. Berenang sama Ayah,” kata Budi ketika melihat anaknya bangun tidur.
Tapi dasar Firas masih bayi, bangun tidur terus merengek minta ASI.
“Yah, dia minta ASI,” kata Budi melihat anaknya merengek.
Poppy tersenyum melihat Budi yang kecewa.
“Namanya juga bayi, Yah,” kata Poppy.
“Ya sudah, nyusu dulu, Ayah tungguin.”
Budi menunggu Firas sambil menonton TV.
Beberapa menit kemudian Firas sudah kenyang, sehingga Ia melepas tempat ASI nya.
“Udahkan mimi susunya? Sekarang ikut Ayah berenang,” kata Budi sambil menggendong Firas keluar dari kamar menuju ke kolam renang.
Sedangkan Poppy mengikuti dari belakang sambil membawa handuk Budi dan Firas.
Sore itu kolam renang sepi, mungkin karena bukan hari libur sehingga hotel sepi pengunjung.
“Tolong pegangin Firas dulu, Ayah mau buka kaos,” kata Budi sambil memberikan Firas ke pangkuan Poppy.
“Nggak enak kalau berenang sambil pakai kaos. Rasanya nggak bebas,” jawab Budi.
Poppy menghela nafas, ada rasa tidak rela jika badan suaminya yang atletis dilihat oleh perempuan lain.
“Kenapa?” tanya Budi melihat Poppy seperti keberatan jika kaos suaminya dibuka.
“Nanti jadi pemandangan indah perempuan lain,” kata Poppy.
Budi tersenyum, ia mengerti kalau istrinya tidak rela tubuh suamiinya dilihar perempuan lain.
Budi mengecup bibir istrinya.
“Mama tenang saja. Mereka tidak akan berani mendekati Ayah. Kan ada Mama dan Firas yang jaga Ayah,” kata Budi lalu mengambil Firas dari pangkuan istrinya.
“Ayah, iihhhh nggak malu cium Mama di depan orang,” Poppy protes.
“Kan biar mereka tau kalau Ayah sudah ada yang punya,” jawab Budi dengan santai.
“Ayo Firas kita main air,” Budi membawa Firas ke kolam renang anak.
__ADS_1
Firas berenang hanya menggunakan celana pendek. Pospaknya sengaja dilepas.
Pelan-pelan Budi duduk di kolam renang anak agar badan Firas ikut terendam air.
Sepertinya Firas senang dibawa berenang karena ia menggerak-gerakan.
Sedikit demi sedikit Budi merendam badan Firas sampai ke leher.
Kaki dan tangan Firas bergerak-gerak sepertinya senang berendam di air hangat.
Poppy mendekati suaminya.
“Nangis nggak, Yah?” tanya Poppy.
“Nggak tuh, malah senang kaki dan tangannya bergerak-gerak,” kata Budi sambil memperlihatkan Firas yang sedang bergerak-gerak.
“Jangan lama-lama, Yah. Takut sakit,” kata Poppy.
“Iya sebentar lagi,” jawab Budi.
Bebeapa menit kemudian Budi membawa Firas naik.
“Udah ya berenangnya,” Budi memberikan Firas pada Poppy.
“Ayah mau berenang dulu. Nggak lama kok lima keliling,” kata Budi kemudian menceburkan diri ke kolam renang dewasa.
Poppy sambil memeluk anaknya melihat suaminya berenang.
“Lihat Firas ayah lagi berenang,” Poppy menunjuk ke arah suaminya.
Poppy sekarang tau mengapa badan suaminya atletis, itu karena suaminya menyukai olah raga renang.
Setelah selesai berenang Budi menghampiri Poppy.
“Iiiihhhh dingin,” kata Budi sambil memeluk kedua lengannya.
Poppy memberikan handuk kepada Budi. Budi langsung mengeringkan badannya, lalu menggunakan kembali kaos yang tadi ia pakai.
“Airnya dingin atau hangat, Yah,” tanya Poppy.
“Air hangat tapi udaranya dingin, jadi begitu keluar dari kolam renang langsung kedinginan,” kata Budi.
“Ayo Yah kita ke kamar. Mamah sudah lapar lagi,” seru Poppy.
“Makan di sini saja,” kata Budi.
“Nggak ah. Tuh para wanita matanya memandangi Ayah dengan mendamba,” bisik Poppy.
__ADS_1
Budi melihat ke sekelilingnya, benar saja ada beberapa wanita yang sedang memperhatikan mereka.
“Mamah cemburu, ya? Ya sudah, ayo kita kembali ke kamar,” Budi mengangkat Firas dari gendongan istrinya lalu mereka berjalan menuju ke kamar mereka.